Home / Metropolitan

Jumat, 20 Mei 2022 - 10:04 WIB

Stereo Adharta Oleh: Dahlan Iskan

Dahlan Iskan eks menteri BUMN teman sejawat Adharta

, Suararepubliknews.com – Dahlan Iskan eks menteri BUMN teman sejawat Adharta Jakarta, Suara Republik News (SRN).24 tahun lalu (tahun 1998-red) Jelang jatuhnya Orde Baru terjadi kerusuhan, Penjarahan , Ribuan orang panik. Mereka membanjiri bandara Cengkareng. Cari aman. Ingin terbang ke luar negeri eksodus). Hari itu Adharta Ketum Killcovid-19 ini sudah di luar negeri. Di Singapura. Sudah dua minggu. Harusnya masih dua minggu lagi di Singapura. Urusan bisnis.Ia justru ingin balik ke Jakarta. Keluarganya harus diselamatkan. Malam itu, 12 Mei 1998, ia pun membeli tiket. Tidak satupun atau dua penerbangan. Ia membeli tiket semua perusahaan penerbangan jurusan Jakarta. Keesokan harinya, pukul 07.00, Adharta sudah tiba di Bandara Changi. Ia lihat papan pengumuman: begitu banyak penerbangan jurusan Jakarta yang dibatalkan Kata Dahlan Iskan menirukan Adharta. Adharta sudah keliling ke setiap Loket penerbangan. Semua mengatakan tidak jadi terbang ke Jakarta. Ia terus melakukan komunikasi dengan keluarganya yang lagi ketakutan di Jakarta. Akhirnya Adharta dapat pemberitahuan dari KLM. Pukul 15.00 perusahaan penerbangan Belanda itu akan terbang ke Jakarta. Adharta sudah diberitahu: pesawat akan bisa mendarat, tapi penumpang tidak akan bisa keluar dari Bandara Cengkareng. Gak masalah Yang penting sudah sampai Jakarta pikir Adharta.

Ir.Adharta , Ketua Umum Kill Covid & Pemilik Klinik Suasana Sehat (KSS)Kelapa Gadimg

Hari itu Jakarta membara kenangnya. Kerusuhan dan pembakaran terjadi di mana-mana. Anda sudah tahu: korbannya siapa ? warga keturunan Tionghoa. Hari itu Jakarta membara. Kerusuhan dan pembakaran terjadi di mana-mana. Anda sudah tahu: korbannya warga keturunan Tionghoa, juga aset mereka. Adharta adalah Tionghoa. Marganya Ong .

Baca Juga  Penghuni Rusunawa Marunda Jakarta Resah Pencemaran Pembakaran Batubara

Rumahnya di Grogol – sekitar 500 meter dari kampus Trisakti atau persis di seberang Hotel Ciputra. Trisakti adalah salah satu titik menentukan penyebab kerusuhan itu. Yakni setelah mahasiswa Trisakti, yang demo anti Presiden Suharto, Menurut Adharta, pemilik Klinik Suasana Sehat ini, KLM jurusan Jakarta itu tidak penuh. Bahkan tidak sampai separo. Kelihatannya KLM sengaja terbang ke Jakarta sebagai bagian dari usaha evakuasi prediksi Adharta. Begitu mendarat, Adharta melihat sendiri. Bandara penuh manusia didalamnya. Terutama diluar. Tidak mungkin saya bisa keluar dari bandara pikirnya. Ia masih bisa menjalani proses imigrasi. Seperti biasa. Tapi untuk yang terbang meninggalkan Jakarta banyak yang tanpa paspor. Terutama anak-anak yang masih dalam gendongan. Adharta juga memperoleh informasi: macet total di sepanjang jalan tol menuju bandara. Jalur menuju Jakarta pun dipadati mobil yang menuju bandara. Kepanikan dan ketakutan berbaur jadi satu. Banyak yang membawa mobil ke bandara tanpa tahu akan ditinggal di mana mobilnya nanti kenangnya. Banyak juga yang sampai di bandara ingin menjual mobil itu. Dengan harga berapa pun. Lalu terbang ke luar negeri. Saya jadi ingin tahu: benarkah semua yang terjadi itu pikirnya lagi ?. Maka, kalau ada pembaca yang mengalami semua itu, saya ingin sekali mendapat ceritanya secara langsung. Saya bisa dihubungi di email redaksi@disway.id, Tanggal 15 Mei 1998, mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR. Kerusuhan di Jakarta mereda.

Hari itu Presiden Soeharto meletakkan jabatan. Wakil Presiden Habibie dilantik menjadi presiden. Malam itu Adharta menghubungi sopirnya. Agar Sang Sopir cari jalan menuju bandara. Pukul 03.00, sang Sopir bisa sampai bandara. Adharta bisa pulang ke Grogol. Sudah ada tentara yang menjaga perumahan itu. Itu adalah perumahan Kementerian Penerangan. Yang sudah banyak dijual. Adharta membelinya satu tahun sebelumnya. Komposisi di perumahan itu 50:50-antara Tionghoa dan non-Tionghoa.

Baca Juga  Aktivis Ungkap Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMA IP Yakin Cengkareng Jakarta Barat

Adharta sendiri adalah Wargaketurunan Tionghoa berjiwa nasionalis-red). Waktu masih di Singapura, ia terpikir mengevakuasi keluarga ke sebuah apartemen di dekat Muara Baru. Ia kenal pemiliknya. Ia memesan 20 rumah di apartemen itu. “Ternyata, besoknya apartemen itu jadi sasaran kerusuhan. Dibakar,” ujar Adharta. Setelah tiba di rumah, Adharta berubah pikiran. Tidak perlu evakuasi. Pak RT/RW di situ menjamin keamanan kampung. “Kampung kami memang kompak,” ujar Adharta bangga. “Bahkan warga yang bukan Tionghoa sudah menawarkan agar kami tinggal di rumah mereka,”( karena mereka bersama warga keturunan Tionghoa sangat toleran-red) katanya. Di awal masa pandemic sekarang ini ia membentuk kelompok relawan Covid. Namanya: Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid. Disingkat KILL Covid ( yang sudah beberapakali dipublikasi kegiatannya oleh Staf Khusus koranjokowi.com DKI Jakarta. Bentuk lembaga itu perkumpulan. Pendirinya 60 orang. Cabangnya di banyak kota. Total relawan KILL Covid sampai 30.000 orang. Adharta sendiri terkena Covid. Tiga kali pula. Tanggal 27 Juli 2020 ia kena yang pertama. Justru ketika lagi mengurus terbentuknya relawan itu. Parah. Sampai masuk ICU 14 hari kenangnya. Waktu itu kata dia belum ada obat Covid. Dokter masih meraba-raba apa yang bisa dilakukan. Tepat setahun kemudian, 27 Juli 2021, Adharta kena Covid lagi. Masuk RS sampai 10 hari. Yang ketiga, terjadi akhir Februari 2022. Tertular dari istrinya. Sang istri tertular dari pembantu. Ia masuk RS lagi. 10 hari lagi. Kali ini kompak bersama istri. Baru kali itu sang Istri kena Covid. “Saya sudah mengalami semua: Alpha, Delta, Omicron,” katanya sembari tertawa. Adharta tidak mengira kena Omicron bersama istri. Hari itu ia baru pulang dari Australia. Masuk karantina 10 hari. Di Hotel Mulia. Aman. Justru ia mendengar anaknya yang di Australia yang terkena Covid. Sekeluarga. Setelah Covid reda, Adharta punya dua persoalan. Pertama, apa yang harus dilakukan KILL Covid yang begitu besar. Saya pun mengusulkan untuk menangani akibat long Covid. (sebagai Ketua umum Kill covid Ia mempunyai tanggung jawab besar terhadap Kill covid yang dibentuknya Bersama temannya-red). Ia sendiri mengalami long Covid. Kini pendengarannya tidak normal lagi. Ia sudah berobat ke banyak dokter. Termasuk dokter di Singapura. Gagal. “Sembuh tidak mungkin. Tapi bisa diusahakan tidak memburuk,” ujarnya. “Pendengaran saya tidak bisa lagi stereo,” jawabnya kepada Dahlan Iskan. Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar http://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway. (Ring-o)

Baca Juga  Polres Metro Jakarta Selatan Diduga Tidak Profesional Dalam Melakukan Lidik Sidik

Pelepasan balon keudara oleh Adharta disaksikan semua jajaan Killcovid, walikota Jakut dan Liyon club
(waktu peresmian Klinik Suasana sehat, yang gratis ini ).

Share :

Baca Juga

Metropolitan

Kebun Saung Kuring Rt. 07/02 Kel. Jati Murni, Kec.Pondok Melati Bekasi, Jadi Pilot Proyek

Metropolitan

Polda Metro Jaya Lakukakan Penyuluhan Anti Narkoba Terhadap Penumpang dan Pedagang Asongan di Terminal Kalidres.

Metropolitan

Ketua KPU Jakut Gelar FGD Terkait Penghitungan Suara Dua Panel

Metropolitan

Emrus Puji  Anies Tanggapi Tuntutan Buruh dengan Mengajak  Duduk Bersama Mencari Solusi Terbaik

Metropolitan

BENTENG PUTRA-PUTRI REPUBLIK INDONESIA PROTES WALIKOTA BANDUNG ATAS PERESMIAN GEDUNG ANNAS

Metropolitan

TURNAMEN GOLF DALAM RANGKA HUT KE 2 KILL COVID-19 DI PANTAI INDAH KAPUK 28 SEPTEMBER 2022.

Metropolitan

LP2KP Minta Mentri ATR/BPN Berantas Mafia Tanah di BPN Jakarta Barat

Metropolitan

Ratusan Wartawan FWJ Indonesia Siap Turun Kejalan, Bela Goenawan Mohamad

Contact Us