Home / Tak Berkategori

Selasa, 21 Mei 2024 - 19:13 WIB

Korea Selatan Larang Video Viral Propaganda Korea Utara yang Memuji Kim

Senin (20/05) Badan Pengawas Media Korea Selatan mengatakan bahwa mereka melarang akses ke video musik propaganda Korea Utara yang mengidolakan dan mengagungkan pemimpin Kim Jong Un sebagai “ayah yang ramah” dan “pemimpin yang hebat”.

Seoul, SuaraRepublikNews.com – Peraturan Keamanan Nasional Korea Selatan memblokir akses ke situs web dan media pemerintah Korea Utara untuk membatasi eksposur terhadap upaya rezim otokratis Kim untuk “memuji, menghasut, atau menyebarkan” kegiatannya.

Dilansir dari media Reuters, pada dasarnya kedua Korea tersebut masih dalam kondisi perang karena gencatan senjata yang mengakhiri Perang Korea 1950-1953, bukan karena perjanjian damai.

Keputusan untuk melarang video tersebut dibuat setelah otoritas intelijen meminta peninjauan mengenai kemungkinan video tersebut melanggar hukum, dari Komisi Standar Komunikasi Korea di Seoul.

“Video tersebut merupakan konten khas yang terkait dengan perang psikologis melawan Korea Selatan, karena diposting di saluran yang dioperasikan untuk terhubung dengan dunia luar dan terutama berfokus pada pemujaan dan pengagungan Kim secara sepihak,” kata badan pengawas tersebut dalam sebuah pernyataan.

Video tersebut telah menjadi hit di media sosial di seluruh dunia, menjadi viral di aplikasi video pendek TikTok dan platform lainnya.

Media pemerintah Pyongyang sering menampilkan demonstrasi kesetiaan yang berlebihan oleh warga negara kepada para pemimpinnya untuk membantu para pemimpin mengkonsolidasikan kekuasaan dan menciptakan kultus kepribadian di sekitar mereka.

Berjudul “Ayah yang Ramah”, video tersebut diluncurkan bulan lalu oleh televisi pemerintah Korea Utara. Video ini menunjukkan warga Korea Utara mulai dari tentara hingga anak-anak sekolah dengan penuh semangat meneriakkan kalimat berikut “Mari bernyanyi, Kim Jong Un pemimpin yang hebat” dan “Mari kita banggakan Kim Jong Un, ayah yang ramah”.

Badan pengawas Media Korea Selatan memblokir akses ke beberapa saluran YouTube propaganda Korea Utara tahun lalu atas permintaan badan intelijen Korea Selatan. (Stg)

Share :

Baca Juga

Politisi PPP Lebak, Akan Laporkan KPU Lebak ke DKPP Terkait Adanya Pungli Dalih Pajak Badan Adhoc
Parlindungan Saragih, SE
Kasdim 1710/Mimika Mengikuti Vicon Peresmian Penggunaan Fasilitas Air Bersih Oleh Kasad
TMMD Kodim 1623/Karangasem Membuat Gorong-Gorong Untuk Irigasi Dan Drainase
Trump Selamat dari Upaya Pembunuhan: “Saya Berada di Sini Atas Anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa”
Puluhan Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Gedung DPRD Lebak: Serukan Pengembalian Marwah Lembaga Perwakilan Rakyat dan Kritisi Postingan Ketua DPRD
Bupati Nias Barat Bersama Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Sumut Menyempatkan Diri Diskusi Bersama
Polresta Tangerang Ungkap Pelaku Mutilasi di Tangerang

Contact Us