Home / Maluku

Senin, 30 Maret 2026 - 19:50 WIB

Hadiri Tradisi Pukul Sapu Lidi, Wakapolda Maluku: Pukul Sapu Lidi Jadi Simbol Keberanian dan Persaudaraan

MALUKU, SRN  – Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku menghadiri tradisi adat Pukul Sapu Lidi yang digelar dalam rangka 7 Syawal 1447 Hijriah di Negeri Morela dan Mamala, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (28/3/2026).

Tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-17 ini merupakan refleksi perjuangan Kapitan Tulukabessy dalam melawan penjajah Belanda di Benteng Kapahaha. Hingga kini, tradisi tersebut terus dilestarikan dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Maluku.

Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 7 Syawal ini berlangsung meriah dan sarat makna, serta dihadiri unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh adat, dan masyarakat, bahkan turut disaksikan wisatawan mancanegara.

Rangkaian acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan melalui Tari Manuhua di Lapangan Tulukabessy, dilanjutkan dengan prosesi sakral pembakaran obor Kapitan Tulukabessy sebagai simbol semangat perjuangan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berbagai pertunjukan seni tradisional turut memeriahkan suasana, di antaranya Tari Rete, Tari Salewangi, Tari Lissa Kapahaha, hingga Tari Cakalele yang mencerminkan nilai kepahlawanan masyarakat Maluku.

Raja Negeri Morela, Fadil Sialana, menyampaikan bahwa tradisi Pukul Sapu Lidi bukan sekadar ritual budaya, tetapi memiliki nilai filosofis yang mendalam.

“Tradisi ini bukan ajang balas dendam, melainkan wujud syukur, sarana mempererat silaturahmi, serta memupuk keberanian dan semangat persatuan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, juga mengapresiasi konsistensi masyarakat dalam menjaga warisan budaya tersebut.

“Pukul Sapu Lidi adalah warisan luhur yang membentuk karakter, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai sportivitas dalam kehidupan bermasyarakat,” kata Gubernur.

Sementara itu, Wakapolda Maluku Brigjen Pol Imam Thobroni menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal sekaligus upaya menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Mengajak Aggota Untuk Memakmurkan Mesjid pada Kegiatan Binrohtal Bersama Personel Muslim Polda Maluku

“Tradisi Pukul Sapu Lidi mengandung nilai-nilai positif seperti keberanian, persaudaraan, dan persatuan. Ini menjadi kekuatan sosial yang harus terus dijaga bersama sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Maluku,” ungkap Wakapolda.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk melalui pelestarian tradisi budaya.

Kehadiran Forkopimda dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen bersama dalam merawat warisan budaya sekaligus memperkuat persatuan masyarakat di Bumi Raja-Raja. ( Dhet ).

Share :

Baca Juga

Maluku

Stabilisasi Harga Beras Satgas Pangan Polda Maluku Rakor Bersama Distributor dan Pelaku Usaha

Maluku

Polda Maluku Gelar Latihan Pra-KRYD 2026, Perkuat Kesiapan Personel Jelang Operasi Pekat dan Ketupat

Maluku

Wakapolda Pimpin Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasda Maluku

Maluku

Sentuhan Motivasi Pangdam XV/Pattimura Saat Berikan Penghargaan Kepada Sembilan Prajurit Berprestasi

Maluku

Polda Maluku Kerahkan 2.201 Personel Amankan Operasi Ketupat Salawaku 2026, 78 Pos Pengamanan Disiapkan

Maluku

Amankan Malam Pergantian Tahun, Kapolda Maluku Bersama Forkopimda Ikuti Pantauan Situasi Nasional Bersama Kapolri dan Panglima TNI

Maluku

Hitung Mundur Ground Breaking Blok Masela, Pangdam Pattimura Cek Langsung Kesiapan di Tanimbar

Maluku

Kapolda Maluku Silaturahmi Kamtibmas dan Perkuat Sinergi dengan Harian Rakyat Maluku

Contact Us