Home / Buru

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:25 WIB

Pengakuan Negara Perkuat Status Kepemimpinan Adat, Akhiri Polemik Dualisme

BURU, MALUKU, SRN – Surat resmi yang dilayangkan Pemerintah Daerah kepada Raja Kaiely Abdullah Wael terkait persiapan pembukaan operasional pertambangan rakyat di Desa Dava, Dusun Wamsait Jalur H, menjadi penanda penting pengakuan negara terhadap eksistensi kepemimpinan adat di Petuanan Kaiely yang sah dan memiliki legitimasi dalam kehidupan masyarakat adat.

Pengakuan tersebut memiliki arti penting di tengah berbagai dinamika dan klaim yang berkembang di ruang publik.

4 Pilar Legitimasi Terpenuhi.
Secara akademik, legitimasi kepemimpinan adat tidak dibangun atas dasar pengakuan sepihak, melainkan melalui 4 mekanisme: proses adat yang sah, penerimaan masyarakat adat, kontinuitas sejarah, serta pengakuan institusional dari pemerintah. Keempat unsur tersebut menjadi fondasi utama.

Abdullah Wael dinilai memenuhi unsur-unsur tersebut. Pengangkatannya berlangsung berdasarkan tatanan adat Kaiely yang berlaku dan diwariskan turun-temurun. Selain legitimasi adat, keberadaannya juga mendapat pengakuan dalam praktik pemerintahan melalui komunikasi dan koordinasi resmi Pemda Buru.

Fakta ini memberikan kejelasan kepada masyarakat bahwa kepemimpinan adat Kaiely memiliki rujukan jelas dan legitimasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara adat, sosial, maupun administratif.

Satu Wilayah, Satu Raja.
Sejumlah pemerhati hukum adat menilai prinsip dasar sistem kerajaan adat adalah satu wilayah adat, satu otoritas kepemimpinan yang sah. Karena itu, surat resmi Pemda kepada Abdullah Wael semakin mempertegas: pada prinsipnya Raja Kaiely adalah satu, yakni Abdullah Wael, yang diangkat berdasarkan mekanisme adat Kaiely yang berlaku.

Dengan demikian, berbagai klaim di luar mekanisme adat yang sah tidak memiliki kekuatan legitimasi setara dengan kepemimpinan yang lahir dari proses adat serta mendapat pengakuan pemerintahan.

Harapan Akhiri Polemik
Momentum ini diharapkan mampu mengakhiri polemik kepemimpinan adat yang selama ini berkembang. Kepastian figur pemimpin adat sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial, memperkuat persatuan masyarakat, dan memastikan proses pembangunan berjalan baik melalui sinergi pemerintah dan lembaga adat.

Baca Juga  Polwan Polres Buru Gelar Bakti Kesehatan Sambut HUT ke-77 Polwan RI

Dengan adanya pengakuan yang tercermin dalam komunikasi resmi pemerintah, posisi Abdullah Wael sebagai Raja Kaiely semakin menguat secara adat, sosial, maupun administratif. Ini menjadi bukti kepemimpinan adat yang lahir dari proses sah akan tetap mendapat tempat dan penghormatan dalam sistem pemerintahan modern, sekaligus menjadi mitra strategis negara menjaga harmoni, ketertiban, dan pembangunan di Petuanan Kaiely.

Share :

Baca Juga

Buru

Penyusunan RKBMN 2027, Karo Log Polda Maluku Ingatkan Pentingnya Penyusunan Kebutuhan Pengadaan dan Pemeliharaan BMN

Buru

Kepala Waris Tuding Perusahaan Pendukung Koperasi Tambang Serobot Lahan Waris Di Gunung Botak

Buru

Kunjungi Buru Selatan, Kapolda Maluku Tinjau Lahan Pembangunan Mapolres, Bakti Kesehatan dan Bakti Sosial

Buru

Polres Buru Release 7 Kasus yang Menjadi Atensi Publik dari 41 Laporan yang Ditangani

Buru

Pelaksanaan Patroli Sambang Desa Implementasi dari Program Kapolres Buru “POLISI MELAYANI DENGAN HATI

Buru

Ketua HMI Cabang Namlea  Sesalkan Pemberitaan Tidak Benar Terkait Dandim 1506/Namlea

Buru

Tim Puslitbang Polri Teliti “Peran Polri dalam Menanggulangi Kejahatan Narkoba” di Polres Buru

Buru

Tour Of Duty Polri : Kapolri Rotasi Sejumlah PJU Polda Maluku dan Kapolres Tual

Contact Us