Home / Tak Berkategori

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:56 WIB

Komsii II: Sektor Perkebunan Bisa Atasi Kemiskinan di Provinsi Jawa Barat

Sekretaris Komisi II Provinsi Jawa Barat, Yunandar Eka Perwira, saat acara Forum Perangkat Daerah Tahun 2024, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, dengan tema “Menuju Perkebunan Unggul dam Berdaya Saing Melalui Peningkatan Produktivitas dan Nilai Tambah”, yang bertempat di Hotel Grand Sunshine, Kabupaten Bandung. Kamis, (22/2/24).

*Kabupaten Bandung, Suara Republik News.Com,—* Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat menyebutkan sektor perkebunan di Jawa Barat khususnya bisa mengatasi angka kemiskinan di Jawa Barat. Salah satu syaratnya yakni produk Jawa Barat bisa menguasai pasar sehingga tidak ada subtitusi dari produk luar.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi II Provinsi Jawa Barat, Yunandar Eka Perwira, pada acara Forum Perangkat Daerah Tahun 2024, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, dengan tema “Menuju Perkebunan Unggul dam Berdaya Saing Melalui Peningkatan Produktivitas dan Nilai Tambah”, yang bertempat di Hotel Grand Sunshine, Kabupaten Bandung. Kamis, (22/2/24).

Menurut Yunandar, DPRD bersama Stakeholder terkait harus bisa mengawasi pengendalian produksi sektor perkebunan sehingga kedepannya bisa mengendalikan harga dalam jangka panjang. Sektor perkebunan juga harus memberikan jaminan harga jual yang baik, barang baku yang terbaik pula, bahkan juga jaminan jumlah yang selalu stabil. Sehingga bisa menyerap lapangan pekerjaan dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

“Jadi kita harus menjamin kepada suplier baik kepada demand dipasar bahwa kita mempunyai produk yang memberikan jaminan komoditi yang baik. Bahkan, jaminan volume komoditas yang selalu stabil. Sehingga bisa menyerap penanam modal/investor yang baru,” Ujar Yunandar.

Di harapkan, kata Yunanadar, lebih jauhnya bisa meningkatkan produksi dan peningkatan kesejahteraan petaninya. Ketika petani meningkat kesejahteraannya akan membutuhkan pelaku usaha yang lain. Sudah tentu pergerakan perekonomiannya akan tumbuh.

Selain itu, Yunandar mencontohkan perkebunan di Jawa Barat diawali oleh kolonial Belanda yakni dengan menciptakan perkebunan yang berkembang dengan pesat dan bisa memancing tumbuhnya bisnis-bisnis lain. Karena itulah sektor perkebunan berkembang pesat makan kemiskinan bisa terselesaikan.

“Seperti jaman dahulu perkebunan dibuka di Jawa Barat, oleh orang-orang Belanda itu mereka tidak sendirian awalnya, sampai perkebunannya berkembang dan menciptakan bisnis-bisnis lainnya, sampai akhirnya Bandung pun dijuluki Paris Van Java, karena munculnya dari konsep perkebunan ini ketika perkebunan mensuplai kebutuhan di Bandung Raya, kemiskinan ekstrim bisa diselesaikan dengan bagaimana kita memajukan perkebunan sehingga perkebunan Jawa barat bisa naik kelas, yang tadinya di jual di Jawa Barat, bisa dijual secara nasional bahkan mancanegara,” Tuturnya.

Apalagi, lanjut Yunandar, Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki salah satu varietas kopi terbaik di dunia. Sebab, dengan adanya perkebunan kopi di Jawa Barat seharusnya bisa mengatasi masalah kemiskinan. Pelaku usaha kopi salah satu penggerak perekonomian dari hulu ke hilir. Pihaknya berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan harus selalu bisa membuat desain dan development untuk sektor kopi di Jawa Barat.

“Seperti kopi Jawa Barat, kopi Jawa Barat merupakan varietas kopi terbaik di dunia, sebenarnya sudah membantu mengatasi masalah kemiskinan dan banyak orang yang terjun ke bisnis kopi, karena bisnis kopi merupakan bisnis yang jalan dari hulu sampai ke hilir, tidak hanya petani saja, tidak hanya cafe saja tapi ada juga yang mengolah menjadi bahan olahan lainnya, dan ini butuh dorongan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jadi kita harus bisa mengedukasi, membuat desain dan development, dan yang penting juga bagaimana mereka mau menjadi bagian dari bisnis ini, jadi bukan hanya ingin menjadi pegawai pemerintah saja tapi harus berani masuk didalam bisnis perkebunan ini,” Pungkas Yunandar.

(Humas DPRD Jabar/ Tera )

 

Editor : Enjelina

Share :

Baca Juga

Kritikan Terhadap Survei Kepuasan Kinerja Jokowi- Ma’ruf tidak Aple to Aple
Boaz Solossa Dihukum Dua Laga karena Memukul Steward, RANS Nusantara FC Juga Didenda
Evakuasi Dramatis KM Dausa di Perairan Selaru: Kapal Tenggelam Akibat Cuaca Ekstrem dan Muatan Berlebih

Maluku

Kapolri Pimpin Sertijab Kabaintelkam dan Dankor Brimob Polri
Pengungkapan Kasus Merintangi Penyidikan di Subang: Tersangka Diperiksa atas Perubahan TKP

Maluku

Polri Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Polsek Teluk Ambon Salurkan Bibit Jagung ke Kelompok Tani
Satgas Yonif Mekanis 203/AK Adakan Kegiatan Sosial di Pasar Popome
Polres Cirebon Kota Gelar Patroli Mobile di Tahun Politik untuk Ciptakan Rasa Aman

Contact Us