Home / Tak Berkategori

Minggu, 24 November 2024 - 14:24 WIB

4 Hal yang Disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat Hadiri KTT G20 Brasil

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi ketiga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Brasil pada Selasa, 19 November 2024

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi ketiga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Brasil pada Selasa, 19 November 2024

Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menekankan pentingnya kolaborasi global dalam mengatasi kemiskinan, kelaparan, dan perubahan iklim dalam sesi KTT G20 di Brasil

Brasília, suararepubliknews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri sesi ketiga Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Brasil pada Selasa, 19 November 2024. Dalam kesempatan itu, Prabowo menggarisbawahi sejumlah isu global yang memerlukan perhatian bersama, termasuk kemiskinan, kelaparan, perubahan iklim, dan transisi energi hijau.

1. Pentingnya Kolaborasi Global untuk Mengatasi Kemiskinan dan Kelaparan

Prabowo menegaskan bahwa tantangan kemiskinan dan kelaparan bukan hanya masalah negara berkembang, tetapi juga mempengaruhi keberlanjutan pembangunan global. Dia mengungkapkan, “Kemarin kita telah membahas masalah kemiskinan dan kelaparan. Kita semua memiliki komitmen yang kuat untuk mengatasi masalah tersebut. Tantangan tersebut memang memengaruhi negara-negara berkembang, pembangunan berkelanjutan mereka, dan agenda transisi energi mereka.”

Sebagai bagian dari upaya global, Prabowo mengajak negara-negara anggota G20 untuk bergerak lebih cepat dan efektif dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Menurutnya, G20 harus menghasilkan tindakan nyata untuk mengurangi kemiskinan dan mengatasi kelaparan, yang bisa dimulai dengan kebijakan yang mendukung ekonomi inklusif dan pertumbuhan berkelanjutan.

2. Dampak Perubahan Iklim dan Upaya Indonesia Menghadapinya

Perubahan iklim menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam KTT tersebut. Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia merasakan dampak langsung dari perubahan iklim, khususnya dalam bentuk kenaikan permukaan air laut yang berdampak pada wilayah pesisir utara Pulau Jawa.

“Indonesia menderita dampak perubahan iklim secara langsung. Daerah pesisir kita kini terendam akibat naiknya permukaan air laut. Kami terpaksa memindahkan ibu kota kami. Di pesisir utara Jawa, kenaikan air laut sebesar lima sentimeter per tahun,” ungkapnya. Hal ini mencerminkan betapa seriusnya ancaman perubahan iklim terhadap kawasan pesisir Indonesia, yang menjadi tempat bagi banyak lahan produktif dan kawasan industri.

3. Pemindahan Ibu Kota Negara Sebagai Solusi

Dalam konteks perubahan iklim, Prabowo juga menjelaskan alasan di balik keputusan Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Jakarta, yang terletak di pesisir utara Jawa, menjadi sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim, terutama kenaikan permukaan laut yang memperburuk potensi banjir dan kerusakan infrastruktur.

“Pemindahan ibu kota dilakukan karena permukaan air laut di pesisir utara Pulau Jawa mengalami kenaikan akibat perubahan iklim dunia. Kami terpaksa memindahkan ibu kota kami untuk melindungi masa depan bangsa,” jelasnya. Pemindahan ini, menurut Prabowo, juga diharapkan bisa mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia.

4. Komitmen terhadap Transisi Energi Hijau

Prabowo juga menyoroti pentingnya transisi energi hijau dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. G20, menurutnya, harus mempercepat transformasi menuju energi bersih untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan mendorong penggunaan sumber daya terbarukan. Ini sangat relevan dengan upaya Indonesia yang berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan mempercepat penggunaan energi terbarukan di masa depan.

“G20 harus mengambil langkah konkret untuk mendukung transisi energi hijau. Ini adalah bagian dari solusi untuk mengatasi dampak perubahan iklim,” ujar Prabowo.

Menjadi Bagian dari Solusi Global

Dengan berbicara di forum internasional seperti KTT G20, Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terlibat aktif dalam menghadapi tantangan global. Menurutnya, solusi terhadap masalah kemiskinan, perubahan iklim, dan ketahanan pangan tidak bisa dicapai secara terpisah-pisah, tetapi memerlukan kerjasama antarnegara untuk mencapainya.

Editor: Stg
Copyright © suararepubliknews 2024

Share :

Baca Juga

Sat Reskrim Polres Lebak Amankan 6 Pelaku Pengeroyokan di Sajira,4 Orang  DPO

Maluku

Rawat Toleransi Jelang Ramadhan, Brimob Polda Maluku Kerja Bakti Bersama Warga di Sekitar Masjid Nurul Izzah Ambon
Kejari Kota Tangerang Serahkan Uang Sitaan Rp2.4 Miliar ke BJB
Bupati Humbahas Hadiri Festival dan Pengembangan Wisata Seribu Gua Pakkat
Polsek Malingping Salurkan Bantuan Sosial ke Ponpes Sabilul Huda: Bentuk Nyata Kepedulian
Personel Polsek Mdona Hyera Kawal Logistik Pemilu ke TPS di Pulau Luang
Proyek Paving Block dari Dinas Perkim di Desa Gaga Diuga Asal Jadi,Ironisnya Pejabat Tutup Mata
Tingkatkan Kesejahteraan Prajurit, Mabes TNI Jalin Kerjasama Dengan PT Asabri

Contact Us