Home / Banten

Kamis, 4 Desember 2025 - 16:18 WIB

Jembatan Bambu Hanyut, Warga Cikadongdong Terisolir: Pemerintah Diminta Segera Bertindak

Pandeglang, Suararepubliknews – Hujan lebat yang mengguyur Desa Cikadongdong, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Kamis pagi (4/12/2025) telah memporak-porandakan harapan warga setempat.

Sebuah jembatan darurat yang terbuat dari bambu di aliran Sungai Cipaas hanyut terbawa arus sungai, meninggalkan kesedihan dan kesulitan bagi warga.

Jembatan yang menjadi satu-satunya akses masyarakat, terutama pelajar, ini hanyut, membuat warga terisolir dan kesulitan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Jembatan utama yang ambruk puluhan tahun lalu dan tak kunjung dibangun kembali, membuat jembatan bambu ini menjadi harapan terakhir bagi masyarakat untuk tetap terhubung dengan dunia luar.

Banjir ini juga menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga.

Satu rumah warga terendam banjir diperkirakan dengan ketinggian 1 meter, sementara beberapa rumah lainnya juga terdampak dan masih dalam proses pendataan.

Warga setempat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman dan meninggalkan rumah mereka yang terendam.

Jembatan bambu yang dibuat secara swadaya oleh warga itu kembali tidak mampu menahan kuatnya arus sungai.

Kini, akses masyarakat benar-benar terputus, meninggalkan mereka dalam kesulitan yang mendalam.

Kapten Inf Purgiarto, Danramil 0116/Cikeusik Kodim/0601 Pandeglang, langsung meninjau lokasi jembatan yang hanyut tersebut.

Ia membenarkan kondisi memprihatinkan itu dan menyampaikan harapannya agar pemerintah daerah maupun pihak terkait segera turun tangan.

“Kami berharap jembatan permanen bisa segera dibangun. Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari melewati jalur ini,” ujar Kapten Inf Purgiarto dengan nada yang penuh harap.

Ayu Lestari, siswi kelas XI SMK 5 Pandeglang, mengaku kebingungan setelah mengetahui jembatan darurat itu hilang terseret air. Setiap hari ia menggunakan jembatan tersebut untuk berangkat sekolah.

Baca Juga  Festival Ciomas Ngabring 2026, 3.500 Anak-anak hingga Emak-emak Peragakan Tari Kolosal.

 

“Harapan saya pemerintah segera membangun jembatan yang permanen,” ujarnya dengan nada sedih.

Ketua BPD Desa Cikadongdong Ruskanda, berharap insiden kali ini menjadi perhatian serius pihak pemerintah, mengingat jembatan tersebut merupakan akses utama untuk aktivitas pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat setempat.

“Hingga kini, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jaraknya jauh dan tidak aman. Kami berharap pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk membangun jembatan permanen,” tegas Ruskanda.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa kebutuhan infrastruktur dasar masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Desa Cikadongdong.

Semoga kejadian ini menjadi alarm bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata dan memberikan solusi yang tepat bagi warga yang terdampak.(Iwan H)

Share :

Baca Juga

Banten

Bupati Serang Dorong DWP Perkuat Ketahanan Keluarga melalui Pemberdayaan Ekonomi

Banten

MUSRENBANGDes Cihujan 2026: Membangun Desa, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Banten

APKASINDO Akan Menggelar Aksi Besar-besaran Menuntut Ganti Rugi.

Banten

Semangat Sumpah Pemuda Menggema di Polres Lebak: Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu

Banten

Diduga Merusak Terumbu Karang PT WKC Sudah Koordinasi dengan RT, Kepala Desa, BPD serta Dinas Terkait

Banten

Polsek Panggarangan Gelar Tasyakuran Kenaikan Pangkat, Wujud Syukur kepada Allah SWT

Banten

Sertijab Camat Gunungsari Berlangsung Khidmat

Banten

Buka Musrenbang RKPD 2027, Bupati Serang Ratu Zakiyah Paparkan Enam Program Prioritas.

Contact Us