Ijma’ Umat Islam Sebagai Penjaga Sholat yang Benar dan Menghindari Penyimpangan Ajaran
Bantul, suararepubliknews.com – Ulama kharismatik Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang dikenal sebagai Gus Baha mengungkapkan pentingnya menjaga kesatuan dalam pelaksanaan sholat sesuai ajaran Islam yang telah disepakati bersama. Menurutnya, kesepakatan umat atau ijma’ dalam tata cara sholat bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban individu, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang mendalam dalam menjaga kemurnian dan keberlanjutan ajaran Islam di tengah masyarakat.
Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube @Sentrasantri, Gus Baha menjelaskan bahwa pelaksanaan sholat yang benar harus dilakukan dengan tumakninah, dalam tempat yang suci, serta mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh syariat. Ia menegaskan bahwa sholat yang benar menjadi sarana menjaga kelestarian ajaran Islam agar tidak tercampur dengan praktik-praktik yang menyimpang.
“Sholat kita dirikan baik secara personal dengan cara-cara tumakninah, kita suci di tempat yang suci,” ujar Gus Baha.
Ijma’ Umat Islam sebagai Benteng Keutuhan Sholat
Gus Baha menekankan bahwa ijma’ atau kesepakatan umat adalah benteng kuat yang menjaga keaslian tata cara sholat agar tidak ada interpretasi yang menyimpang dari syariat Islam. Melalui ijma’, umat Islam menyepakati tata cara pelaksanaan sholat yang benar, sehingga tidak ada ruang bagi aliran-aliran yang menyimpang, seperti melakukan sholat dengan arah yang berbeda atau mengubah jumlah rakaat yang telah ditetapkan.
Dalam pandangan Gus Baha, kesepakatan umat mencegah munculnya aliran-aliran sesat. Ia menyebutkan contoh kasus seseorang yang pernah mencoba melakukan sholat dengan empat rakaat menghadap empat arah, dengan alasan Tuhan tidak terbatas arah. Namun, ijma’ umat Islam dengan tegas menolak praktik semacam itu karena dianggap bertentangan dengan konsensus yang telah disepakati para ulama dan umat Islam.
“Ijmaknya umat Islam, konsensus umat Islam, akan menolak paham yang seperti itu,” tegas Gus Baha.
Sholat Berjamaah sebagai Pengikat Sosial dan Penjaga Kemurnian Islam
Gus Baha menambahkan bahwa sholat berjamaah tidak hanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga sebagai media untuk menguatkan kesatuan umat Islam. Ia menjelaskan bahwa dalam sholat berjamaah terdapat dimensi sosial yang lebih luas daripada sekadar ritual individu. Melalui berjamaah, umat Islam menjaga praktik sholat yang benar, memastikan setiap Muslim menghadap kiblat, dan mengikuti aturan syariat yang telah ada.
Menurut Gus Baha, konsensus dalam sholat berjamaah juga menjadi sarana menguatkan keyakinan yang benar di kalangan umat Islam agar tetap konsisten hingga hari kiamat.
“Dengan jemaah, maka cara sholat, cara meyakini, madep kiblat, dan sebagainya, terjaga hingga Yaumil Qiyamah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keistimewaan Islam adalah adanya panduan yang jelas dan struktur yang konsisten dalam pelaksanaan ibadah-ibadah mendasar seperti sholat. Konsensus ini mencegah umat dari pemahaman-pemahaman yang menyimpang dan menjaga keutuhan Islam sebagai agama yang memiliki pedoman dan aturan yang teratur.
Setiap Muslim Memiliki Tanggung Jawab dalam Menjaga Kesepakatan Umat
Lebih lanjut, Gus Baha mengingatkan bahwa setiap Muslim memegang peran penting dalam menjaga konsensus umat, khususnya dalam pelaksanaan sholat. Ia menegaskan bahwa sholat bukan hanya sebuah kewajiban personal, tetapi juga bentuk partisipasi setiap individu dalam melindungi kemurnian ajaran Islam. Ia mengajak umat Islam untuk memahami bahwa konsensus dalam tata cara sholat adalah ikatan sosial yang memperkuat persatuan dan kesatuan di kalangan Muslim.
“Setiap umat Islam memiliki tanggung jawab dalam menjaga ajaran ini dari generasi ke generasi, sehingga tidak ada ruang bagi penyimpangan atau inovasi yang tidak sesuai dengan ajaran yang benar,” tambahnya.
Sholat Sebagai Bagian dari Konsensus Umat Islam hingga Akhir Zaman
Sebagai penutup, Gus Baha menegaskan bahwa pelaksanaan sholat yang benar dan teratur adalah salah satu pilar penting dalam menjaga ajaran Islam agar tidak tercemar oleh pemikiran yang menyesatkan. Ia mengajak umat Islam untuk senantiasa menjaga kesatuan dan kesepakatan dalam tata cara sholat, karena sholat bukan sekadar ibadah individu, melainkan bagian dari konsensus umat yang harus dipertahankan sampai akhir zaman.
Menurutnya, melalui konsensus ini, umat Islam memiliki benteng yang kuat dalam menjaga kesucian ajaran Islam. Gus Baha berharap agar setiap Muslim terus berpegang teguh pada kesepakatan ini dan menyadari pentingnya peran ijma’ dalam melindungi kemurnian ajaran Islam, terutama dalam hal-hal yang fundamental seperti pelaksanaan sholat.
Sumber: kanal YouTube @Sentrasantri
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










