Home / Tak Berkategori

Kamis, 18 Juli 2024 - 13:57 WIB

Kejari Jayapura Tangkap Pejabat Korupsi 1,9 Miliar: Dermaga Rakyat Tak Terealisasi

ART,  diduga melakukan kegiatan korupsi yang merugikan negara lebih dari 1,9 Miliar Rupiah

ART, diduga melakukan kegiatan korupsi yang merugikan negara lebih dari 1,9 Miliar Rupiah

Jayapura, suararepubliknews.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura telah menetapkan ART sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan. ART, yang merupakan Pejabat Pelaksana Teknis pada Kegiatan (PPTK) pada proyek Pembangunan Dermaga Rakyat di Kampung Teba tahap I pada Dinas Perhubungan Kabupaten Mamberamo Raya Tahun Anggaran 2021, diduga melakukan kegiatan korupsi yang merugikan negara lebih dari 1,9 miliar rupiah.

Proses Penetapan Tersangka

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jayapura, Lukas Alexander Sinuraya, mengatakan bahwa ART ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan Tindak Pidana Korupsi proyek Pembangunan Dermaga Rakyat di Kampung Teba. “Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura Nomor Print-01/R.1.10/Fd.1/07/2024 Tanggal 17 Juli 2024,” ujar Alexander Sinuraya kepada wartawan, Rabu (17/7/2024).

Penyelidikan dan Penyidikan

Sebelumnya, pihak Kejari telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura Nomor Print-01/R.1.10/Fd.1/06/2023 Tanggal 23 Juni 2023 jo Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura Nomor Print-04/R.1.10/Fd.1/07/2024 Tanggal 12 Juli 2024 tentang Dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan kegiatan pembangunan Dermaga Rakyat di Kampung Teba tahap I.

Modus Operandi Tersangka

“Tersangka selaku pengendali kegiatan tidak melaksanakan proses pelelangan namun menunjuk langsung rekanan CV. Sidokerti untuk melaksanakan pekerjaan pengadaan 85 batang tiang pancang jembatan,” jelas Alexander Sinuraya.

Detail Proyek dan Kerugian Negara

Berdasarkan Kontrak No: 04/Kontrak/DRMG.TEBA/DISHUB-MR/V/2021 tanggal 03 Mei 2021, nilai proyek mencapai Rp.3.122.427.000, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus T.A 2021, dengan masa pekerjaan selama 150 hari kalender, dari 3 Mei 2021 hingga 20 September 2021.

Lukas Sinuraya menyebutkan bahwa rekanan tidak melaksanakan pekerjaan pengadaan, serta tersangka berperan aktif dalam proses pencairan dana kepada rekanan yang tidak sesuai dengan fakta/hasil pekerjaan di lapangan sehingga negara dirugikan sebesar Rp. 1.937.193.912, sesuai dengan hasil perhitungan Inspektorat Kabupaten Mamberamo Raya.

Penahanan Tersangka

Selanjutnya, tersangka ART selaku Pejabat Pelaksana Teknis pada kegiatan Pekerjaan Pembangunan Dermaga Rakyat di Kampung Teba tahap I pada Dinas Perhubungan Kabupaten Mamberamo Raya Tahun Anggaran 2021 langsung dilakukan penahanan.

Pasal yang Dikenakan

Kajari Jayapura menambahkan, atas perbuatan tersangka ART dikenakan pasal 2 ayat (1) jo pasal 3 jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. (Mzr/Stg)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bahu Membahu, Brimob Pindahkan Rumah Terseret Banjir yang Melintang di Jalan Nasional Tamiang–Langsa
Masyarakat Mengeluh, Diduga Proyek Rehabilitasi Jalan Kelurahan Koang Jaya Pakai Kastin Bekas dan Asal Jadi.

Muba

Gencarkan Perkuat Tata Kelola Informasi Desa, Dinkominfo Muba Fasilitasi Pembentukan PPID di Desa Rimba Ukur, Pentingnya PPID Desa, Wujud Keterbukaan Informasi Publik di level Desa.
Patroli Kesehatan Personel Pengamanan Pilkada 2024: Satgas Banops Bid Dokkes Polda Maluku Pastikan Kondisi Prima
Jumat Curhat Kapolres Aceh Barat di Dayah Istiqamatuddin Darussunnah
Gubernur Maluku Kungker ke Pulau Buru dan di Beberapa Kecamatan
Anggota Unit Reskrim Polsek Rangkasbitung Evakuasi Tenggelamnya Dua Siswa SMK N 1 Rangkasbitung

Buru

Gmpri Cabang Buru Desak Presiden, Kapolri & Menteri Esdm Copot Kapolres Buru Buntut Maraknya Tambang Ilegal

Contact Us