BURU, SuaraRepublikNews.com – Menanggapi isu-isu yang beredar terkait aktivitas penambangan di kawasan Gunung Botak, aparat pengamanan mulai melakukan pengosongan di sejumlah titik di wilayah Izin Pertambangan Rakyat (IPR) tersebut.
Pengosongan dimulai dari Pos Longsoran hingga ke wilayah Tanah Merah Gunung Botak dengan cara penyisiran oleh aparat yang bertugas.
PATROLI AKAN DILAKUKAN RUTIN
Danki Yonif 733/Raider yang memimpin pengamanan di lokasi tersebut mengatakan bahwa kegiatan pengosongan dan patroli akan dilakukan secara rutin. Tujuannya untuk memastikan tidak ada lagi aktivitas pertambangan di kawasan tersebut.
“Kegiatan ini akan kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada aktivitas lagi di lokasi tersebut,” ujar Danki.
AKSES JALAN TIKUS JADI KENDALA
Lebih lanjut Danki mengakui bahwa pengamanan di Gunung Botak memiliki tantangan tersendiri. Luasnya area membuat masyarakat masih bisa bebas memasuki wilayah tambang melalui “jalan-jalan tikus” yang tidak terpantau aparat.

“Tambang Gunung Botak memang agak sulit untuk dijaga agar masyarakat tidak melakukan aktivitas, karena wilayahnya sangat luas. Jadi masyarakat bebas masuk melalui jalan-jalan tikus yang tidak diketahui oleh aparat yang bertugas,” jelasnya.
Danki juga menyebut faktor keterbatasan personel menjadi kendala. Jarak antar pos pengamanan yang berjauhan dimanfaatkan masyarakat untuk masuk saat aparat beristirahat.
“Kami juga manusia, pasti ada waktu untuk tidur dan beristirahat. Jadi memang masyarakat kadang naik dan melakukan aktivitas saat aparat sedang beristirahat. Kemudian jarak pos dengan pos yang lain sangat jauh, sehingga masyarakat memanfaatkan jam-jam tersebut untuk mencari rezeki mereka di lokasi. Nanti setelah kami melakukan patroli baru kami menyuruh mereka untuk turun dari lokasi tersebut,” terangnya.
YANG SERING DITEMUKAN ADALAH IBU RUMAH TANGGA
Dari hasil patroli, Danki menyebut pihak yang paling sering ditemukan melakukan aktivitas adalah ibu-ibu rumah tangga yang melakukan pendulangan secara manual di titik-titik tertentu.
Hingga saat ini aparat masih terus berupaya melakukan pengawasan dan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di wilayah IPR Gunung Botak demi keamanan bersama.( Dhet ).










