Home / Tak Berkategori

Selasa, 17 Oktober 2023 - 20:35 WIB

Kemendikbud Minta Kampus Manfaatkan Dana Pendanaan untuk MBKM Mandiri

Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam merilis Program Dana Padanan 2024 di JW Marriot Hotel, Jakarta, Selasa (17/10/2023).

Jakarta, Suararepubliknews – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta perguruan tinggi memanfaatkan Dana Padanan untuk membuat berbagai program dalam melaksanakan Merdeka Belajar Kampus Mengajar (MBKM) Mandiri.

 

“Program matching fund atau Dana Padanan ini, kalau kampusnya kreatif bisa dijadikan MBKM Mandiri,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek Nizam di Jakarta, Selasa.

 

MBKM Mandiri adalah adalah kegiatan MBKM yang dijalankan secara mandiri dan berkelanjutan oleh perguruan tinggi dengan adanya keterlibatan multipihak.

 

Hal tersebut dilakukan, kata dia, agar pengembangan keilmuan yang didapat oleh mahasiswa tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan kampus, namun juga dapat berkontribusi nyata untuk lingkungan dan masyarakat.

 

Bentuk kegiatan MBKM Mandiri yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi, antara lain magang, membangun desa/KKN Tematik, serta pertukaran pelajar.

 

Nizar mengatakan selama ini Kemendikbudristek mendukung pelaksanaan MBKM Mandiri seperti menyediakan pendanaan berbasis kompetensi yaitu perguruan tinggi bisa mengajukan proposal Program MBKM Mandiri.

 

“Kita menyediakan pendanaan yang berbasis kompetisi. Perguruan tinggi bisa mengajukan program-program MBKM Mandiri yang bisa menggunakan pendanaan ini,” katanya.

 

Tak hanya itu, Nizam menuturkan perguruan tinggi juga bisa mengoptimalkan inovasi dan kreativitas dalam membuat proposal program yang dapat diajukan untuk mendapat Dana Padanan.

 

Program Dana Padanan atau sebelumnya dikenal dengan Matching Fund memberikan pendanaan kepada perguruan tinggi dan industri yang berkolaborasi dalam pengembangan inovasi melalui platform Kedaireka.

 

Ia mencontohkan mahasiswa bisa membentuk program seperti revitalisasi pertanian dan pemberdayaan petani melalui teknologi smart farming sehingga dapat bermanfaat bagi seluruh pihak.

 

“Jadi mahasiswanya bisa diterjunkan sehingga menjadi grounded research selama satu semester, bahkan satu tahun dengan pendanaan dari matching fund ini,” kata Nizam. (red )

 

 

Share :

Baca Juga

Danrem 071/Wijayakusuma Letakkan Batu Pertama Pembangunan Tugu Perjuangan Di Pekalongan
Hormati Upaya Uji Materiil Aturan JHT Permen Ketenagakerjaan No. 2 Tahun 2022 ke MA
Mantan Caleg PDI Perjuangan, Tia Rahmania, Lapor Polisi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik setelah Pemecatan dan Tuduhan Penggelembungan Suara pada Pemilu 2024

Tapanuli Raya

Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Perayaan Hari Perawat Dunia Sekaligus In-House Training Manajemen Keperawatan
Spanyol dan Maroko Siap Bertarung di Semifinal Olimpiade

Tangerang Raya

Pemkab Humbahas Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi 2026, Bahas DAK Non Fisik Bantuan Operasional Kesehatan, Pengawasan Obat dan Makanan, serta Dukungan Program 3 Juta Rumah
Presiden Joko Widodo Resmi Membuka PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Harapan Bangsa
Kades Achmad Ikhsan SE  Tarumajaya ” Sambut Serah Terima Serta   Peresmian Alat Solar Dryer Dome ” Kolaborasi Telkom University Dan Kemendibud Riset Dikti

Contact Us