Home / Tak Berkategori

Minggu, 16 Februari 2025 - 08:42 WIB

Viral! Pabrik Krupuk di Medan Diduga Memalsukan Logo Adat Minang, Pengusaha Krupuk Sanjai Merasa Dirugikan

Medan, Suara republiknews. Com– Kasus dugaan pemalsuan logo adat Minang oleh sebuah pabrik krupuk sanjai di Kota Medan tengah menjadi perbincangan hangat. Para pengusaha krupuk sanjai asal Bukittinggi mengaku merasa dirugikan akibat penggunaan logo tersebut tanpa izin, 16/2/2025.

Pabrik krupuk yang berlokasi di Jl. Pelajar Timur Gg. Klp. No.19, Binjai, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara ini diketahui dimiliki oleh Iramisari. Pabrik tersebut diduga menggunakan merek atau logo krupuk sanjai dengan simbol adat Minang pada kemasannya. Tak hanya itu, spanduk dengan gambar rumah adat Minang juga terpasang di depan toko mereka.

Saat dikonfirmasi langsung oleh tim media, pihak pabrik mengakui bahwa mereka bukan orang Minang dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan masyarakat Minang. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa penggunaan logo adat Minang dilakukan tanpa izin.

“Kami para pengusaha krupuk sanjai di Bukittinggi merasa sangat dirugikan dengan tindakan mereka yang menggunakan logo adat Minang tanpa izin,” ujar salah satu pengusaha krupuk sanjai.

Dugaan pemalsuan merek ini melanggar ketentuan Pasal 100 – 102 Ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2016, yang menyatakan bahwa setiap orang yang tanpa hak menggunakan merek yang sama pada keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis dapat dikenakan sanksi hukum. Selain itu, berdasarkan Pasal 28 Ayat (3) UU Hak Cipta Tahun 2014, disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa izin pencipta atau pemegang hak cipta dilarang melakukan pengadaan atau penggunaan secara komersial suatu ciptaan. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenakan sanksi pidana hingga 5 tahun penjara atau denda sebesar Rp 2.000.000.000

Para pengusaha krupuk sanjai Bukittinggi meminta kepada instansi pemerintah terkait untuk segera menutup pabrik tersebut. Mereka menilai tindakan ini sangat merugikan para pengusaha asli yang selama ini menjaga kualitas dan identitas asli krupuk sanjai khas Minang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai dugaan pemalsuan ini. Namun, kasus ini terus menjadi sorotan publik, khususnya di kalangan masyarakat Minang yang merasa identitas budayanya disalahgunakan.

( Rosita _ Redaksi)

Share :

Baca Juga

Bhabinkamtibmas Polsek Malingping Intensifkan Sambang untuk Jaga Kondusivitas Desa Binaan
Bocah Diduga Korban Penculikan di Tangerang Ditemukan di Bogor, Ini Penjelasan Kapolres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya
Rapat Muspida Kecamatan Serang Baru dalam Menyambut Nataru dan Waspada Banjir
Audiensi Manajemen PT. Sinar Tambang Arthalestari dengan Danrem 071/Wijayakusuma Jalin Silaturahmi dan Kuatkan Sinergitas Komponen Wilayah

Maluku

4 Srikandi Brimob Polda Maluku Ukir Prestasi di Ajang Kompetisi Srikandi Brimob Chalenge 2025
Usai KKN, Pemkab Muba Lepas Ratusan Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang
Pengurangan Hukuman Skorsing Paul Pogba: Doping Tak Sengaja, CAS Kurangi Larangan Menjadi 18 Bulan
Kapolresta Cirebon Gelar Kegiatan Polri Peduli: Bentuk Dukungan untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Desa Getasan

Contact Us