Home / Tak Berkategori

Kamis, 18 Juli 2024 - 03:04 WIB

Ukraina: Perjuangan di Medan Perang dan Tantangan Diplomatik yang Berkepanjangan

Foto - APnews

Foto - APnews

Kyiv, suararepubliknews.com – Setelah hampir 30 bulan berperang dengan Rusia, tantangan Ukraina di medan perang semakin meningkat, sementara dukungan vital dari Amerika Serikat semakin bergantung pada perubahan angin politik.

Dampak Penundaan Bantuan Militer AS

Penundaan bantuan militer selama enam bulan dari AS, penyumbang tunggal terbesar bagi Ukraina, membuka pintu bagi pasukan Rusia untuk merangsek ke garis depan. Pasukan Ukraina sekarang berjuang untuk menahan pergerakan tentara Rusia yang lebih besar dan lebih lengkap.

“Dua atau tiga bulan ke depan mungkin akan menjadi yang tersulit untuk Ukraina pada tahun ini,” ujar seorang pengamat militer dari Carnegie Endowment, Michael Kofman, dalam sebuah podcast baru-baru ini.

Kekhawatiran atas Dukungan Barat

Ada kekhawatiran lain yang mengintai Ukraina: berapa lama dukungan politik dan kekuatan militer Barat yang sangat penting untuk mempertahankan kemerdekaannya akan bertahan?

Pada hari Senin, mantan Presiden Donald Trump memilih Senator JD Vance dari Ohio sebagai calon wakilnya dari Partai Republik pada pemilu AS bulan November, dan Vance ingin agar Amerika Serikat mengurus masalahnya sendiri – tidak harus berperang ribuan mil jauhnya di benua yang berbeda, meskipun ia mengatakan bahwa Putin keliru karena melakukan invasi.

Pandangan tersebut sesuai dengan sikap Trump sendiri. Trump telah menyatakan bahwa jika terpilih, ia akan mengakhiri konflik sebelum Hari Pelantikan pada bulan Januari. Dia enggan mengatakan seperti apa caranya.

Tantangan dari Aliansi Internasional

Sementara itu, Perdana Menteri Hongaria yang pro-Rusia, Viktor Orbán – di mana negaranya memegang kursi kepresidenan secara bergilir di Uni Eropa – baru-baru ini telah membuat marah para pemimpin Uni Eropa lainnya setelah ia melakukan pertemuan dengan Putin dan Presiden Cina Xi Jinping.

Korban Jiwa dan Perang yang Berkepanjangan

Perang terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II ini telah menelan puluhan ribu korban jiwa di kedua belah pihak, termasuk ribuan warga sipil. Tidak ada tanda-tanda perang ini akan berakhir dalam waktu dekat.

Dan Putin tampaknya ingin membuat perang ini berkepanjangan dengan maksud untuk menyurutkan keinginan Barat yang rencananya akan mengucurkan dana miliaran dolar ke Kyiv. (Stg)

Share :

Baca Juga

Penutupan Kolaborasi Integrasi Dikmaba TNI AD dan Diktukba POLRI TA.2022
Ibu Helena Broker Tambang Dengan Koprasi Milik Rusman Arif Suamole Alaias Ucok Di Tolak Masyarakat
Pastikan Layanan Berjalan Baik, Pj Bupati Sandi Fahlepi Kunjungi Kantor Dinas Koperasi dan UMKM

Susunan Redaksi

BENHUR sIMARMATA
“Pembangunan Kelembagaan Politik dan Penguatan Kualitas Otonomi Daerah” (Tema Kuliah Umum Di Kampus USU)
Pesona Puncak JOWIN: Destinasi Wisata Edukatif di Tulungagung Selatan
Pj Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan.S.Si, M.M.Perkuat Ukhuwah Islamiyah dan Sosialisasi Pembangunan

TNI/Polri

Akses Darat Terhambat, Pangkoops TNI Habema Perintahkan Evakuasi Udara Ibu Sinta dari Mbua

Contact Us