Home / Buru

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Yang Hentikan alat berat Bukan TNI, Tapi Kami Ahli Waris. PTB Belum Selesaikan Izin ke 6 dari 14 Orang Ahli Waris

NAMLEA, SuaraRepublikNews.com– Polemik aktivitas tambang di *Gunung Botak, Kabupaten Buru kembali memanas. Perwakilan Ahli Waris Pemilik Lahan Gunung Botak angkat bicara dan menegaskan masih ada 6 dari 14 orang ahli waris yang belum memberikan izin pelepasan lahan kepada Koperasi Produsen Tanila Baru (PTB).

Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi ahli waris pada Senin, 25 Agustus 2026.

1. MASIH ADA 6 AHLI WARIS BELUM TTD PELEPASAN LAHAN

Menurut ahli waris, dari total 14 orang ahli waris Gunung Botak, PTB baru mendapatkan dukungan dan pelepasan lahan dari sebagian pihak.

“Kami tegaskan, masih ada 6 orang ahli waris yang belum memberikan izin pelepasan lahan kepada PTB. Untuk itu kami meminta PTB segera datang dan bertemu dengan kami 6 orang ini,” ujar perwakilan ahli waris.

2. KLARIFIKASI: YANG HENTIKAN ALAT BERAT ADALAH AHLI WARIS, BUKAN TNI

Ahli waris juga meluruskan kabar terkait penghentian 1 unit alat berat ekskavator milik PTB di Pos PAM Anhoni Bawah.

“Kami tegaskan bahwa alat berat itu bukan dihentikan oleh personel TNI dari Pos Anhoni Bawah. Yang menghentikan adalah kami ahli waris. Karena PTB belum selesaikan izin pelepasan lahan dari seluruh ahli waris,” jelasnya.

3.TUNTUTAN KEPADA KETUA PTB: RUSLAN ARIF SOAMOLE

Ahli waris secara khusus menyoroti Bapak Ruslan Arif Soamole alias “Ucok” selaku Ketua PTB.

“Kami minta agar segera menyelesaikan izin pelepasan lahan dari seluruh ahli waris, jangan hanya sebagian. Ini secara hukum bisa berimplikasi pidana maupun perdata,” tegasnya.

Ahli waris yang belum memberi izin juga menyatakan sikap: tetap tidak akan mengizinkan alat berat PTB masuk ke lokasi IPR sebelum ada penyelesaian.

4.SOLUSI: DUDUK BERSAMA 6 AHLI WARIS

Baca Juga  Akhir Tahun 2025, Kapolres Buru Paparkan Kinerja Penegakan Hukum sebagai Wujud Transparansi kepada Masyarakat

Ahli waris menilai persoalan ini sebenarnya tidak rumit.

“Sebenarnya cukup PTB bertemu dengan 6 ahli waris untuk menyelesaikan. Kalau ada kesepakatan, otomatis tidak ada lagi yang menghalangi. Pertanyaannya, kenapa PTB justru menghindar dan tidak ada itikad baik untuk bertemu seluruh ahli waris???” katanya.

5.SIKAP DAN PIJAKAN HUKUM AHLI WARIS

Ahli waris menegaskan pada prinsipnya mendukung adanya koperasi di Gunung Botak dengan harapan dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Namun prosesnya harus benar dan menghargai hak pemilik lahan.

“Secara hukum di Indonesia, setiap ahli waris punya hak yang sama di Gunung Botak. Jika PTB ingin bekerja harus dapat dukungan seluruh pemilik lahan, bukan hanya sebagian. Dengan kondisi saat ini, terkesan Ketua PTB melakukan upaya adu domba di internal pemilik lahan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua PTB Ruslan Arif Soamole belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan ahli waris. ( Dhet).

Share :

Baca Juga

Buru

Kapolres Buru Pimpin Upacara Parade Hari Bhayangkara Ke-79 Tahun 2025

Buru

Kepala Waris Tuding Perusahaan Pendukung Koperasi Tambang Serobot Lahan Waris Di Gunung Botak

Buru

Komitmen Perkuat Disiplin dan Integritas, Bidpropam Fokus Cegah Judi Online dan Penyalahgunaan Narkoba

Buru

Apresiasi untuk Danpos Lutfi di Gunung Botak: Jembatan antara Adat dan Negara

Buru

Anahoni Prajurit Muda Mendinginkan Situasi Tanpa Peluru 

Buru

Waka Polres Buru Lepas Secara Simbolis Bantuan untuk Warga Seram Utara Pasca Bentrok Desa Sawai dan Masihulang

Buru

Satu Tongkat di Rumah Adat Kubalahin: Pengukuhan Komarudin Besan dan Upaya Mengunci Dualisme Kekuasaan Adat di Buru

Buru

Polres Buru Gelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencara Hidrometeorologi

Contact Us