Langkah Inovatif Pendidikan di Balik Jeruji: Kerjasama Strategis Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang dan Universitas Muhammadiyah Tangerang
Tangerang, suararepubliknews.com – Pendidikan merupakan hak mendasar bagi setiap warga negara, termasuk warga binaan di lembaga pemasyarakatan. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan, yang menegaskan bahwa narapidana memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Dengan landasan hukum ini, Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang menjalin kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Tangerang untuk menyelenggarakan program pendidikan S-1 Ilmu Hukum bagi narapidana.
Asesmen Sebagai Langkah Awal: Mempersiapkan Mahasiswa Hukum di Balik Jeruji
Program kerjasama ini direncanakan akan dimulai pada September 2024. Sebagai persiapan, pada Kamis, 15 Agustus 2024, sebanyak 31 narapidana yang berkesempatan mengikuti program ini telah menjalani asesmen oleh tim penguji dari Lembaga Pembelajaran Bauran Universitas Muhammadiyah Tangerang. Asesmen ini mencakup tes tertulis dan wawancara yang dilaksanakan di ruang Kelas Kampus Kehidupan Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.
Kepala Lapas Pemuda Tangerang, Wahyu Indarto, menjelaskan bahwa asesmen ini adalah langkah awal dalam mempersiapkan calon mahasiswa yang akan mengikuti program perkuliahan S-1 Ilmu Hukum. Program ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga diharapkan dapat mencetak warga binaan yang berkualitas, siap kembali ke masyarakat dengan bekal pendidikan yang mumpuni.
Kolaborasi Pendidikan dan Sosial: Mengubah Hidup Lewat Ilmu Hukum
Program ini merupakan wujud nyata dari sinergi antara Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang, Universitas Muhammadiyah Tangerang, dan Lembaga Ekonomi Umat. Mereka bersama-sama merancang program yang tidak hanya memberikan kesempatan bagi narapidana untuk meraih gelar sarjana, tetapi juga berupaya mengubah kehidupan mereka melalui pendidikan.

Wahyu Indarto menyampaikan apresiasinya kepada Universitas Muhammadiyah Tangerang dan Lembaga Ekonomi Umat yang telah berperan aktif dalam mewujudkan program ini. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa ini. Harapan kami, program ini dapat menghasilkan warga binaan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif bagi diri mereka sendiri dan masyarakat luas,” ujarnya.
Masa Depan Cerah di Balik Jeruji: Harapan dan Tantangan
Dengan dimulainya program ini, Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang menorehkan sejarah baru dalam dunia pemasyarakatan di Indonesia. Program pendidikan ini tidak hanya menjadi jalan bagi narapidana untuk meraih gelar sarjana, tetapi juga sebagai bentuk rehabilitasi yang berdampak positif bagi masa depan mereka.
Namun, tantangan tetap ada. Bagaimana narapidana mampu menjalani perkuliahan dengan baik di tengah keterbatasan yang ada? Bagaimana mereka bisa memanfaatkan ilmu yang mereka dapatkan untuk kebaikan setelah bebas nanti? Semua pertanyaan ini menjadi refleksi penting bagi semua pihak yang terlibat dalam program ini.
Menuju Perubahan: Pendidikan Sebagai Kunci Integrasi Sosial
Akhirnya, program pendidikan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk membuka jalan bagi narapidana dalam melakukan perubahan nyata dalam hidup mereka. Dengan ilmu yang mereka peroleh, mereka diharapkan bisa menjadi individu yang lebih baik, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Seperti yang diungkapkan oleh Kalapas, “Harapan kami adalah menghasilkan warga binaan yang berkualitas, dan ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.”
Dengan antusiasme dan semangat yang tinggi, program pendidikan ini siap diluncurkan pada bulan September mendatang. Ini adalah langkah kecil namun penuh arti menuju integrasi sosial yang lebih baik bagi warga binaan di Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. (Bia)








