Edi Sofyan Anggota Praksi PPP, Kota Cimahi.
Kota Cimahi, Suara Republik News.Com,- Reses Yang Berujung Keracunan Akibat Konsumsi Nasi Box , mendapat Respon Dari Warga Masyarakat yang kurang baik, namun hal.itu cepat dapat di tangani oleh salah satu dari
Anggota DPRD Kota Cimahi Fraksi PPP Edi Sofyan.Ia menjelaskan soal pelaksanaan reses yang berujung warga keracunan massal.
Anggota DPRD Kota Cimahi yang melaksanakan kegiatan reses berujung ratusan warga bertempat di Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, keracunan , Edi Sofyan akhirnya angkat bicara.
Kegiatan reses yang menghadirkan sekitar 350 tamu undangan itu merupakan agenda DPRD Kota Cimahi yang sudah terjadwal sebelumnya. Anggota DPRD yang melaksanakan reses di lokasi tersebut, yakni Edi Sofyan, dari PPP.
Karena itu, Edi Sofyan langsung meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Keracunan massal itu terjadi sehari setelah resesnya selesai dilaksanakan pada Sabtu (23/7/2023). Sementara dirinya langsung menuju ke luar kota untuk melaksanakan kunjungan kerja.
“Saya meminta maaf atas peristiwa yang terjadi, terutama bagi konstituen yang mengikuti reses. Saat itu saya sedang di luar kota, langsung pulang ke Cimahi setelah dapat laporan dari salah satu warga,” kata Edi saat ditemui awak Media di Kantor DPRD Kota Cimahi, Senin (24/7/2023).
Selanjutnya, Edi mengatakan, sejak menerima laporan pihaknya terus melakukan pendataan warga yang mengalami keracunan untuk ditangani secara instansi dan diberikan bantuan. Ujarnya.
Soal penunjukan katering yang menyediakan nasi boxs itu, yakni panitia lokal kegiatan reses. Ia sendiri tidak turut mengonsumsi nasi boxs tersebut lantaran mendahulukan untuk tamu undangan.
“Saya sempat cek sebelum kegiatan mulai, sekitar jam 1 siang semuanya saya kira kondisinya layak dikonsumsi. Kebetulan saya tidak makan, karena buat tamu dulu, ternyata akhirnya malah seperti ini,” kata Edi.
Edi menjelaskan , sejak menerima laporan, pihaknya terus melakukan pendataan warga yang mengalami keracunan untuk ditangani secara intensif dan diberikan bantuan.
“Sudah sewajibnya saya memberikan bantuan dan dukungan. Sudah pasti kalau materi dan moril, saya juga tidak melihat itu konstituen saya atau bukan, yang penting itu warga Cimahi dan wajib dibantu,” ujar Edi.
Edi menyebut saat ini pihak kepolisian sudah turun tangan menginvestigasi kasus keracunan massal tersebut. Ia menegaskan siap diperiksa sebagai bentuk pertanggung jawaban.
“Sampai saat ini belum ada (panggilan pemeriksaan), tapi pasti akan dimintai keterangan oleh polisi, saya pasti siap,” ujar Edi.
Sementara itu Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Cimahi, Totong Solehudin mengatakan, kalau pihaknya tidak mengetahui soal penunjukan katering pada kegiatan reses di Kelurahan Padasuka.
“Kami melakukan sesuai SOP, penunjukan diserahkan ke panitia lokal. Siapa yang ditunjuk, tentunya yang memenuhi syarat. Kalau Setwan hanya memfasilitasi, jadi mereka bekerja dulu nanti kami bayar,” kata Totong.
Totong mengatakan dua pegawai Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Cimahi yang menjadi pendamping reses di Kelurahan Padasuka itu juga turut menjadi korban.
“Anggota Setwan ada dua orang. Bahkan mereka ikut mengonsumsi dan ada dua-duanya juga kena. Sekarang dirawat di rumah sakit,” Selanjutnya kita sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Cimahi.Ujar Totong Solehudin.S.Sos.M.SI / Setwan Kota Cimahi .
(Tera/Tim)”










