Home / Tak Berkategori

Senin, 16 September 2024 - 10:03 WIB

Kisah Keberanian dan Keteguhan Nabi Muhammad dalam Menghadapi Bahaya

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

Nabi Muhammad SAW Menunjukkan Keimanan yang Kuat dan Ketenangan dalam Menghadapi Ancaman Pembunuhan oleh Ghaurats Ibnul Harits

Bandung, suararepubliknwes.com – Setelah Perang Dzatur-Riqa berakhir, Nabi Muhammad SAW duduk sendirian di bawah sebatang pohon di Madinah. Dalam kesunyian itu, seorang kafir Quraisy bernama Ghaurats Ibnul Harits melihat kesempatan emas untuk membunuh Nabi. Ia pun mendekat dengan niat jahat, pedang terhunus di tangannya.

Dengan keberanian dan ketenangan, Ghaurats mengacungkan pedangnya ke wajah Nabi Muhammad SAW dan menantang beliau dengan pertanyaan yang penuh ancaman, “Siapa yang dapat melindungimu dariku?” Namun, dengan keyakinan penuh kepada Allah, Rasulullah menjawab dengan singkat, namun penuh makna, “Allah.”

Tiba-tiba, dalam momen yang mengejutkan, pedang yang dipegang Ghaurats jatuh ke tanah. Nabi Muhammad memungut pedang itu dan membalikkan keadaan dengan bertanya, “Sekarang siapa yang dapat melindungimu dariku?” Dalam situasi terancam, Ghaurats dengan cepat memohon ampunan kepada Nabi, “Maafkanlah saya,” pintanya.

Nabi Muhammad, yang selalu penuh kasih sayang, menawarkan Ghaurats untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, “Ucapkanlah, ‘Asyhadu ala ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.'” Namun, Ghaurats menolak untuk mengucapkannya. Meskipun demikian, ia berjanji tidak akan memerangi Nabi atau membantu pihak yang memusuhi beliau.

Dengan kebesaran hati, Nabi Muhammad SAW membiarkan Ghaurats pergi tanpa memberikan hukuman. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting tentang kemuliaan dan keadilan yang selalu dipegang oleh Rasulullah, bahkan ketika nyawanya sendiri terancam.

Setelah itu, Ghaurats kembali kepada kabilah Ghathfan dan Muharib, dan dengan penuh kekaguman berkata kepada mereka, “Aku baru saja bertemu manusia terbaik.”

Kisah ini menggambarkan keteguhan iman Nabi Muhammad dalam menghadapi bahaya, serta sifat pemaafnya yang mulia. Peristiwa ini juga menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan penuh kepada Allah akan selalu membawa perlindungan dan keselamatan. **

Sumber: Abdul Aziz Asy-Syinawi “Saat-Saat Berkesan Bersama Rasulullah SAW” 

Share :

Baca Juga

Masyarakat Muba Dukung PJ Bupati Muba dan PJ Sekda Jalankan Roda Penerintahan Pembanguan dan Kemasyarakatan
Bernilai Dan Berkelas Atria Hotel Gading Serpong Hadir Dengan Wajah Baru
Bupati Humbahas Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Tahun 2025 dan Akselerasi Sertifikasi Produk Halal

Tangerang Raya

Pejabat PPA dan PPK Kehilangan Wibawa, Proyek Rp1,4 Miliar ‘Disetir’ Kelompok Luar: Rakyat Dirugikan!”

Daerah

Rumah Terendam, Tugas Tetap Jalan: Trauma Healing Mabes Polri Hadir untuk Personel Polres Aceh Tamiang
Polresta Cirebon Ikuti Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Tahap I

Jakarta

Proyek Perumahan Permata dePORIS di Kalideres Beroperasi, Status Izin PBG Masih Tanda Tanya
Panglima TNI Sebagai Ketua Ikatan Keluarga Alumni SMP Negeri 2 Cimahi ikuti Reuni Akbar

Contact Us