Meskipun buah merupakan sumber vitamin, serat, dan antioksidan, mengkonsumsi buah tertentu secara bersamaan bisa menimbulkan masalah pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Bandung, Suararepubliknews.com – Indonesia, sebagai negara tropis, dikenal kaya akan beragam jenis buah-buahan. Namun, tidak semua kombinasi buah baik untuk kesehatan.
Menurut Dr. Nurul Aini, ahli gizi dari Universitas Indonesia, beberapa kombinasi buah dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung, gas, dan diare. Misalnya, mengkonsumsi buah yang tinggi air seperti semangka bersama dengan buah yang asam seperti jeruk bisa memicu ketidaknyamanan pada lambung.
Buah semangka dan melon adalah contoh buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersama dengan buah lainnya. Kedua buah ini memiliki kandungan air yang sangat tinggi, sehingga jika dikombinasikan dengan buah lain, dapat mempercepat proses fermentasi dalam usus, menghasilkan gas, dan menyebabkan perut kembung.
Dikutip dari media Hellosehat, buah lain yang perlu diwaspadai adalah kombinasi pisang dan durian. Kedua buah ini kaya akan gula dan kalori, yang jika dikonsumsi bersamaan dapat meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Hal ini tentu berisiko bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang berusaha mengontrol berat badan.
Selain itu, kombinasi buah manis dan asam seperti mangga dengan jeruk juga sebaiknya dihindari. Dr. Aini menjelaskan bahwa buah manis dan asam memiliki waktu pencernaan yang berbeda, sehingga bisa menyebabkan fermentasi dalam usus dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Sementara itu, ada juga beberapa buah yang baik dikonsumsi bersama. Buah beri seperti stroberi, blueberry, dan raspberry, misalnya, memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan dapat dikombinasikan dengan yogurt untuk sarapan sehat. Kombinasi ini baik untuk pencernaan dan memberikan energi yang tahan lama.
Di Indonesia, banyak orang menikmati buah sebagai camilan atau penutup makan. Namun, penting untuk mengetahui kombinasi buah yang tepat agar manfaat kesehatannya dapat diperoleh secara optimal. Buah seperti pepaya, nanas, dan jambu biji sebaiknya dikonsumsi secara terpisah atau dengan sedikit jeda waktu dari buah lain.
Efek negatif dari kombinasi buah yang tidak tepat dapat beragam. Selain gangguan pencernaan, beberapa orang juga melaporkan mengalami alergi atau reaksi intoleransi makanan. Gejala yang timbul bisa berupa gatal-gatal, ruam kulit, atau bahkan kesulitan bernapas pada kasus yang parah.
Bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti sindrom iritasi usus atau intoleransi fruktosa, kombinasi buah yang salah dapat memperburuk gejala yang dialami. Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan jenis dan cara mengkonsumsi buah-buahan.
Agar tetap sehat, ada baiknya mengonsumsi buah dengan jeda waktu sekitar 30 menit hingga satu jam antar jenis buah. Ini memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk memproses satu jenis buah sebelum menerima jenis yang lain, sehingga mengurangi risiko gangguan pencernaan.
Menjaga pola makan yang sehat dengan menghindari kombinasi buah yang berpotensi merugikan adalah langkah bijak. Kombinasi yang tepat tidak hanya mendukung kesehatan pencernaan, tetapi juga memastikan tubuh mendapatkan nutrisi secara optimal dari setiap buah yang dikonsumsi.
Meskipun buah merupakan komponen penting dalam diet sehat, memahami cara mengkonsumsinya dengan benar adalah kunci untuk mendapatkan manfaat maksimal dan menghindari efek negatif yang tidak diinginkan. (Stg)










