AMBON,POLDA MALUKU, SuaraRepublikNews. Com- Kapolda Maluku Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., melaksanakan program Kumpul Bersama Masyarakat sebagai bagian dari Program 100 Hari Kerja Kapolri yang dijadwalkan setiap hari Rabu pada minggu berjalan.
Melalui dialog langsung bersama para Latupatti, raja negeri, saniri, dan tokoh masyarakat Jazirah Leihitu, Kapolda menyerap berbagai aspirasi terkait kamtibmas, pencegahan konflik sosial, pemberantasan narkoba dan minuman keras, hingga persoalan batas wilayah.

Kegiatan berlangsung di Resto and Cafe Wai, Kelurahan Waihong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (21/10/2026), pukul 14.05 hingga 15.10 WIT.
“Aspirasi Latupatti: Bhabinkamtibmas, Narkoba, Sopi, dan Batas Tanjung Sial’
Sejumlah aspirasi mengemuka, mulai dari optimalisasi peran Bhabinkamtibmas, dukungan operasional kepolisian, pencegahan peredaran narkoba dan sopi, kesempatan putra-putri daerah mengikuti seleksi Polri, hingga persoalan batas wilayah Tanjung Sial.
Raja Negeri Wakasihu Haji Ahmad Polanunu mengapresiasi dialog langsung dan menilai Bhabinkamtibmas yang dekat dengan masyarakat sangat penting.
Raja Negeri Tengah-Tengah Imat Tuharea menyebut kamtibmas di wilayahnya relatif aman selama empat tahun terakhir dan menyoroti sopi serta batas wilayah sebagai faktor pemicu konflik.
Pejabat Negeri Tial Umar Tuharea berharap dukungan operasional untuk Polsek dan Bhabinkamtibmas mendapat perhatian.
Pengurus Jazirah Leihitu Dahlan Soisa menyampaikan Jazirah Leihitu terdiri 22 negeri dan 31 dusun dengan mobilitas tinggi dan berharap putra-putri Leihitu mendapat kesempatan adil dalam seleksi Polri.
Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Wilayah Hitu Jazirah Sulaiman Opier, S.H., mengusulkan tes urine bagi anggota kepolisian dan penguatan pemberantasan narkoba.
Ketua Saniri Negeri Suli Geraldus J. Alputilla menyampaikan persoalan batas Tanjung Sial yang telah berlangsung 16 tahun antara Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat dan berharap dikoordinasikan dengan Pemprov Maluku.
“Kapolda: Komunikasi Rutin Setiap Rabu”
Menanggapi masukan tersebut, Kapolda Maluku menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian, para raja negeri, dan tokoh adat.
Kapolda menyampaikan komitmen memberikan perhatian terhadap pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas, peningkatan pelayanan, serta pencegahan narkoba dan miras. Ia mengagendakan pertemuan rutin setiap hari Rabu bersama para raja negeri dan merencanakan tes urine dan razia paling lambat minggu berikutnya sesuai ketentuan hukum.
Terkait penerimaan Polri, Kapolda menegaskan seleksi harus adil berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan persyaratan yang berlaku. Para raja negeri diharapkan mempersiapkan generasi muda.
“Kabid Humas: Polisi Bersama Masyarakat Harus Diwujudkan”
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., menegaskan program Kumpul Bersama Masyarakat merupakan komitmen Polri membangun komunikasi terbuka.
“Semangat Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat, keterbukaan dalam menerima aspirasi, serta kesungguhan menindaklanjuti persoalan yang disampaikan warga,” ujar Kabid Humas.
Kegiatan dihadiri Dirintelkam Kombes Pol Darmawan Dwiharyanto, Dirbinmas Kombes Pol Hujra Soumena, Kabid Humas Kombes Pol Rositah Umasugi, serta Kapolresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Andrias Susanto Nugroho bersama para raja negeri dan tokoh masyarakat Jazirah Leihitu. ( Dhet ).










