Home / Tak Berkategori

Sabtu, 20 Desember 2025 - 05:33 WIB

Pencarian Basarnas Tapteng Dinilai Lamban, Di Mana Tanggung Jawab Kepala Desa pagaran Honas kecamatan badiri Tapteng Sumut.

Tapteng, Suarararepubliknews.com – Kejadian bencana alam tanah longsor yang melanda Desa Pagaran Honas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Selasa, 25 November 2025, menyisakan kekecewaan besar.

Hingga hari ini, isu mengenai Minim Pencarian Basarnas Tapteng menjadi sorotan tajam publik lantaran belum adanya langkah evakuasi yang signifikan terhadap korban yang tertimbun material tanah.

Peristiwa yang terjadi pada sore hari tersebut melibatkan seorang tokoh masyarakat yang sangat dihormati bernama Abbul Sitompul, yang dilaporkan hilang kontak saat sedang berusaha menyelamatkan warga lainnya.

Sebagai sosok yang dituakan di Desa Pagaran Honas, Bapak Abbul Sitompul dengan gagah berani memastikan keselamatan sebagian besar warga sebelum longsor besar benar-benar menghantam pemukiman tersebut.

Sangat disayangkan, setelah beliau kembali ke area desa untuk memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak di bawah guyuran hujan lebat, longsor susulan terjadi dan memutus akses komunikasi hingga saat ini.

Kritik keras kini tertuju pada efektivitas Minim Pencarian Basarnas Tapteng yang dinilai pihak keluarga hanya datang ke lokasi bencana untuk sekadar melakukan dokumentasi foto saja tanpa tindakan nyata.

Keluarga korban merasa diabaikan karena tim penyelamat resmi tersebut terkesan hanya menjalankan prosedur administrasi lalu meninggalkan lokasi, bukannya mengerahkan tenaga maksimal untuk melakukan penggalian korban.

Akibat ketidakpastian ini, pihak keluarga terpaksa mengambil alih tanggung jawab dengan melakukan pencarian secara mandiri menggunakan alat yang sangat terbatas seperti cangkul dan peralatan dapur lainnya.

Kekecewaan masyarakat semakin memuncak saat mengetahui bahwa Kepala Desa Pagaran Honas justru tidak berada di tempat tugasnya saat musibah besar ini menimpa wilayah yang seharusnya beliau pimpin.

Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa sang Kepala Desa ternyata berdomisili di Desa Kebun Pisang dengan jarak tempuh mencapai 30 kilometer dari lokasi bencana di Desa Pagaran Honas.

Ketidakhadiran fisik pemimpin desa ini dianggap sebagai bentuk pengabaian tanggung jawab, mengingat koordinasi ke tingkat pemerintah pusat maupun daerah sangat bergantung pada peran aktif seorang Kepala Desa.

Sampai detik ini, tidak ada upaya konfirmasi atau koordinasi lanjut dari pihak desa kepada keluarga korban Abbul Sitompul mengenai bagaimana kelanjutan proses evakuasi yang seharusnya dilakukan secara profesional.

Masyarakat mendesak Bupati Tapanuli Tengah, Bapak Masinton Pasaribu, S.H., M.H., untuk segera turun tangan memantau kinerja jajaran di bawahnya yang dianggap lalai dalam menangani krisis kemanusiaan ini.

Permasalahan domisili Kepala Desa yang melanggar aturan administratif ini juga harus menjadi catatan penting bagi Inspektorat Tapanuli Tengah agar integritas kepemimpinan di desa tersebut dapat segera dipulihkan.

Pemerintah kabupaten diharapkan segera memberikan instruksi tegas kepada pihak terkait agar Minim Pencarian Basarnas Tapteng segera berubah menjadi operasi penyelamatan berskala penuh dengan bantuan alat berat.

Ketidakpedulian birokrasi dalam menghadapi nyawa manusia di Desa Pagaran Honas adalah sebuah catatan kelam yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa adanya pertanggungjawaban dari instansi yang berwenang.

Tragedi ini menuntut aksi nyata lebih dari sekadar kunjungan dokumentasi, karena keluarga Abbul Sitompul masih menanti kepastian di tengah tumpukan tanah yang belum tersentuh oleh bantuan alat modern sedikit pun.

Keberanian seorang warga yang menyelamatkan banyak nyawa harus dibalas dengan keseriusan pemerintah dalam melakukan pencarian, bukan dengan kelesuan koordinasi dan ketidakhadiran pemimpin di garis depan bencana.

Kesimpulannya, penanganan bencana di Desa Pagaran Honas memerlukan langkah diplomatik yang tegas serta pengawasan langsung dari Bupati agar hak-hak korban dan keluarga segera terpenuhi melalui aksi evakuasi yang layak.

Diharapkan adanya perubahan signifikan dalam prosedur pencarian agar kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparat pemerintah dan tim penyelamat di wilayah Tapanuli Tengah dapat kembali terbangun dengan baik. (S Sitompul)

Tag: Tapanuli Tengah, Basarnas, Longsor, Pagaran Honas, Masinton Pasaribu

Share :

Baca Juga

Jawa Barat

Pemkot Cirebon Optimistis Tekan Angka Stunting Secara Berkelanjutan Berbasis Intervensi Tepat Sasaran

Tangerang Raya

DLHK Kabupaten Tangerang Terkesan Bungkam soal Dugaan Pengelolaan Limbah B3, Publik Pertanyakan
Pupuk Subsidi Pemerintah Masih Jadi Permainan Oleh Mafia

Jawa Barat

Tingkatkan Kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemkot Cirebon Fokus pada Inflasi, Digitalisasi, dan Pemberdayaan UMKM
Bupati Humbahas Buka Sosialisasi PBJ di Desa se-Kecamatan Baktiraja
KKG Gusek IV Gelar Pertemuan, Fokus Peningkatan Mutu Pendidikan
Perihal Argo Wilis, Laporan Keuangan Ke BPK Disulap Oleh Disbudpar dan Bapenda Kabupaten Tulungagung
Bupati Humbahas Kukuhkan 7 Kepala Desa di Kecamatan Baktiraja

Contact Us