Home / Tak Berkategori

Selasa, 8 Maret 2022 - 06:01 WIB

SDI Al Mubarok Gunung Anyar Peringati Isra’ Mi’raj Sekaligus Launching Sekolah Berbasis Pesantren

SURABAYA, – Isra’ Mi’raj tahun ini, sabtu (05/03), menjadi momentum spesial bagi SDI Al Mubarok Gunung Anyar, Surabaya. Sebab, selain menggelar perlombaan, sekolah ini juga memeriahkan puncak acara dengan potong tumpeng atas launchingnya identitas baru. Yakni SDI Al Mubarok sebagai Sekolah Berbasis Pesantren.

Jika nanti seluruh orang tua mendukung, saya akan menyampaikan program ke komite, ketua yayasan, pembina yayasan dan pengawas, bahwa SDI Al Mubarok akan naik 10 Level dan siap bersaing dengan sekolah sekitar. Ulas Kepala Sekolah SDI Al Mubarok ketika sambutan.

Turut hadir pengawas dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Moh Na’im. Ketua Yayasan Masjid Al Mubarok, Firatmo Sanyoto. Ketua pembina yayasan, M Masmuk. Rois Syuriah MWC-NU Gunung Anyar yang sekaligus menjadi pembina yayasan, K.H. Kemas Abdulrahman bin Kemas Awang. Selain itu, terlihat juga wali maurid dan tokoh masyarakat sekitar sekolah.

Sebagai pengisi acara, para juara dari lomba Tahfiz, Tartil dan Pildacil ditampilkan dalam perayaan Isra’ Mi’raj. Selain itu, para tamu undangan juga dihibur dengan penampilan ektra menari, al banjary, angklung dan MC.

Suasana sontak berubah dikala waktu penampilan dari anak-anak. Para orang tua yang tidak ingin kehilangan momentum istimewa, langsung maju ke depan guna merekam penampilan buah hatinya.

Saya senang melihat sekolah ini. Ucap Moh Na’im ketika sambutan. Seharusnya, lanjut Na’im, yang memperhatikan sekolah ini bukan hanya kepala sekolah dan guru-guru. Tapi ini harus menjadi perhatian seluruh umat islam. Karena ke depan sekolah ini berbasis pesantren.

Billughotil arobiyah. Berbahasa Arab. Menggunakan nadhom-nadhom yang biasa dihafalkan oleh santri di pondok. Kalau bisa, besok siswanya pulang sore. Setelah sholat ashar. Jadi anak-anak ketika pulang, dalam kondisi sudah sholat ashar. Jelasnya.

Pernyataan ini menjadi perhatian khusus pembina yayasan, K.H. Kemas Abdulrahman bin Kemas Awang. Kalau tadi pengawas bilang ‘kalau bisa’, sekarang saya pertegas lagi. Harus bisa! Harus dipaksakan! Kalau mau berubah menjadi baik. Memang harus dipaksakan! Tentara menjadi disipilin, itu awalnya juga dipaksa. Lama-lama pasti terbiasa.

Sebagaimana diketahui, sebelum diresmikan menjadi Sekolah Berbasis Pesantren, SDI Al Mubarok sudah menambahkan pelajaran agamanya. Yang sebenarnya hanya Pendidikan Agama Islam (PAI), SDI Al Mubarok sudah ada pelajaran Aqidah Akhlaq, SKI, Fiqih, Quran Hadits dan Bahasa Arab.

Wartawan : Reva Marliana
Editor : Hasyem As’Ari

Share :

Baca Juga

Polda Maluku Tangkap Lagi Oknum PNS Pemakai Narkotika di Ambon
Kapolres Humbahas Cek Senjata Api Dinas dan Alkon HT
Tanggapan Anggota DPRD Kota Cimahi Pada Perayaan HUT Cimahi Ke 22 Tahun 2023
Warga Antusias Serbu Operasi Pasar Beras Murah Satgas Pangan Polresta Cirebon, Bulog, dan IJTI Cirebon Raya
Ramalan Zodiak Hari Ini: 2 Juni 2024, Temukan Peruntungan, Keuangan, dan Asmara Anda
Upacara Peringatan HUT RI ke-79 di Desa Kresikan: Wujud Aspirasi Masyarakat untuk Nusantara Baru Indonesia Maju
Erick Thohir Kembali Jabat Menteri BUMN di Kabinet Merah Putih: Profil Sang Pengusaha dan Tokoh Olahraga

Maluku

Kapolda Maluku Dan Forkopimda Pantau Malam Takbiran di Ambon, Pastikan Situasi Aman dan Kondusif

Contact Us