Home / Maluku

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:06 WIB

Prioritaskan Warga Lokal, Akhiri Era PETI Menuju Tambang Rakyat Legal

BURU NAMLEA SRN – Komitmen Pemkab Buru memperjuangkan legalitas ekonomi kerakyatan memasuki babak baru. Bupati Buru resmi membuka acara Persiapan Operasional Izin Pertambangan Rakyat IPR di Wilayah Pertambangan Rakyat WPR Gunung Botak, Kecamatan Waelata, Selasa 9/6/2026.

Langkah ini disebut angin segar bagi perekonomian daerah sekaligus jawaban atas aspirasi panjang masyarakat adat dan lokal agar pengelolaan sumber daya alam Gunung Botak dilakukan secara legal dan berkelanjutan.

 

Konsolidasi Lintas Sektor
Acara ini menjadi bentuk konsolidasi lintas sektor. Hadir unsur Forkopimda Kabupaten Buru, jajaran Wakil DPRD, perwakilan 10 koperasi pengelola, serta tokoh agama dan tokoh adat. Kehadiran semua elemen menegaskan kesepahaman kolektif untuk mengawal transisi Gunung Botak dari pertambangan tanpa izin PETI menuju tata kelola pertambangan rakyat yang resmi.

Komitmen untuk Kesejahteraan Warga
Dalam sambutannya, Bupati Buru menekankan keputusan ini lahir dari realitas sosial di lapangan.
“Ini komitmen besar pemerintah untuk masyarakat. Kita tahu masyarakat sangat menuntut agar Gunung Botak segera dibuka resmi. Ada kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda: anak-anak mereka butuh uang untuk sekolah, dan keluarga mereka harus makan setiap hari,” tegas Bupati.

Bupati juga menyebut telah melakukan diplomasi intensif bersama Gubernur Maluku untuk menjembatani regulasi provinsi dengan kebutuhan riil warga Buru.

2 Instruksi Strategis Bupati
1. Prioritas Tenaga Kerja Lokal: 10 koperasi wajib memprioritaskan anak daerah sebagai pekerja untuk menekan pengangguran dan menjaga perputaran uang tetap di Buru. Pemuda lokal juga diminta ikut menjaga kelestarian dan keamanan area tambang.
2. Percepatan Administrasi Koperasi: Pemkab bersama DPRD dan Forkopimda mengawal ketat kelengkapan dokumen. Koperasi yang izinnya belum lengkap diminta segera beres agar operasional tidak cacat hukum.

Baca Juga  Kodam XV/Pattimura Cetak 89 Bintara Infanteri Gelombang I TA 2026

“Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa membuka acara persiapan operasional IPR ini. Saya minta seluruh pihak bergerak cepat dan patuh pada aturan yang berlaku,” tambah Bupati.

Tata Kelola Berkelanjutan
Secara tata kelola, pengaktifan WPR dan IPR lewat koperasi menjadi cara ideal menggeser paradigma tambang ilegal ke tambang rakyat terstruktur. Melalui koperasi, pemerintah akan melakukan pembinaan good mining practices, pengawasan dampak lingkungan Waelata, serta optimalisasi PAD lewat pajak dan retribusi sah.

Dengan dimulainya tahap ini, masyarakat Buru berharap Gunung Botak tidak lagi jadi sumber konflik, melainkan motor penggerak kesejahteraan yang legal, aman, dan berkah bagi masyarakat “emas hijau” Pulau Buru.M( Dhet ).

Share :

Baca Juga

Maluku

182 Personil Polda Maluku, Ikuti Penanda Tanganan Pakta Integritas Seleksi Pendidikan Pengembangan Polri 2025.

Maluku

Kapolda Maluku dan Rektor Unpatti Pimpin Pertemuan Redam potensi Konflik Mahasiswa, Tegaskan Insiden Penikaman Murni Kriminal, Serukan Semua Pihak Tahan Diri

Maluku

Bentrok Antar Kelompok Pemuda di Maluku Tenggara, Polisi Imbau Masyarakat Menahan Diri dan tidak mudah terprovokasi

Maluku

Polda Maluku Gelar Pertemuan dengan BPK RI, Kapolda Ingatkan Personel untuk Konsultasi Tingkatkan Kinerja

Maluku

Kalemdikpol Polri Komjen Pol Chryshnanda: Jadilah Polisi yang Bermanfaat dan Rendah Hati bagi Rakyat

Maluku

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Dan Satyalancana Wira Karya Kepada Penggerak Mbg Dan Rantai Pasok Sppg Polri

Maluku

Wakapolda Apresiasi Jalan Sehat Sambut HUT RI dan Provinsi Maluku ke-80

Maluku

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional dari Desa: Polsek Nirunmas Siapkan Lahan Jagung Hibrida di Kepulauan Tanimbar

Contact Us