Presiden AS Joe Biden secara diam-diam telah memberikan izin kepada Ukraina untuk menyerang di dalam wilayah Rusia hanya di dekat wilayah Kharkiv dengan senjata Amerika, Politico melaporkan pada hari Kamis, mengutip dari narasumber seorang pejabat AS dan dua orang lainnya yang mengetahui rencana tersebut.
Washington, SuaraRepublikNews.com – Presiden AS Joe Biden telah memberikan persetujuan rahasia kepada Ukraina untuk menggunakan senjata-senjata yang dipasok AS untuk menyerang wilayah Rusia, namun hanya di dekat kota Kharkiv, Ukraina timur laut, di mana pertempuran sedang berkecamuk, demikian sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Kamis (30/05).
Seperti dikutip dari Media Anews, bahwa izin tersebut dimaksudkan untuk membantu Kyiv mempertahankan diri dari serangan Rusia di kota terbesar kedua di Ukraina, demikian laporan situs berita Politico, yang mengutip dua pejabat pemerintahan Biden dan dua orang yang mengetahui hal tersebut.
“Presiden baru-baru ini mengarahkan pihaknya untuk memastikan bahwa Ukraina dapat menggunakan senjata AS untuk melakukan serangan balasan di Kharkiv sehingga Ukraina dapat memukul balik pasukan Rusia yang menyerang mereka atau menyiapkan diri untuk menyerang mereka,” ujar pejabat tersebut. Namun, mereka menegaskan bahwa pembatasan penggunaan senjata AS untuk menyerang target jauh di dalam wilayah Rusia tetap berlaku.
Pembatasan yang direvisi tersebut muncul setelah Rusia memperbarui upaya ofensif untuk merebut Kharkiv awal bulan ini, dan seorang pejabat mengatakan bahwa Ukraina memintanya setelah upaya Rusia tersebut.
Ukraina sekarang dapat menggunakan senjata AS untuk melakukan sejumlah serangan terhadap Rusia, termasuk menyerang roket dan peluncur roket di dekat Kharkiv, menjatuhkan rudal yang menuju ke kota tersebut, menyerang pasukan Rusia yang terkumpul di sepanjang perbatasan, dan menargetkan pesawat pengebom yang meluncurkan rudal ke target di dalam wilayah Ukraina.
Menurut Politico, serangan terhadap infrastruktur sipil masih dilarang, begitu pula penggunaan rudal jarak jauh untuk menyerang jauh ke dalam wilayah Rusia.
Dewan Keamanan Nasional, sebuah divisi di Gedung Putih yang biasanya menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait masalah keamanan nasional, tidak segera memberikan komentar atas laporan tersebut. Namun juru bicara Pentagon Sabrina Singh mengatakan “tidak ada perubahan dalam kebijakan kami,” dan menekankan bahwa bantuan keamanan AS akan digunakan di Ukraina.
“Kami tidak mendorong serangan atau mengizinkan serangan di dalam wilayah Rusia. Kami percaya bahwa Ukraina dapat menjadi efektif dengan berfokus pada target taktis dan operasional yang secara langsung memengaruhi konflik di dalam perbatasannya, daripada mengejar target geopolitik yang lebih besar di Rusia. Jadi kebijakan kami tidak berubah,” katanya. (Stg)










