Home / Tak Berkategori

Jumat, 7 Oktober 2022 - 19:50 WIB

Cuaca Ekstrem Bayangi Lebak Banten,Masyarakat harus Waspada akan adanya Banjir dan Longsor.

Suara Republik News,com. Lebak – Bencana hidrometeorologi berupa hujan lebat, angin kencang, petir, tanah longsor, banjir, dan banjir bandang berpotensi terjadi di Kabupaten Lebak Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Banten, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana.

“Kami berharap warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lebak, Agus Reza Faisal di Lebak, Jumat (7/10/2022).

BPBD Lebak telah menyampaikan peringatan dini ke aparatur kecamatan, kelurahan/desa dan masyarakat yang tinggal di lokasi rawan bencana agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan.

Selama ini, beberapa hari terakhir di Kabupaten Lebak terjadi potensi hidrometeorologi yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) diperkirakan wilayah Kabupaten Lebak, Jum’at sore (7/10/2022) hingga malam berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

Untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, pihaknya menyosialisasikan dan edukasi pencegahan bencana alam kepada nelayan pesisir selatan, masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan, perbukitan dan daerah aliran sungai serta kawasan hutan.

Selain itu juga BPBD Lebak dan relawan melakukan kebersihan jalur-jalur evakuasi untuk persiapan penyelamatan warga apabila terjadi gelombang tinggi.

“Kami mengoptimalkan koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material cukup besar,” katanya.

Agus juga mengatakan, peluang bencana hidrometeorologi menjadi besar karena adanya peralihan musim kemarau ke musim hujan dengan intensitas curah hujan meningkat.

Belajar dari Pengalaman

Pengalaman bencana alam tahun 2020 di Kabupaten Lebak harus menjadi pelajaran. Kala itu 9 orang meninggal dunia dan ratusan rumah warga tersebar di enam kecamatan rusak hingga hilang diterjang banjir bandang.

Selain itu juga ribuan warga mengungsi dan puluhan infrastruktur jembatan, pendidikan, pesantren hingga tempat ibadah roboh. Bahkan, sampai saat ini warga korban bencana alam tahun 2020 belum mendapatkan bantuan hunian tetap (huntap) dan mereka kini tinggal di hunian sementara (huntara) dengan kondisi cukup memprihatinkan.

“Kita sudah mengajukan proposal ke BNPB untuk pembangunan huntap, namun terkendala kepemilikan lahan,” katanya.

Ia menyebutkan BPBD Lebak kini mempersiapkan tenaga kebencanaan, relawan juga koordinasi dengan Polri, TNI, DPUPR, PLN, Dinsos, BNPB, BPBD Provinsi Banten, Basarnas Banten.

Selain itu juga menyediakan logistik dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi selama enam bulan ke depan.”Kami memperkuat jaringan dan koordinasi untuk menangani setelah bencana agar warga korban terdampak bencana bisa ditangani dengan baik dan menerima pelayanan dasar sehingga tidak menimbulkan kelaparan dan penyakit,” katanya.

(Iwan)

Share :

Baca Juga

Misteri Suara Celoteh Kucing: Antara Frustrasi, Gairah, dan Meniru Mangsa
Humbahas Mendapat Penghargaan Anugrah Adipura Tahun 2022

Sumsel

Kabupaten OKU Timur Gelar Kontes Kambing
Kecelakaan Maut di Tikungan Gunung keusik Banjarsari Renggut Nyawa Pengemudi Motor Scoopy
Tidak Adakah Rasa Malu Atas Komitmen,Sukaji Harus Kejar Dan Tagih Janji Riska Dewan Tulungagung

Maluku

Polda Maluku Gelar Lomba Pekarangan Pangan Bergizi
Pj. Terima Tim Recheking Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2024
Semarak Hari Kemerdekaan RI ke-79: Lomba Biliard di Kecamatan Tanggunggunung

Contact Us