Home / Tak Berkategori

Senin, 5 September 2022 - 16:49 WIB

Pemkab Muba Terus Berupaya Jaga Kestabilan Ekonomi Masyarakat

Pj Bupati Muba Ikut Rakor Pengendalian Inflasi Pusat Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Senin (5/9/2022).

SEKAYU, – Penjabat Bupati Musi Banyuasin H Apriyadi MSi mengikuti Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat secara virtual di Ruang Rapat Serasan Sekate Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Senin

(5/9/2022).

Rakor ini juga diikuti Kapolres Muba AKBP Siswandi SH Sik MH, Kajari Muba Markos Marudut Mangapul Simare Mare SH MHum, Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Cristo Evert Natanael Sitorus SH MHum, Perwakilan Kodim 0401 Muba dan Jajaran Pemerintah Kabupaten Muba.

Dalam kesempatan itu Pj Bupati Muba mengatakan Pemerintah Kabupaten Muba tentu tidak menginginkan terjadi inflasi, apalagi pasca perubahan harga BBM, dan itu yang akan diminimalisir pemerintah.

“Saat ini pemerintah pusat sedang mempersiapkan berbagai bantuan sosial dan dukungan dari pemerintah daerah untuk masyarakat terdampak

inflasi,” ujarnya.

Lanjutnya, Pemkab Muba akan tetap berupaya menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, untuk itu beliau berharap agara masyarakat dapat bersabar dan tidak menimbulkan gejolak keamanan.

“Kita pemerintah tetap berupaya agar kestabilan ekonomi masyarakat dapat terjaga. Apalagi kenaikan harga BBM yang tidak dapat dihindari,” tandasnya.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam arahannya meminta pemerintah daerah turut bergerak dalam penanggulangan inflasi dampak kenaikan BBM, selain Pemerintah Pusat Mensos dan Menteri Ketenagakerjaan.

“Pemda juga kita minta, turun rembuk membantu masyarakat masing-masing, baik provinsi maupun kabupaten kota,” kata Mendagri.

 Tito memaparkan ada beberapa poin bantalan sosial untuk penganggulangan dampak kenaikan BBM, yakni Bantuan Sosial yang dikelola Kemensos, recofusing dan 2% dari dana alokasi umum nasional,

dana reguler APBD yang dianggarkan Pemda masing-masing dari belanja tidak terduga dan bantuan sosial, dan dana desa maksimal 30% yang digunakan untuk bansos bagi masyarakat yang terdampak inflasi.

“Pengendalian inflasi jadikan prioritas, bersinergi dengan stakeholder, seperti kita menangani Covid-19. Tolong juga selain APBN dan APBD, manfaat kan juga CSR untuk membantu masyarakat yang kurang

mampu,” pungkasnya. (Martha )

Share :

Baca Juga

Kapolresta Cirebon Gelar Ngopi Aspirasi Bersama Berbagai Unsur Masyarakat Plered
Kejari Jakarta Barat Bersama BNPT dan PT Pindad Gelar Verifikasi Barang Bukti Tindak Pidana Teroris

Tangerang Raya

SIM SAMIN Hadir di Car Free Day Puspemkab Tangerang, Warga Antusias Perpanjang SIM di Hari Libur
Misteri Jejeran Bangunan Kokoh di Atas Lahan Dinas PUPR Cidurian: Oknum Mantri Diduga Perjualbelikan Tanah Negara
Transformasi Digital, Mulai Senin Depan Dinkominfo Muba Uji Coba Terapkan Aplikasi E-Office

Maluku

Tinjau Lokasi Pasca Kebakaran, Kapolres SBT Salurkan Bantuan Penampungan Air Bagi Warga
Polemik Kegiatan Pelatihan Kepala Desa Se Kabupaten Lebak Kian Memanas.

Banten

Blood Moon Terpanjang Abad Ini: Langit Akan Memerah pada 7-8 September 2025

Contact Us