Home / Tak Berkategori

Senin, 19 Agustus 2024 - 11:11 WIB

Paetongtarn Shinawatra Terpilih sebagai Perdana Menteri Termuda Thailand, Babak Baru dalam Dinasti Politik Shinawatra

Paetongtarn Shinawatra resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand (Foto: APnews)

Paetongtarn Shinawatra resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand (Foto: APnews)

Thailand, suararepubliknews.com – Pada Jumat, 16 Agustus 2024 yang lalu, Paetongtarn Shinawatra resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand, mencatatkan sejarah sebagai pemimpin termuda dalam sejarah negeri Gajah Putih tersebut. Paetongtarn, yang baru berusia 37 tahun, menjadi perdana menteri ke-31 Thailand, sekaligus perempuan kedua yang menduduki jabatan tersebut setelah bibinya, Yingluck Shinawatra.

Sosok Muda yang Didukung Dinasti Politik

Seperti dilansir dari berbagai sumber, Paetongtarn terpilih dengan suara mayoritas, mengamankan 319 suara di Dewan Perwakilan Rakyat. Ia dicalonkan sebagai kandidat tunggal oleh koalisi yang berkuasa dari partainya, Pheu Thai, setelah Mahkamah Konstitusi Thailand mencabut jabatan perdana menteri sebelumnya. Meskipun telah meraih dukungan kuat dari parlemen, Paetongtarn masih memerlukan pengesahan resmi dari Raja Maha Vajiralongkorn untuk secara resmi menjabat dan menunjuk kabinetnya.

Sebagai putri bungsu dari mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, Paetongtarn adalah pendatang baru di dunia politik. Namun, namanya telah dikenal luas di Thailand sebagai bagian dari dinasti politik Shinawatra, yang telah mendominasi panggung politik Thailand selama dua dekade terakhir. Sebelumnya, ia menjadi sorotan publik saat melahirkan dua hari sebelum pemungutan suara nasional pada Mei tahun lalu.

Dukungan dan Tantangan bagi Pemimpin Baru

Pemilihan Paetongtarn sebagai perdana menteri menambah babak baru dalam dinamika politik Thailand yang penuh gejolak. Meskipun masih menunggu pengesahan resmi, Paetongtarn telah berterima kasih kepada para pendukungnya dan menyatakan komitmennya untuk memimpin dengan baik di bawah pengawasan publik yang ketat. “Saya akan melakukan yang terbaik dalam posisi ini,” ucapnya dengan penuh keyakinan.

Paetongtarn menggambarkan dirinya sebagai pemimpin dengan pandangan sosial yang liberal, mendukung hak-hak LGBTQ+ dan undang-undang kesetaraan pernikahan yang baru disahkan di Thailand. Namun, ia juga berkomitmen untuk mengambil sikap tegas terhadap masalah narkoba dan menentang amandemen undang-undang lèse majesté yang kontroversial di Thailand.

Dinasti Shinawatra: Berkah dan Kutukan

Meskipun terpilih dengan dukungan kuat, tantangan besar menanti Paetongtarn sebagai pemimpin baru Thailand. Sebagai anggota ketiga dari keluarga Shinawatra yang menjabat sebagai perdana menteri, ia harus menghadapi stigma bahwa posisinya tidak terlepas dari bayang-bayang ayahnya, Thaksin Shinawatra. Thaksin, yang kembali ke Thailand setelah 15 tahun dalam pengasingan, masih memiliki pengaruh besar di kalangan pendukung Pheu Thai. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran bahwa Paetongtarn mungkin lebih memprioritaskan kepentingan keluarga dibandingkan kepentingan rakyat.

Seorang pengamat politik menyatakan, “Bagaimana kita bisa yakin bahwa Paetongtarn, sebagai perdana menteri, melayani kepentingan rakyat Thailand dan bukan ayahnya?”

Masa Depan Politik Thailand di Bawah Paetongtarn

Posisi Paetongtarn dalam pemerintahan Thailand tetap rentan, terutama mengingat sejarah politik Thailand yang penuh intrik dan konflik. Pencopotan mendadak mantan Perdana Menteri Srettha Thavisin oleh Mahkamah Konstitusi baru-baru ini menunjukkan betapa cepat dan brutalnya perubahan politik di Thailand.

Keberhasilan Paetongtarn dalam memimpin Thailand akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, menjaga kestabilan politik, serta memastikan bahwa ia benar-benar dapat memimpin untuk kepentingan rakyat Thailand, bukan sekadar meneruskan warisan dinasti politik keluarganya. (Stg)

Share :

Baca Juga

Penyerahan Tersangka dan Barang Bukti: Kasus Pencucian Uang Tersangka ARPG

Jawa Barat

Polresta Cirebon Ungkap 4 Kasus Narkoba dan Amankan 4 Tersangka
Disperindak Prov. Maluku Gelar Pasar Murah Mobile di Pulau Ambon Guna Menghadapi Natura
Komjen Boy Rafli Amar Meminta Maaf Terkait Polemik Data BNPT Soal 198 Pesantren  Terafiliasi Jaringan Terorisme.
Polda Sumsel Gelar Press Release Dugaan Pidana Pornografi Anak
Anggota Polri dari Tujuh Satker Polda Maluku Tadarus Alquran di Mushollah Ar Rahman

Tulungagung

Pengukuhan Aliansi Bem Tulungagungagent Of Change Demi Kemajuan Kabupaten Tulungagung
ADA APA DI “SD KANISIUS KENALAN”, UNESCO MENDATANGI SEKOLAH TERSEBUT?

Contact Us