Home / Tak Berkategori

Kamis, 12 September 2024 - 22:19 WIB

Kemenkes Tegaskan Vaksin Mpox Bukan Eksperimental, Sudah Dapat Persetujuan WHO dan BPOM

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dr. Mohammad Syahril

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dr. Mohammad Syahril

Kementerian Kesehatan RI memastikan bahwa vaksin cacar monyet (Mpox) yang digunakan di Indonesia bukanlah vaksin eksperimen, melainkan sudah memenuhi standar internasional dan nasional untuk digunakan dalam kondisi darurat.

Jakarta, suararepubliknews.com – Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dr. Mohammad Syahril, menyatakan bahwa vaksin cacar monyet (Mpox) yang digunakan di Indonesia sudah mendapat persetujuan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini ditegaskannya untuk meluruskan informasi yang keliru di masyarakat, yang menyebutkan bahwa vaksin Mpox merupakan vaksin eksperimen.

“Vaksin Mpox sudah menerima Emergency Use Listing (EUL) dari WHO dan Emergency Use Authorization (EUA) dari BPOM, yang berarti vaksin ini boleh digunakan dalam kondisi darurat,” kata Syahril dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (12/9/2024), seperti dikutip dari Antara.

Menanggapi Penolakan Vaksin Mpox oleh Masyarakat

Seperti dilansir dari media terpercaya, Syahril memberikan penjelasan ini setelah munculnya narasi yang mengklaim bahwa vaksin Mpox di Indonesia masih dalam tahap eksperimen. Klaim tersebut memicu penolakan vaksin oleh sebagian masyarakat, meskipun vaksinasi telah dimulai sejak ditemukan kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia pada 2023.

Pemantauan Ketat oleh Komnas KIPI

Untuk memastikan keamanan dan manfaat dari vaksin Mpox, Kemenkes melibatkan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) dalam pemantauan. “Komnas KIPI turut serta dalam memantau keamanan dan memastikan manfaat pemberian vaksin Mpox sebagai langkah preventif terhadap penularan virus Mpox (MPXV),” tambah Syahril.

Jenis Vaksin Mpox yang Digunakan: MVA-BN

Vaksin Mpox yang digunakan di Indonesia adalah jenis Modified Vaccinia Ankara-Bavarian Nordic (MVA-BN), yang merupakan turunan dari vaksin cacar (smallpox) generasi ketiga. Vaksin ini bersifat non-replicating, yang artinya tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh manusia, sehingga lebih aman untuk digunakan. Pelaksanaan vaksinasi dengan MVA-BN dimulai sejak 2023, setelah adanya temuan kasus Mpox di Indonesia.

Syahril menegaskan bahwa penggunaan vaksin Mpox ini merupakan bagian dari strategi nasional untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus Mpox dan melindungi kesehatan masyarakat Indonesia. (Stg)

Share :

Baca Juga

Pembimas Kristen Kakanwil Kemenag Provinsi Banten Mendapatkan Penghargaan Gelar Doctor Honorist Causa(HC)Dari Institut Bethany Bible School, Seminary India, Yayasan Nusantara Bersatu
Mulyani: Petugas TRC Dinsos Kota Tangerang Selalu siaga 24 Jam
Israel Umumkan Pendaftaran Bertahap 7.000 Orang Yahudi Ultra-Ortodoks untuk Dinas Militer
Perkuat Sinergitas, Kapolresta Cirebon Terima Kunjungan Silaturahmi Baznas Kabupaten Cirebon

Banten

Puskesmas Pulomerak gelar Pemeriksaan ANC dan USG Gratis untuk Ibu Hamil

Tapanuli Raya

Polres Humbang Hasundutan Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026

Maluku

Kunjungi SMPN 1 Dobo, Polres Kepulauan Aru Berikan Himbauan Kamtibmas
Kasus BSM tahun 2021 dihentikan Beberapa LSM Datangi Kejari Tulungagung

Contact Us