Home / Internasional

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Unik Namun Menohok: Anggota Parlemen Malaysia Komplain Asap Karhutla ke Presiden Prabowo Gunakan Bahasa Jawa

KUALA LUMPUR, SRN  — Persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampaknya berupa kabut asap lintas batas (transboundary haze) kembali menyita perhatian antarnegara di Asia Tenggara. Dalam sidang Dewan Rakyat Malaysia pada Rabu (21/10/2026), sebuah momen tidak biasa terjadi ketika anggota parlemen Malaysia,

Kalam Salan, menyampaikan interupsi serta desakannya kepada pemerintah Indonesia.
Kalam Salan, yang mewakili konstituennya, menyampaikan komplain terkait asap karhutla yang mulai mengganggu wilayah Malaysia. Uniknya, selain menggunakan bahasa Melayu, Kalam turut menyelipkan ucapan dalam bahasa Jawa di hadapan sidang parlemen yang mulia. Tudingan lintas batas dan desakan ketat.

Dalam pidatonya, Kalam Salan secara spesifik menujukan imbauan dan desakannya kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Ia meminta agar pemerintah Indonesia segera mengambil langkah konkrit dan tindakan tegas di lapangan guna memadamkan titik-titik api.

“Dampak dari kabut asap karhutla ini tidak hanya dirasakan oleh warga di Indonesia, tetapi juga berdampak luas hingga ke wilayah negara tetangga,” tegas Kalam dalam ruang sidang, Rabu 21 Oktober 2026.

Penggunaan bahasa Jawa oleh anggota parlemen Malaysia ini dinilai sebagai pendekatan diplomasi rakyat (soft diplomacy) yang bernuansa kultural untuk menarik perhatian langsung dari kepemimpinan Indonesia, mengingat eratnya ikatan sejarah dan budaya di kawasan.

Masalah kabut asap akibat karhutla memang menjadi isu tahunan yang kerap memicu ketegangan diplomatik di kawasan ASEAN. Kalam Salan menyoroti pentingnya solusi permanen agar persoalan asap yang merugikan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kawasan ini tidak terus berulang dari tahun ke tahun.

Hingga berita ini diterbitkan, publik dan jajaran terkait menunggu respons serta langkah mitigasi konkret dari kementerian/lembaga teknis di Indonesia guna menanggulangi titik api dan meminimalisir dampak kabut asap ke negara tetangga. ( MT ).

Share :

Baca Juga

Internasional

 Peru  Memanas Kembali Makzulkan Presiden: Jose Jeri Lengser Setelah 4 Bulan Menjabat

Internasional

Pujian Trump di Pertemuan Board of Peace: Diplomasi Tanpa Sekat Presiden Prabowo

Internasional

Pujian Trump di Pertemuan Board of Peace: Diplomasi Tanpa Sekat Presiden Prabowo”

Internasional

Aksi Protes di KBRI Kuala Lumpur: Aktivis Malaysia Desak Presiden Prabowo Atasi Kabut Asap Lintas Batas

Internasional

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Tibet: 16 Orang Tewas dan Ratusan Rumah Hancur

Contact Us