Home / Tak Berkategori

Selasa, 6 Agustus 2024 - 11:47 WIB

Nguri-Nguri Budaya, Pemdes Jenglungharjo Gelar Genduri & Ruwatan

Pemerintah Desa Jenglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, menggelar Genduri Adat dan juga Ruwatan

Pemerintah Desa Jenglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, menggelar Genduri Adat dan juga Ruwatan

Tulungagung, suararepubliknews.com – Senin (06/08/2024) – Indonesia terkenal akan berbagai adat istiadat dan kesenian yang harus dilestarikan. Bulan Suro, yang dianggap sakral oleh masyarakat Jawa, sering digunakan untuk menggelar berbagai kegiatan adat seperti genduri, bersih desa, hingga ruwatan.

Genduri Adat dan Ruwatan di Desa Jenglungharjo

Memasuki awal bulan Agustus, yang masih dalam bulan Suro, tepatnya pada hari Senin Wage malam Selasa Kliwon 29 Suro wuku Kurantil (05/08), Pemerintah Desa Jenglungharjo, Kecamatan Tanggunggunung, menggelar Genduri Adat dan juga Ruwatan.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Jenglungharjo beserta seluruh perangkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas Desa Jenglungharjo, LPM, BPD, RT/RW, tokoh masyarakat, karang taruna, hingga para sesepuh desa.

Tujuan Pelaksanaan Acara

Kepala Desa Jenglungharjo, Rudi Santoso, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan rutinitas tahunan yang penting untuk melestarikan budaya lokal. “Dalam rangka nguri-nguri budaya, menjadi rutinitas setiap tahun kami, Pemerintah Desa Jenglungharjo, bersama seluruh elemen masyarakat, menggelar Genduri Budaya serta Ruwatan. Semoga ke depannya masyarakat Jenglungharjo dijauhkan dari kesusahan, diberikan kesehatan serta rezeki yang melimpah,” jelasnya.

Pentingnya Melestarikan Adat dan Budaya

Genduri Adat dan Ruwatan ini bukan hanya sekadar upacara, tetapi juga bentuk rasa syukur dan harapan masyarakat agar dijauhkan dari kesusahan serta diberikan kemakmuran. Ruwatan, dalam budaya Jawa, dipercaya sebagai upaya untuk membuang sial dan membersihkan diri dari pengaruh buruk.

Antusiasme dan Partisipasi Masyarakat

Antusiasme masyarakat Desa Jenglungharjo terlihat jelas dalam acara tersebut. Seluruh elemen masyarakat, dari perangkat desa hingga tokoh masyarakat, turut serta dalam upacara ini. Kehadiran para sesepuh desa juga menambah kekhidmatan acara, mengingat mereka adalah penjaga tradisi dan adat istiadat yang diwariskan turun-temurun.

Melalui kegiatan ini, Desa Jenglungharjo menunjukkan komitmennya untuk melestarikan budaya dan adat istiadat. Diharapkan, acara seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya, tidak hanya sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga desa. (Yps/Kbt)

Share :

Baca Juga

TNI/Polri

Dari Kodam IV/Diponegoro untuk Aceh dan Sumatera: Uluran Tangan untuk Warga yang Tertimpa Musibah
Dugaan Pelanggaran Tambak Ikan Kerapu di Serang: FPK Siap Tindak Tegas Aduan Warga
Food Estate Humbahas Ciptakan Lapangan Pekerjaan Bagi Masyarakat Petani
Pangkoopsud II Pimpin Penerimaan Jabatan Kapen Koopsud II
Peringatan HUT Bhayangkara Ke – 77 Wilayah Kecamatan Tanggunggunung
Pemkab Muba Sambut Studi Banding Pemkab Tambrauw Papua Barat Daya
Danrem 071/Wijayakusuma : Jadikan Pola KUSUMA Dan WIJAYA sebagai Acuan Melaksanakan Tugas Pokok

Daerah

ODGJ Bengkulu Diperhatikan Serius: JBMI Gaet RSKJ Suprapto Demi Perubahan Nyata di Jalanan Kota

Contact Us