Home / Tak Berkategori

Selasa, 6 Agustus 2024 - 10:10 WIB

Sinergi ATR/BPN dan Polri dalam Pemberantasan Mafia Tanah

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Polri memperkuat sinergitas dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait tindak pencegahan kasus pertanahan. PKS ini sebagai salah satu upaya pemberantasan mafia tanah

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Polri memperkuat sinergitas dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait tindak pencegahan kasus pertanahan. PKS ini sebagai salah satu upaya pemberantasan mafia tanah

Jakarta, suararepubliknews.com – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Polri memperkuat sinergitas dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait tindak pencegahan kasus pertanahan. PKS ini sebagai salah satu upaya pemberantasan mafia tanah.

Penerbitan Peraturan Menteri ATR/BPN

Kerja sama ini dilakukan selaras dengan penerbitan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Permen ATR/BPN) Nomor 15 Tahun 2024 tentang Pencegahan Kasus Pertanahan pada April 2024.

Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, sengketa menjadi salah satu isu yang selalu menjadi sorotan publik, termasuk konflik pertanahan yang disebabkan atau dimotori oleh oknum mafia tanah. Tak dipungkiri, banyak masyarakat yang menjadi korban mafia tanah.

“Belasan tahun bahkan puluhan tahun kasus tidak selesai karena memang sudah sangat complicated dan ini perlu diurai secara rigit dan tidak boleh ada persepsi yang berbeda,” jelas Menteri ATR/BPN, Senin (5/8/2024).

Harapan Penguatan Sinergi dan Kolaborasi

Menteri ATR/BPN berharap, dengan adanya perjanjian kerja sama ini akan semakin menguatkan sinergi, kolaborasi, dan semangat untuk memberantas mafia tanah sampai ke akar-akarnya melalui Satgas Anti Mafia Tanah. Dengan begitu, apa yang menjadi atensi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dapat terlaksana.

Dampak Sengketa Tanah terhadap Investasi

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo menambahkan, sengketa tanah menjadi masalah yang berlarut-larut bahkan hingga mengganggu investasi. Padahal, di Indonesia terdapat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 33 yang dengan jelas menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

“Tapi pada saat negara mau menggunakan tanah saja berhadapan dengan mafia tanah. Oleh karena itu tentunya kita sepakat bahwa harus ada kepastian terkait dengan kepemilikan tanah, sehingga ke depan masyarakat yang selama ini selalu dirugikan oleh kelompok-kelompok yang disebut dengan ‘mafia tanah’ ini kemudian bisa kita berikan kepastian dan hukum,” jelas Kapolri.

Dukungan untuk Pemberantasan Mafia Tanah

Tidak hanya itu, menurut Jenderal Sigit, masalah mafia tanah ini juga telah mengganggu masuknya investasi di Indonesia. Bahkan, tidak jarang investor yang masuk pada akhirnya terkendala dengan masalah pertanahan.

“Karena itulah, hal ini menjadi PR bersama agar Indonesia betul-betul bisa bersaing dalam hal investasi,” ujar Jenderal Sigit.

Komitmen Polri dalam Pemberantasan Mafia Tanah

Dibeberkan Kapolri, dalam kasus mafia tanah tentunya ada persekongkolan dan permainan hukum. Ia pun mendukung Kementerian ATR/BPN untuk melakukan pemberantasan.

“Jadi kalau istilah saya tambahannya dari gebuk mafia tanah sampai tuntas dan kita dukung,” ujar Jenderal Sigit. (Stg)

Sumber: Bid Humas Polda Jabar

Share :

Baca Juga

Polresta Cirebon Gelar Apel Siaga dan Penyekatan Jalur untuk Pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih 2024-2029

Banten

Fasilitas Mewah DPRD Banten Disorot Usai Beli Ambulans SUV Pajero Sport Rp900 Juta
Bukan Teroris, Cuma Wartawan! Kasatlantas Buru Bentak dan Usir Jurnalis Saat Liput PSU, Sikap Angkuh Perwira Polisi Ini Bikin Geram!

Maluku

Gerebek Lokasi Diduga Sarang Narkoba di Hitu, Polda Maluku Libatkan TNI-PM dan BNN
MAN 1 Kota Bekasi Mengadakan Lomba Garasi ke XIl se- Jawa (Gerak Ekstra dan Variasi Indah)
Babinsa Koramil 1710-07/Mapurujaya Jaga Hubungan Dengan Masyarakat Melalui Komsos
Warga Resah: Pabrik Peleburan Alumunium di Kampung Lemo Diduga Tidak Berizin dan Sebabkan Pencemaran Lingkungan
Bupati Humbahas Berbaur dengan Warga, Gunakan Hak Pilih di Pilkada Serentak 2024

Contact Us