Presiden Rusia Vladimir Putin pada hari Selasa (21/05) lalu menyebut kematian mendiang mitranya dari Iran, Ebrahim Raisi, suatu “kehilangan besar”.
Moskow.SuaraRepublikNews.com, – Putin dalam pertemuan dengan ketua Majelis Rendah Parlemen Rusia atau Duma Negara, Vyacheslav Volodin, di Moskow, mengenang Raisi sebagai “mitra yang sangat dapat diandalkan dan seorang pria yang teguh memegang janji.”
Dilansir dari Media Apnews, pemimpin Rusia meminta kepada Volodin, yang akan memimpin delegasi Rusia ke pemakaman mantan presiden di Iran pada hari ini Rabu (22/05), untuk menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi tersebut.
“Kepergian Presiden Raisi merupakan kehilangan besar, pertama dan terutama bagi Iran dan rakyatnya. Beliau adalah mitra yang sangat dapat diandalkan, orang yang tegas dan percaya diri, yang termotivasi oleh kepentingan nasional. Tentu saja, dia adalah orang yang menepati janjinya, dan sangat mengesankan untuk bekerja sama dengannya, mengingat bahwa jika kami menyepakati sesuatu, kami selalu yakin bahwa kesepakatan itu akan terwujud,” katanya.
Rusia menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan kerja sama dengan Teheran di bawah pemerintahan Raisi, dan akan melakukan semua hal untuk memastikan bahwa hubungan Rusia-Iran akan terus berlanjut seperti sebelumnya, kata Putin.
“Tolong, sampaikan kata-kata ini kepada kepemimpinan Iran,” pintanya kepada Volodin.
Pada 19 Mei, sebuah helikopter yang membawa Presiden Iran, Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian jatuh di provinsi Azerbaijan Timur, Iran.
Kepala Organisasi Bulan Sabit Merah Iran, Pir Hussein Kolivand, pada hari Senin (20/05) menyatakan bahwa seluruh penumpang dan awak helikopter tewas dalam kecelakaan tersebut. (Stg).









