Home / Tak Berkategori

Sabtu, 29 Juni 2024 - 07:07 WIB

Bakteri Pemakan Daging: Ancaman Serius di Balik Infeksi Langka

(Foto:Detik Health)

(Foto:Detik Health)

Bandung, suararepubliknews.com – Belakangan ini, media banyak memberitakan tentang kasus bakteri pemakan daging. Meski terdengar menakutkan, kasus ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Necrotizing fasciitis, nama medis untuk infeksi ini, memang jarang terjadi namun sangat serius dan berpotensi mematikan.

Tingkat Kematian Tinggi

Necrotizing fasciitis memiliki tingkat kematian yang tinggi, dengan sekitar 1 dari 3 orang meninggal akibat infeksi ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kebersihan luka, merawatnya dengan baik, dan memperhatikan tanda-tanda infeksi seperti nyeri, demam, dan gejala lainnya.

Apa Itu Bakteri Pemakan Daging?

Necrotizing fasciitis merupakan kondisi infeksi langka dan sangat serius yang memengaruhi kulit, otot, dan jaringan lunak di bawahnya. Infeksi ini tidak disebabkan oleh bakteri langka yang ganas, melainkan bakteri umum seperti Streptococcus pyogenes (grup A streptococcus), Staphylococcus aureus, atau Vibrio vulnificus. Terkadang, bakteri seperti Klebsiella, Clostridium, E. coli, dan kombinasi lebih dari satu jenis bakteri juga dapat menyebabkan necrotizing fasciitis.

Infeksi ini dimulai ketika bakteri menginfeksi fascia superfisial, lapisan jaringan ikat di bawah kulit. Infeksi dapat dengan cepat menyebar ke jaringan sekitarnya, menyebabkan nekrosis atau kematian jaringan.

Gejala Awal Infeksi Bakteri Pemakan Daging

Gejala awal dari infeksi bakteri pemakan daging biasanya meliputi:

  • Kemerahan dan bengkak di area yang terkena
  • Nyeri yang sering kali lebih berat dari tampilan luka
  • Lepuh atau ruam di kulit yang terkena
  • Demam dan gejala mirip flu seperti mual dan muntah

Gejala tersebut dapat berkembang cepat, bahkan dalam waktu kurang dari 24 jam setelah terjadinya luka. Gejala kemudian berkembang menjadi kematian jaringan, pengeroposan, perubahan warna, atau pengelupasan kulit. Jika hal ini terjadi, amputasi area yang terkena mungkin diperlukan untuk mencegah penyebaran ke jaringan sehat lainnya.

Penyebaran Infeksi Bakteri Pemakan Daging

Infeksi bakteri pemakan daging dimulai ketika bakteri masuk ke dalam tubuh melalui berbagai jenis luka atau cedera, seperti:

  • Luka setelah operasi
  • Luka tusuk
  • Luka bakar
  • Luka lecet atau goresan
  • Gigitan serangga

Infeksi terutama terjadi bila luka tidak ditangani dengan baik dan dijaga kebersihannya. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu merawat luka dengan baik, menghindari kontaminasi, rajin mencuci tangan, dan mengamati tanda-tanda infeksi sekecil apa pun.

Segera periksakan diri ke dokter apabila pada luka muncul tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, pembengkakan, nyeri hebat, atau demam. Saat terinfeksi bakteri pemakan daging, dokter mungkin perlu meresepkan antibiotik dan melakukan pengangkatan jaringan yang terinfeksi untuk menghentikan penyebaran infeksi. Anda juga mungkin perlu mendapatkan perawatan intensif serta pemantauan kondisi.

Dikutip dari media AiCAre, Necrotizing fasciitis merupakan infeksi langka namun sangat serius yang memerlukan penanganan cepat dan tepat. Menjaga kebersihan luka dan memperhatikan tanda-tanda infeksi adalah langkah penting dalam pencegahan dan penanganan infeksi ini. Segera cari bantuan medis jika Anda mencurigai adanya infeksi untuk menghindari komplikasi serius. (Stg)

Share :

Baca Juga

Pj Bupati Apriyadi : Dua Orang Warga Muba di Sudan Dievakuasi Pulang
Hari Peduli Sampah Nasional 2022
Bupati Humbahas Ikuti Rakornas tentang Pengendalian Inflasi Tahun 2023 Melalui Vidcon
Satpam RSUD Malingping: Bisakah Anda Menyikapi Pengunjung dengan Lebih Baik?
Polresta Cirebon Gelar Gerakan Pangan Murah di Desa Gemulunglebak
Prakiraan Cuaca Selasa, 2 Juli 2024: Hujan Ringan hingga Berawan di Berbagai Kota Indonesia
Kenal Pamit Kapolres Humbahas, Bupati Humbahas Ucapkan Terimakasih Kepada Kapolres
Feryosa Cherleyfelts,SH

Contact Us