Home / Tak Berkategori

Kamis, 6 Oktober 2022 - 10:21 WIB

DENSUS 88 : MEMOTONG LANSUNG AKAR YANG SUDAH MELEMBAGA AGAR PEMAHAMAN INI TIDAK LAGI MENYEBAR .

Para nara sumber sedang menyampaikan materinya

Jakarta, Oktober, Suara Republik News (SRN), Fungsi dari Densus 88 kata AT Polri Irjen Pol Martinus Hukom yang di wakili oleh Kombes Pol Tima Sembiring ( Tim Divisi Pencegahan Terorisme).Harus memotong langsung akar yang sudah melembaga, agar kata Sembiring pemahaman ini tidak lagi menyebar. Demikian dikatakan Ka Densus 88 melalui kombes pol Tima Sembiring sebagai devisi pencegahan Terorisme yang disampaikannya dalam Diskusi Publik Senin 3 Oktober 2022 di Gedung Juang Menteng Jakarta Pusat bertema “ Pentingnya Pancasila bagi NKRI dan Bahayanya faham Khilafah bagi NKRI”.Adapun kegiatan Dikusi publik ini diadakan dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 yang diselenggarakan oleh Koalisi Rakyat Bersatu ( KRB) . Kabiro Suara Republik News, hadir memenuhi undangan ketuanya Eta Wiwid, dan sekretarisnya Alfin. Dalam

sambutannya Ketua Umum KRB Eta Wiwid mengatakan, Bahwa KRB lahir untuk menjadi alarm tanda bahaya bagi anak bangsa baik yang tergabung didalam organisasi ataupun yang tidak, demi menyadari bahwa tanah air tercinta sudah berada dalam kondisi bahaya laten yang mengkhawatirkan. Terlihat dari masifnya pergerakan dan juga perkembangan kelompok² radikalis dan intoleran serta paham² lain yang menolak Pancasila. Rongrongan² terhadap kebhinekaan dan Pancasila yang semakin terang-terangan dan berani.

Dari kiri kekanan :Onny Irnanda (Ganesa), Butet Tiurma (Sopanesia), Kombes Sembiring( Densus 88),AKBP Danu(Polda Metro Jaya), Eta Wiwid (Ketum KRB)

Menurut Eta Wiwid, tujuan diadakannya Diskusi public ini adalah, (1) Memperingati hari Kesaktian Pancasila,(2)mensosialisasikan penolakan terhadap khilafah dan bentuk-bentuk lainnya yang memecah belah Persatuan Indonesia,(3)Mensosilisasikan Pancasila , Adapun sasaran kegiatan ini ujar Eta, Organisasi Pelajar dan mahasiswa, organissi kepemudaan, organisasi keagamaan, organisasi kebudayaan Lembaga / instansi Pemerintah dan suasta. Hadir sebagai narasumber dalam acara diskusi ini, Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Martinus Hukom yang di wakili oleh Kombes Pol Tima Sembiring ( Tim Divisi Pencegahan Terorisme ),Kapolda Metro Jaya Irjenpol Fadil Imran yang diwakili oleh AKBP Danu Wiyata dari analis Intelijen. Juga ikut hadir ormas dan relawan seperti Foreder (Forum Relawan Demokrasi), 09 Squad, Pemuda Ansor – Banser, Pengurus BPET MUI Pusat, Ustad Makmun Rosyid, Gus Nuril dari Fakhogama dan Kombatan NII ( Negara Islam Indonesia ) Arif Fadil. Bertindak sebagai Moderator, Butet Tiurma sekjen Sopanesia. Dalam pengantarnya,

Nara sumber sedang menyajikan materinya dihadapan para peserta Diskusi Publik dari ratusan organisai

Kombatan NII Agus Fadil mengatakan bahwa faham khilafah ini ibarat virus yang mewabah. Karena itu kita perlu vaksin untuk menghambatnya dan mengobatinya hingga ke akar -akarnya. “Kita harus terus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar Pancasila adalah falsafah negara yang sesuai dengan negara kita” ujarnya. Pemahaman Khilafah ini harus kita selesaikan tidak hanya dari sisi pemahaman tapi juga dari sisi hukum. “Disinilah fungsi dari densus 88 agar memotong langsung akar yang sudah melembaga agar pemahaman ini tidak lagi menyebar” himbau Agus Fadil. Sementara itu Kombes Pol Tima Sembiring memaparkan bahwa cara penyebaran mereka adalah melalui kajian – kajian agama. “Mereka perhatikan pengurus DKM ( Dewan Kemakmuran Masjid ) yang bisa di pengaruhi oleh mereka. Melalui pernikahan dan media – media sosial yang sangat masif, ” paparnya.” Media sosial merupakan sarana yang paling berbahaya sambung Sembiring lagi, bagi penyebaran ajaran khilafah ini karena menyasar pada semua usia” ujarnya. Berdasarkan hasil survey tahun 2008 bahwa kaum intoleran yang sebelumnya 40 persen menjadi radikal karena terpapar pemahaman ini. Ujar Sembiring “Tingkat radikalisme juga lebih tinggi pada kaum wanita dari pada laki-laki. Karena itu kita juga harus perhatikan kaum wanita agar jangan terpapar pemahaman ini,” katadia lagi. Ada 12,3 persen untuk kaum wanita dan 12,1

persen untuk laki – laki. Sementara itu untuk netizen ada sekitar 4 persen. “Faham radikalisme ini menyerang siapa saja, tanpa kenal status, usia maupun jabatannya. Karena itu menjadi tugas kita bersama untuk bersama – sama dengan Polri dan pihak terkait lainnya membendung ajaran ini,” tutupnya. ” Kita mencintai Negara ini , Negara Kesatuan Republik Indonesia, jangan sampai anak cucu kita di doktrin pemahanan yang membuat bom dan akhirnya menjadi teroris, jangan sampai ideologi pemahaman yang anarkis dan radikal, mana ada Islam seperti itu, Islam adalah Rahmatan Lil Alamin” Kata Ustd makmum Rasyid. ” Diskusi Publik ini sangat baik sekali, agar masyarakat indonesia tau bahwa kita sudah cocok dengan paham Pancasila, pentingnya Pancasila bagi NKRI, mempersatukan dengan begitu banyaknya paham dan agama di seluruh indonesia, jangan sampai seperti negara suriah dan sebagainya yang konflik dan akhirnya berperang dengan warganya sendiri,” Jelas Rasyid Pengurus BPET MUI Pusat mengakhiri paparannya.( Ring-o)

Disela rehat,Kabiro Suara Republik News Jakarta bincang-bincang dengan Butet Tiurma (tengah)pendiri Sopanesia yang menjadi moderator Diskusi publik ini Bersama dengan James pendiri Jokowi for united nation ( Kanan)

Share :

Baca Juga

Makan Bubur Kacang Ijo Bersama Masyarakat, Cara Satgas Yonif Mekanis 203/AK Semakin Dekat Dengan Masyarakat Desa Tima
Danrem 071 : Pejabat Baru Harus Dapat Menjadi Prajurit Adaptif
Kepling ll Kel.Saombo( lshlah zebua) Didampingin Penasehat Hukum Hadiri Penggilan Polres Nias, Diduga Ada Oknum Lain Terlibat
Tertangkap Tangan Lakukan Pemurnian Emas Ilegal,  BM Langsung Ditahan di Polres Buru
Wakil Bupati Humbahas Buka Musrenbang RKPD Tahun 2025
Polri Paparkan Kronologi Penangkapan Pimpinan Khilafatul Muslimin

Maluku

Perempuan di Ambon Resmi Ditahan Polisi Usai Aniaya Tetangga dengan Parang

Maluku

Meriahkan Peringatan Hari Anak Nasional, Polda Maluku Hafiri Jalan Santai Yang di Lepas Gubernur Maluku

Contact Us