Program intensif dari DKBP3A Kabupaten Serang berbuah hasil, dengan penurunan signifikan angka stunting sejak tahun 2018. Inovasi dan kerjasama dari tingkat desa hingga dinas kesehatan berperan penting dalam pencapaian ini, dengan target ambisius menekan angka stunting hingga 14% pada 2025
Serang, suararepubliknews.com – Kabupaten Serang mencatatkan penurunan prevalensi stunting yang konsisten sejak 2018, berkat berbagai upaya yang digiatkan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang. Data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) menunjukkan prevalensi stunting turun dari 26 persen pada 2018 menjadi 3,35 persen pada 2024. Pengumuman capaian ini disampaikan dalam acara publikasi data stunting e-PPGBM, yang dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kesra, Rachmat Setiadi, di Kota Serang pada Rabu (30/10/2024).
Capaian Penurunan Prevalensi Stunting Secara Konsisten
Dari hasil publikasi, Kabupaten Serang berhasil menurunkan angka stunting bertahap. Berdasarkan e-PPGBM, data prevalensi menunjukkan tren menurun, yakni 24,09% (2018), 20,38% (2019), 12,66% (2020), 10,66% (2021), 8,69% (2022), 5,66% (2023), hingga 3,35% di 2024.

Sementara itu, hasil Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGI) dan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) juga mencatat penurunan serupa. Data SSGI mencatat angka stunting sebesar 39,43% pada 2019, menurun hingga 23,9% pada 2023, dengan data terbaru tahun 2024 yang masih menunggu publikasi pusat pada November mendatang.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Serang Mencapai Target Nasional
Rachmat Setiadi menjelaskan, Kabupaten Serang kini memegang peringkat ketiga di Provinsi Banten dalam penurunan stunting, dengan target ambisius sebesar 14 persen pada 2025 mendatang, sesuai arahan Bupati Ratu Tatu Chasanah.
“Alhamdulillah, dari angka 26 persen, kami telah turun ke 23 persen, dan kami optimis dapat mencapai 14 persen dalam satu tahun ke depan,” ujarnya.
Strategi dan Program Unggulan DKBP3A dalam Menekan Stunting
Menurut Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) DKBP3A Kabupaten Serang, Entin Suhartini, pencapaian ini berkat program pemantauan rutin data stunting dengan metode pengukuran dan penimbangan balita yang dilaksanakan sejak Agustus hingga November 2024. Agus Khomeini, Ahli Muda Bidang KB di DKBP3A menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu hasil survei nasional dari SSGI yang akan menjadi rujukan untuk memvalidasi angka stunting di Kabupaten Serang.

Agus juga menggarisbawahi bahwa DKBP3A memiliki berbagai program, seperti pelayanan Keluarga Berencana untuk keluarga berisiko, dengan fokus pada pencegahan “4 T” yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran yang terlalu rapat. Selain itu, ada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendampingi calon pengantin, ibu hamil, dan anak balita untuk mencegah kasus stunting baru.
Dapur Sehat Desa dan Program Bantuan dari Masyarakat
Dalam mendukung pola makan sehat, setiap desa di Kabupaten Serang telah memiliki program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat) yang menyediakan makanan bergizi dari dana desa atau dinas kesehatan, termasuk melalui program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang didukung CSR perusahaan, perorangan, dan sumber lainnya.

Rachmat berharap bahwa upaya ini dapat menjaga kesehatan dan meningkatkan kecerdasan generasi mendatang di Kabupaten Serang.
“Peningkatan gizi balita berdampak besar bagi masa depan kita. Anak-anak sehat akan tumbuh menjadi masyarakat yang cerdas dan produktif,” tandasnya.
Pewarta: Holid
Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024










