Antusiasme Masyarakat Desa Winong Tetap Tinggi dalam Expo UMKM, Pentas Seni Budaya, dan Campursari Sebagai Penutup
Tulungagung, suararepubliknews.com – Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Winong, Kecamatan Kalidawir, dengan menggelar Expo UMKM Ekonomi Kreatif yang diikuti oleh 25 stand bazar, berakhir dengan sukses. Berbagai acara yang ditampilkan, mulai dari Bazar UMKM, Senam Massal, Pentas Seni Budaya, hingga Campursari sebagai penutup, berhasil menyedot antusiasme masyarakat dari hari pertama hingga malam penutupan.
Expo ini berlangsung selama tiga hari, dimulai pada Kamis hingga Sabtu malam (19-21 September 2024), dan bertempat di halaman parkir wisata Puncak Jowin. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif, khususnya UMKM di Desa Winong.
Bazar UMKM hingga Seni Budaya Mewarnai Expo Tiga Hari di Puncak Jowin
Bazar UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal menjadi daya tarik utama. Stand-stand tersebut menawarkan kerajinan tangan, makanan khas, hingga produk kreatif lainnya yang diproduksi oleh warga desa setempat. Tidak hanya itu, senam massal dan pentas seni budaya turut menambah kemeriahan acara.

Antusiasme masyarakat tetap terjaga sepanjang acara. Pada malam terakhir, seni Campursari dipilih sebagai penutup, yang mampu memukau pengunjung dan menjadi daya tarik tersendiri. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia yang diwarnai semangat kebersamaan dan inovasi dari warga Desa Winong.
Suksesnya Expo Jadi Harapan untuk Kemajuan Ekonomi UMKM Desa
Kepala Desa Winong, Sutejo, menyampaikan rasa syukurnya atas suksesnya acara ini. “Alhamdulillah, kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Winong bersama segenap masyarakat Winong berjalan lancar dan sukses. Dari hari pertama hingga malam terakhir, antusiasme masyarakat terus memenuhi lokasi bazar. Semoga dengan terselenggaranya kegiatan saat ini, dalam semangat peringatan HUT RI ke-79, masyarakat Desa Winong bisa lebih maju, kreatif, serta inovatif di berbagai bidang, terutama dalam ekonomi UMKM,” terang Sutejo.
Acara ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta meningkatkan daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas. Kegiatan serupa di masa mendatang diharapkan terus berlangsung sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif dan UMKM. (Yps/Kbt)










