Home / Tak Berkategori

Jumat, 23 Agustus 2024 - 14:38 WIB

Garuda Biru dan Peringatan Darurat: Simbol Perlawanan Warganet Indonesia Terhadap Keputusan Politik

imbol ini telah menjadi trending topic di platform X (Twitter) dan menyebar luas melalui Instagram Stories

imbol ini telah menjadi trending topic di platform X (Twitter) dan menyebar luas melalui Instagram Stories

Jakarta, suarerepubliknews.com – Dunia maya Indonesia tengah diramaikan dengan viralnya unggahan gambar lambang Burung Garuda dengan latar belakang biru tua bertuliskan ‘Peringatan Darurat’. Simbol ini telah menjadi trending topic di platform X (Twitter) dan menyebar luas melalui Instagram Stories. Gerakan ini adalah bentuk ajakan kepada masyarakat untuk mengawal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Viralnya simbol Garuda Biru ini muncul tak lama setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati revisi Undang-Undang Pilkada yang menganulir putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024, yang mengatur persyaratan baru bagi calon kepala daerah. Warganet dan beberapa tokoh publik merespons dengan menyuarakan keprihatinan dan dukungan terhadap penegakan hukum serta keadilan dalam proses politik.

Asal Usul Simbol Garuda Biru: Dari Video Fiktif Menjadi Simbol Perlawanan

Simbol Garuda Biru diyakini pertama kali dipopulerkan oleh akun-akun kolaborasi di Instagram seperti @najwashihab, @narasinewsroom, @matanajwa, dan @narasi.tv. Poster ini sebenarnya adalah bagian dari sebuah video lama yang diunggah oleh akun YouTube EAS Indonesia Concept pada 22 Oktober 2022. Akun tersebut membuat video dengan konsep The Emergency Alert System (EAS) versi Indonesia—sistem peringatan darurat yang biasa digunakan di Amerika Serikat untuk menyebarkan pesan penting melalui siaran televisi dan radio.

Dalam konteks ini, video EAS Indonesia Concept menghadirkan konsep horor analog, menggambarkan siaran televisi nasional dengan gaya tahun 1991, yang menyampaikan peringatan darurat terkait entitas fiktif yang dikenal sebagai “MESEM”. Video tersebut dibuat semata-mata sebagai hiburan, namun kini menjadi relevan di tengah situasi politik yang sedang memanas.

Respons Tokoh Publik: Sikap Tegas dan Solidaritas

Sejumlah tokoh publik ikut merespons dengan mengunggah gambar Garuda Biru, termasuk aktris dan politisi Wanda Hamidah. Dalam unggahannya di Instagram, Wanda mengumumkan keluar dari Partai Golkar sebagai bentuk protes terhadap keputusan DPR yang dinilai mengabaikan putusan MK.

“Saya sangat mencintai negara saya. Indonesia tidak untuk dijual. Panjang umur perlawanan,” tulis Wanda di akun Instagramnya, seraya mengunggah simbol Peringatan Darurat. Keputusan ini mendapatkan dukungan dari berbagai kalangan, termasuk sutradara Joko Anwar dan mantan atlet tenis Yayuk Basuki.

Pandji Pragiwaksono: “Kita Butuh Sebanyak-banyaknya Pasukan”

Komika dan aktor Pandji Pragiwaksono, yang kini menetap di New York, juga turut menggaungkan gerakan Peringatan Darurat. Dalam cuitannya di Twitter, Pandji menegaskan pentingnya solidaritas dalam menghadapi situasi ini, menyerukan agar semua pihak bersatu dalam memperjuangkan kepentingan bangsa. (Stg)

Share :

Baca Juga

Danpuspom TNI Buka Rakornis Pom TNI – Propam Polri Tahun 2024

Muba

Muba Wabup Muba Hadiri Haul dan Tasyakuran Keluarga Sugeng Budiarto di Tungkal Jaya
Habis Nyabu Wanita Muda  Ditangkap Polisi
Pj Wali Kota Pekanbaru Terjaring OTT KPK, Proses Pemeriksaan Masih Berlangsung
Dinas Parpora Bumbahas Gelar Rakor Pengembangan Industri Pariwisata di Humbahas
KPU Lebak Lantik 1.035 Anggota Panitia Pemungutan Suara(PPS) Dan Apel Siaga Badan Ad Hoc Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024.
Bupati Humbahas Kukuhkan 9 Kepala Desa se-Kecamatan Tarabintang: Dorong Pelayanan Optimal dan Pemanfaatan Dana Desa untuk Atasi Stunting serta Kesejahteraan Ekonomi
Camat Mawardi beserta Kyai dan Tokoh Masyarakat Mauk,adakan Sholat Istisqo Berjamaah

Contact Us