Home / Tak Berkategori

Kamis, 6 Oktober 2022 - 21:01 WIB

Pemkab Muba Dorong Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Sektor Komoditi

Pj Bupati H Apriyadi Peduli Petani Muba Garap Sektor Hilir

Sekayu, Tanpa gembar-gembor, Pj Bupati Musi Banyuasin (Muba) H

Apriyadi terus menyasar penguatan lembaga bagi pelaku ekonomi di desa.

Apriyadi aktif menggerakkan laju ekonomi di sektor perkebunan yang

jadi penopang ekonomi warga Muba yakni karet dan sawit.

Saat ini,kata Apriyadi, di Muba ada sebanyak 17 ribu hektar kebun yang

tertanam program replanting kelapa sawit. Dari jumlah itu, 7 ribu

hektar kebun kelapa sawit milik petani rakyat sudah menghasilkan.

Rata-rata petani sawit yang tergabung dalam KUD peserta peremajaan

sawit masa tanam 2017 sudah ‘bergaji’ Rp 4 juta per bulan.

Sukses pelaksanaan replanting sawit di Bumi Serasan Sekate ini menarik

minat sejumlah petani untuk ikut program peremajaan dengan membentuk

KUD. Apriyadi meyakini jika semua KUD di Muba sudah rampung mewujudkan

replanting dengan benar maka langkah berikutnya yakni pendirian pabrik

sawit swadaya bisa terwujud.

Pendirian pabrik juga bisa dikembangkan menjadi sumber energi baru

terbarukan sesuai kebijakan Pemerintah Pusat untuk menekan penggunaan

BBM berbahan fosil. Karenanya Apriyadi mendorong petani sawit rakyat

agar mengikuti program replanting untuk yang sudah berusia diatas 25

tahun.

“Kelapa sawit ini akan menjadi sektor perkebunan yang sangat

menjanjikan ke depannya. Oleh sebab itu kualitas kelapa sawit petani

rakyat kita harus bagus dan berkualitas. Syaratnya harus dilakukan

peremajaan, dengan pola yang baik dan benar sesuai skema pemerintah,”

ungkap Apriyadi saat menerima perwakilan Kepala Desa dan Ketua

Koperasi Unit

Desa (KUD) (06/10/2022).

Menurutnya, dengan persiapan-persiapan tersebut tentu Kabupaten Muba

sangat strategis untuk mendirikan pabrik kelapa sawit yang dikelola

langsung petani sawit mandiri bersama KUD dan warga setempat.

Sedangkan pada komoditi karet, Muba paling banyak membentuk Unit

Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). Tercatat, ada 122 UPPB sesuai

data Dinas Perkebunan Muba hingga Oktober 2022.

“Tahun ini ada 14 gedung dan 9 pelataran UPPB kita bangun. Hingga 2022

ini sudah 50 gedung dan 20 pelataran UPPB yang diserahkan kepada para

petani karet. Tentu masih banyak yang harus kita buat bagi petani.

Apalagi pertumbuhan UPPB di Muba juga sangat bagus, “terang Apriyadi.

Agar serapan getah karet makin luas dan berimbas pada ekonomi

petani,Apriyadi menjalin kerjasama dengan pihak swasta Kabupaten Musi

Banyuasin (Muba) memiliki potensi kekayaan SDA di sektor pekebunan

karet seluas 466.393,4 ha dengan kapasitas produksi mencapai 419.742

ton yang di dominasi perkebunan rakyat sebanyak 98,5%.

Garapan di hilir ini guna mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan

nilai tambah komoditas yang dimiliki. “Dengan menghasilkan barang

setengah jadi maupun barang jadi yang nilai jualnya lebih tinggi dan

harga lebih stabil dari pada harga bahan baku,” tegas dia.

Pj Bupati Muba H Apriyadi menjajagi kerjasama PT Bumi Rambang

Palembang, untuk pengolahan dan pemasaran lateks pekat dengan Unit

Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) di Kabupaten Muba.

“Untuk itu, Pemkab Muba akan terus membantu UPPB diantaranya mendorong

hilirisasi karet. pengembangan sektor hilir komoditas perkebunan di

Muba diperkuat dengan pengembangan infrastruktur pembangunan jalan

berbasis aspal karet lateks. Pembangunan pabrik centrifuge lateks di 3

Kecamatan yaitu Keluang, Sekayu dan Babat Toman,”ungkapnya.

Direktur Utama PT Bumi Rambang Palembang Ibadallah Bajumi didampingi

Direktur Pabrik Rangga Sumadibrata menyampaikan bahwa tujuan utama

rencana kerjasama pengolahan dan pemasaran Lateks Pekat ini yaitu,

sebagai pintu pembuka peluang besar bagi keberlangsungan sektor

perkebunan karet.

” PT Bumi Rambang ini dapat membantu mengedukasi dan bekerjasama

dengan petani karet, apalagi di Kabupaten Muba sudah berdiri UPPB di

setiap kecamatan, bahkan ada tiga UPPB sebagai produsen lateks pekat

(Keluang, Babat Toman, Plakat Tinggi). Transformasi UPPB menjadi

entitas bisnis dengan Program UPPB badan hukum, dan melatih petani

untuk produksi lateks pekat dengan metode dadih, tinggal bagaimana

mengoptimalkan mesin-mesin yang sudah ada tersebut,”ujarnya.

“Kegiatan produksi lateks pekat dimulai dari penerimaan lateks kebun,

pendistribusian lateks kebun ke reception tank, pendistribusian lateks

kebun ke separator, proses separating, pendistribusian lateks pekat ke

storage tank dan pembekuan skim. Kita sudah 14 tahun berdiri dan

selama ini hanya gunakan karet dari kebun sendiri, alhamdulilah kami

sudah mempunyai jaringan pembeli tetap lateks pekat kami, salah

satunya perusahaan sarung tangan terbesar di indonesia,”bebernya.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir mengatakan,

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mendukung penuh kemajuan 122 UPPB

yang ada di 15 kecamatan.

“Pj Bupati terus mendorong dan membela petani baik sawit maupun karet

dan lainnya. Khusus sawit malah sudah mengarah pada industri hilir.

Begitupun untuk karet. Sejumlah UPPB dibantu mesin sentrifuse untuk

mengolah bokar menjadi latek pekat. Bupati baru-baru ini meneken

kerjasama untuk memperluas pasar latek pekat,” beber dia.

Dijelaskan Toyibir, di hulu pihaknya terus memperkuat kelembagaan.

Dari 122 UPPB sudah 50 lebih dibangunkan gedung dan pelataran.

Produksi karet yang dihasilkan menurutnya kini sudah menyentuh 5000

ton per bulan.

“Pak Bupati komitmen akan terus membangun hingga tahun ke depan bagi

UPPB yang syaratnya terpenuhi sesuai kemampuan anggaran kita. Salah

satu syarat mendapatkan bantuan gedung, tanah harus atas nama UPPB.

Untuk memastikan lokasi, juga menampilkan titik koordinat lahan atau

bangunan.”

Ketua UPPB Muba, Akhip mengapresiasi kepedulian Bupati Muba. Dirinya

senang sebab gedung dan pelataran lelang UPPB memang fital bagi

keberlangsungan petani karet.

“Gedung dan lapak lelang sangat bermanfaat untuk kegiatan pengumpulan

BOKAR dan proses administrasi timbang dan pembayaran hasil timbang

petani. Ke depan semoga semua UPPB sudah punya gedung dan lapak

lelang. Di luar persoalan fisik ini ada yang lebih penting yakni

dukungan pemerintah yang kami rasakan sampai sekarang,” kata dia

seraya berharap bantuan berikutnya bisa berupa pupuk serta alat

penunjang kerja seperti laptop dan printer,

Share :

Baca Juga

Kapolres Lebak Pimpin Upacara  Peringati Hari Kemerdekaan RI ke-78 Tahun 2023 Tingkat Polres Lebak
Dua Gol Pedri Bawa Spanyol Pesta Gol 5-1 atas Irlandia Utara
MK: Ambang Batas Pencalonan Presiden dan Wakil Presiden  20 persen
Pj. Bupati Lebak Hadiri Peringatan Hari Kartini Ke 145 Tingkat Kabupaten Lebak.
Prediksi Laga Panas Barcelona vs Brest: Duel Krusial Liga Champions
Reses Wakil Ketua DPRD Cimahi Edi Kanedi  Di Sambut Hangat Warga
Polres Metro Tangerang Kota Tangkap 50 Tersangka Kasus Curanmor, 127 TKP Terungkap dalam Dua Bulan
Partai Demokrat Kab. Bandung Rayakan HUT ke-23: Komitmen H.Asep Ikhsan untuk Melanjutkan Bedas Jilid 2

Contact Us