Home / Banten

Sabtu, 24 Januari 2026 - 06:02 WIB

Bupati Serang Ratu Zakiyah Teken Kerjasama, Warga Pulo Tunda Bakal Nikmati Sambungan Listrik 24 Jam.

Kab.Serang.Suara Republik News – Kabar gembira bagi warga Desa Wargasara Pulo Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang lantaran dalam waktu dekat sekitar 300 rumah bakal menikmati sambungan listrik selama 24 jam yang di nanti-nanti selama puluhan tahun.

Kepastian itu terungkap saat Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dengan PT. Metta Energi Sejahtera di Pendopo Bupati pada Jum’at, 23 Januari 2026.

Penandatanganan kesepakatan bersama tentang Percepatan Pengadaan Penyediaan Energi Listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mandiri di Desa Wargasara Pulo Tunda, Kecamatan Tirtayasa. Proyek ini mencakup pemasangan 14 unit mono solar panel, penyediaan baterai lithium, pembangunan ruang distribusi daya, serta fasilitas pendukung lainnya.

Sekadar diketahui, Desa Wargasara Pulo Tunda, Kecamatan Tirtayasa jika ingin mengunjungi pulo tersebut dengan jarak tempuh selama lebih dari 2,5 jam itu sudah puluhan tahun hanya menikmati sambungan listrik 6 sampai 12 jam saja.

Ratu Zakiyah sapaan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengaku bersyukur telah melakukan penandatanganan kesepakatan bersama dengan PT Metta Grup, dalam rangka penyediaan tenaga listrik tenaga Surya. ”Jadi ini Alhamdulillah Kabupaten Serang menjadi pilot project dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), sebagai solusi Pembangkit Listrik Tenaga Surya,”ungkapnya kepada wartawan.

Dengan demikian, Ratu Zakiyah juga mengaku patut di syukuri bersama dan secara pribadi dan Pemda Kabupaten Serang menyampaikan terima kasih kepada Kemendes PDT dalam hal ini di wakili Direktur Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan, Nugroho Setijo Negoro. Ia memastikan jika kerjasama tersebut sangat bermanfaat terutama bagi warga Pulo Tunda yang sudah bertahun-tahun hidup hanya menikmati sambungan listrik 12 jam perhari.

Baca Juga  HPN 2026, Sekda Zaldi Ajak Beri Edukasi Masyarakat Cara Pandang dalam Banyak Hal

”Dengan adanya PLTS ini tentu harapan kami warga disana bisa meningkatkan produktivitasnya bisa meningkatkan perekonomiannya. Tentu ini merupakan tanggungjawab kami pemerintah daerah, untuk memastikan warga kami mendapatkan pelayanan atau akses layanan dasar yang berkeadilan,”tandasnya.

Selain kerjasama tentang PLTS, Ratu Zakiyah menyebutkan, bahwa PT Metta Grup juga memberikan nilai-nilai manfaat yang lainnya dengan akan memberikan cold storage untuk penyimpanan ikan karena warga Pulo Tunda didominasi para nelayan. ”Karena disana kan sektor perikanan, jadi tentu cold storage ini sangat penting supaya meningkatkan nilai ekonomi dari sektor perikanan,”paparnya.

Direktur Jendral Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT, Nugroho Setijo Negoro mengatakan, bahwa pihaknya memfasilitasi penyelenggaraan pelayanan publik dengan melibatkan swasta. Kenapa dengan swasta, diharapkan bisa lebih cepat prosesnya namun bukan bentuk hibah, tapi kerjasama investasi antara PT Metta Grup dengan BUMDes.

”Ini membuka ruang partisipasi masyarakat khususnya untuk kesinambungannya. Jadi masyarakat dengan model kerjasama ini masyarakat diminta juga untuk bertanggungjawab terhadap project-project atau barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakatnya sendiri,”ujarnya.

CEO PT. Aurora Power Indonesia (Metta Group), Katamsi Ginanom, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaannya di Pulo Tunda didorong oleh keyakinan untuk membangun dari desa, bukan semata pertimbangan bisnis. ”Kami sudah puluhan tahun bekerja di luar negeri. Bagi saya pribadi, ini waktunya membayar kembali kepada negeri. Dari sisi bisnis mungkin belum tentu menguntungkan, tapi dari sisi keyakinan sebagai anak bangsa, ini adalah pilihan kami,”ujarnya ucap Katamsi.

Katamsi memastikan jika PT Metta Group berkeinginna membuka akses terhadap kapital bagi masyarakat desa, khususnya di wilayah kepulauan, agar masyarakat dapat lebih produktif dan sejahtera. ”Kemiskinan sering kali bukan disebabkan oleh sistem ekonomi tertentu, melainkan karena masyarakat tidak memiliki akses terhadap modal dan infrastruktur dasar,”paparnya.

Baca Juga  Kebersamaan Ramadhan: Madas (Madura Asli) Santuni Anak Yatim di Curug Wetan

( Holid/team ).

Share :

Baca Juga

Banten

Dorong Payung Hukum BUMKel, BUMKel Tamansari Gelar Audiensi bersama GAPASDAP dan Walikota Cilegon

Banten

Pemkab Tangerang Raih Peringkat Kedua dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Banten

“Rahasia Tanaman Liar Tekokak (Solanum torvum): 5 Manfaat Kesehatan yang Jarang Diketahui”

Banten

Diskominfo Kabupaten Serang Edukasi Keamanan Informasi Data Pribadi Bagi ASN

Banten

Dandim 0601/Pandeglang Dampingi Bupati Tinjau Lokasi Pembangunan Jembatan Bailey di Cimanggu

Banten

Video TikTok Kontroversial: Kepala Desa Panggarangan Diduga Lecehkan Wartawan dan LSM

Banten

Truk Tronton Hantam Truk Pasir di Lebak, Satu Sopir Tewas Ditempat

Banten

Tanah Sekolah SMP Negeri SATAP 8 Banjarsari Diklaim Warga, Pohon Pisang dan Kelapa Sawit Tumbuh di Halaman Sekolah

Contact Us