Home / Tak Berkategori

Jumat, 17 Februari 2023 - 12:43 WIB

Terkait Dugaan Mark up Komimfo Kepri Penyidik Wajib Menyampaikan Hasilnya Ke Publik

Ombudsmen RI Perwakilan Kepulauan Riau Lagat Siadari SH, MH Jumat (17/02/2023).

Tanjungpinang, Suararepubliknews.com  – Terkait Dugaan Mark up anggaran di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) apapun hasilnya penyidik wajib menyampaikan ke Publik.

Hal tersebut disampaikan Ombudsmen RI Perwakilan Kepulauan Riau Lagat Siadari SH, MH Jumat (17/02/2023).

Menurut Inspektorat Provinsi Kepri merupakan salah satu  Aparat Penegak Hukum Internal Pemerintah (APIP) yang bekerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) Kejaksaan Tinggi Kepri. ” Kita tunggu saja hasilnya” ujar Mantan Wartawan Hukum Kriminal Mabes Polri itu.

Setelah selesai proses Lidik oleh Inspektorat diharapkan menyerahkan hasilnya ke penyidik Kejati Kepri. Jika memang penyidikan memenuhi unsur pidana, maka Jaksa wajib menaikkan statusnya.

Sebaliknya jika memang tidak ada indikasi Mark Up Jaksa wajib menutup kasus tersebut. Hal ini merupakan kewajiban penyidik memberikan klarifikasi kepada publik guna memenuhi azas keterbukaan dan akuntabilitas penegakan hukum.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya adanya dugaan mark up Dinas Komimfo Provinsi Kepri telah di laporkan masyarakat ke pihak Kejati Kepri.

Kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulawan Riau.

Namun masyarakat banyak berasumsi jika kasus tersebut jalan di tempat karena hingga saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Hasan Karo Humas Kominfo Provinsi Kepri selaku pihak yang bertanggung jawab saat dihubungi lewat ponselnya tidak mau menjawab. Bahkan rilis berita yang di kirim lewat WhatsApp hanya di baca tapi tidak mau menjawab.

Nixon Andreas Lubis.SH.,M.SI  Kasi Penkum Kejari Kepri baru-baru ini menyebut ada dua laporan yang masuk di PTSP Kejati Kepri terkait pengaduan masyarakat atas Dinas Kominfo Kepri.

Laporan itu atas nama Reno Asmaradi (DKK) kemudian laporan kedua  kuasakan ke pengacara atas nama Ir. Hambali Hutasuhut SH yang semuanya dalam tahap penyelidikan.

Laporan Reno Asmaradi  terkait dugaan Mark up anggaran Dinas Kominfo Provinsi Kepri diterima tanggal 3/11/ 2022. Namun pihak Kejati meneruskan laporan tersebut ke Inspektorat Provinsi Kepri tanggal 18/11/2022 untuk ditelaah.

Disebut apabila ditemukan unsur pidananya, Inspektorat Provinsi Kepri selaku pengawasan internal, akan menyerahkan kasus tersebut ke pihak penegak hukum misalnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau hingga saat ini belum dapat di konfirmasi. Dilain pihak berdasarkan Hotline Jaksa Agung melalui WhatsApp 08138963xxxx belum mendapatkan keterangan. Hanya saja pihaknya menyebut bahwa identitas pelapor tetap dilindungi. (Jhon)

Share :

Baca Juga

Jelang Pemilu 2024, Firza Husen Hadir Untuk Masyarakat Kota Tangerang

Maluku

Pangdam XV/Pattimura Pimpin Alih Tongkat Komando Danrindam XV/Pattimura
Sejumlah Siswa MTs HBS Meulaboh Menjuarai Beberapa Perlombaan
Pelepasan Rombongan Calon Jamaah haji Kabupaten Buru Muslim Haji 1444 Hijriyah/2023 Sebanyak 121

Tangerang Raya

Dugaan Skandal Limbah B3 di Pasar Kemis,Bak Lingkaran Obat Nyamuk. Sindikat Pejabat Publik.
Kakanwil Banten Apresiasi Sistem Keamanan Maximum Security dalam Kunjungan Kerja di Lapas Cilegon
Musrembang RKPD Humbahas Fokus Pada Pembangunan Berkeadilan
Babinsa Koramil 1710-03/Kuala Kencana Hadiri Acara Sosialisasi Pemilihan Kepala Kampung Antar Waktu

Contact Us