Home / Tak Berkategori

Jumat, 5 Juli 2024 - 18:46 WIB

Kecanduan Internet dan Dampaknya pada Perkembangan Otak Remaja

FOTO: © olly - stock.adobe.com

FOTO: © olly - stock.adobe.com

Pengenalan Kecanduan Internet

London, suararepubliknews.com – Kecanduan internet adalah perilaku penggunaan internet yang bermasalah dan kompulsif yang mengakibatkan gangguan signifikan pada fungsi sosial, pekerjaan, dan akademis seseorang. Kecanduan ini telah menjadi masalah global, dengan rata-rata waktu penggunaan internet perorangan meningkat menjadi sekitar tiga jam setiap hari. Banyak orang menyatakan bahwa penggunaan internet mereka bersifat kompulsif. Faktanya, lebih dari 30 juta dari 50 juta pengguna internet di Inggris mengakui bahwa penggunaan internet yang kompulsif berdampak buruk pada kehidupan pribadi mereka, mengganggu relasi dan mengalihkan perhatian dari tanggung jawab.

Dampak pada Remaja

Remaja yang kecanduan perangkat yang terhubung dengan internet mengalami perubahan signifikan pada fungsi otak mereka, memperburuk perilaku kecanduan dan menghambat perkembangan normal. Kecanduan internet, yang didukung oleh dorongan yang tidak terkendali, mengganggu perkembangan, kesehatan psikologis, serta setiap aspek kehidupan mereka, baik mental, emosional, sosial, maupun fisik.

Penelitian tentang Perubahan Otak Remaja

Sebuah studi oleh para ilmuwan di University College London mengidentifikasi perubahan besar pada otak anak muda, terutama anak-anak berusia 10 hingga 19 tahun. Penelitian yang berlangsung selama 10 tahun dan berakhir pada tahun 2023 ini mengumpulkan temuan dari 237 remaja yang secara resmi didiagnosis dengan kecanduan internet.

Efek pada Fungsi Otak

Melalui pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI), para ilmuwan memeriksa berbagai area otak dan beragam jenis fungsi otak, baik saat istirahat maupun saat melakukan aktivitas. Beberapa bagian otak menunjukkan peningkatan aktivitas, sementara bagian lainnya menunjukkan penurunan aktivitas. Perubahan yang paling signifikan terjadi pada konektivitas di bagian otak yang kritis untuk berpikir aktif dan kemampuan pengambilan keputusan.

Remaja yang kecanduan perangkat yang terhubung dengan internet mengalami perubahan signifikan pada fungsi otak mereka, memperburuk perilaku adiktif dan menghalangi perkembangan otak secara normal – Foto: © Monkey Business – stock.adobe.com

Perubahan fungsi otak ini muncul dalam bentuk perilaku adiktif dan penurunan kemampuan berpikir dan fisik. Otak remaja yang masih belum matang mengalami perubahan yang berdampak buruk pada fungsi intelektual, koordinasi fisik, kesehatan mental, perkembangan, dan keseimbangan secara keseluruhan.

Kerentanan Otak Remaja

Otak berada dalam tahap pertumbuhan yang sangat rentan pada masa remaja, sehingga lebih rentan terhadap kecanduan internet. Beberapa dorongan tersebut adalah mengklik mouse tanpa henti dan konsumsi media sosial. Kerusakannya bisa sangat parah, dengan konsekuensi yang mengerikan, seperti masalah dalam menjaga hubungan, kebohongan tentang aktivitas online, dan gangguan pola makan dan tidur. Gangguan tidur mengganggu konsentrasi di siang hari dan menyebabkan kelelahan kronis.

Konsekuensi Psikologis dan Sosial

Kecanduan internet juga berdampak pada kesehatan psikologis. Kecemasan, depresi, dan isolasi sosial adalah konsekuensi parah dari dorongan yang tak tertahankan. Kekhawatiran tambahan yang signifikan termasuk cyberbullying dan paparan materi yang tidak pantas, yang mengakibatkan tekanan emosional dan persepsi yang menyimpang dari kenyataan.

Dampak pada Kesehatan Fisik

Kesehatan fisik memburuk karena remaja yang kecanduan tidak banyak melakukan aktivitas, yang menyebabkan kenaikan berat badan, obesitas, dan kondisi kesehatan terkait. Keterampilan sosial menurun sehingga keterlibatan dalam interaksi sosial menjadi bermasalah. Remaja tersebut tidak “menjadi dewasa.”

Penanganan dan Pencegahan

Para ahli perilaku remaja mengakui bahwa internet memang memiliki manfaat yang signifikan, tetapi masalah dimulai ketika penggunaan komputer mengganggu rutinitas dan tanggung jawab sehari-hari. Penanganan dapat menargetkan daerah otak tertentu atau melibatkan psikoterapi dan terapi keluarga untuk mengatasi gejala dasar kecanduan internet. Selain itu, mengedukasi orang tua tentang tanda-tanda ketergantungan digital dapat menjadi langkah pencegahan yang penting, membantu mereka mengatur waktu penggunaan perangkat digital dan perilaku impulsif anak secara lebih efektif. (Stg)

Sumber: StudyFinds “Internet addiction: What is it doing to teen brains?

Share :

Baca Juga

Tim Patroli Raimas Macan Kumbang 852 Polresta Cirebon Gagalkan Tawuran di Tiga Lokasi
Persib Bandung Unggul di Laga Perdana Piala Presiden 2024: Ciro Alves Bersinar
Penerimaan Personel Dari Kalangan Disabilitas Tunjukkan Komitmen Kesetaraan Jenderal Sigit
Terkesan Hanya Formalitas, Hasil Test Wawancara PPS di Kecamatan Malingping Lebak Syarat dengan Nepotisme.
Ucapan ‘Gerombolan’ TNI oleh Effendi Simbolon, Bukti Krusialnya Diksi Dalam Komunikasi
Sosialisasi BPJS Kesehatan di Polres Humbahas, Guna Anggota Polri Memahami Penggunaan JKN-KIS
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Sumarni Sampaikan Pesan Kamtibmas kepada Masyarakat Kabupaten Cirebon
Penangkapan Ivan Sugianto: Dugaan Keterlibatan dalam Jaringan Triad Internasional dan Pencucian Uang

Contact Us