Lebak, Banten – Kasi Humas Polres Lebak Polda Banten, Iptu Aminarto, mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Lebak, untuk bersama-sama mencegah paham radikalisme dan terorisme di wilayah hukum Polres Lebak.
Pengertian Radikalisme dan Terorisme
Menurut Aminarto, radikalisme adalah pandangan yang menghendaki adanya transformasi dan perbaikan tatanan sosial serta politik, namun dilakukan dengan cara kekerasan atau kekejaman. Terorisme merupakan hasil dari proses radikalisasi mulai dari level individu hingga kelompok. “Orang-orang yang terlibat sebagai pelaku terorisme umumnya merupakan orang-orang yang merasa terancam dan depresif,” ungkap Aminarto kepada insan media di Mapolres Lebak pada Rabu (7/8/2024).
Definisi Terorisme
Aminarto menjelaskan bahwa terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. “Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat,” terang Aminarto.
Upaya Pencegahan Radikalisasi
Dalam upaya pencegahan radikalisasi, Aminarto menuturkan pentingnya menanamkan nilai Pancasila, jiwa nasionalisme, berpikiran terbuka dan toleran, waspada terhadap provokasi dan hasutan, berjejaring dalam komunitas perdamaian, dan bergabung dalam kegiatan damai.
Faktor Penyebab Radikalisme
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan paham Radikalisme yaitu faktor pemikiran, faktor sosial, faktor psikologis, faktor ekonomi, faktor politik, dan faktor pendidikan,” tambahnya.
Langkah Polres Lebak dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme
Polres Lebak Polda Banten telah melakukan berbagai upaya dalam menangkal paham radikalisme dan terorisme, termasuk penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah-sekolah serta menyebarkan meme melalui media sosial tentang bahaya radikalisme dan terorisme. “Polres Lebak Polda Banten telah melakukan upaya-upaya dalam menangkal paham radikalisme dan terorisme seperti dengan melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke sekolah- sekolah, menyebarkan meme melalui medsos akan bahaya radikalisme dan terorisme,” jelas Aminarto. (Iwan H)