Tangerang, suararepubliknews.com – Simone Biles lahir pada 14 Maret 1997, di Columbus, Ohio. Ia dibesarkan di Texas setelah diadopsi oleh kakek-neneknya. Biles mulai berlatih senam pada usia enam tahun setelah mengunjungi tempat latihan senam dalam sebuah perjalanan lapangan. Bakatnya segera terlihat, dan pada usia delapan tahun, ia mulai dilatih oleh pelatih profesional, Aimee Boorman.
Perjalanan Karir yang Luar Biasa
Simone Biles menjadi sorotan dunia saat Olimpiade Rio 2016, di mana ia memenangkan empat medali emas (all-around, vault, floor exercise, dan team) serta satu medali perunggu di balok keseimbangan. Keberhasilannya di Rio membuatnya menjadi ikon olahraga global dan dianggap sebagai salah satu pesenam terbaik sepanjang masa.
Mengatasi Tantangan Mental dan Fisik
Namun, perjalanan Biles tidak selalu mulus. Pada Olimpiade Tokyo 2021, Biles mengalami “twisties”, kondisi di mana pesenam kehilangan orientasi di udara, yang berpotensi menyebabkan cedera serius. Masalah ini memaksanya mundur dari beberapa kompetisi, tetapi ia berhasil meraih medali perunggu di balok keseimbangan setelah menyesuaikan dismount-nya.

Setelah Tokyo, Biles mengambil waktu untuk fokus pada kesehatan mentalnya. Dia mulai menghadiri terapi secara rutin dan mengatur ulang prioritasnya untuk memastikan keseimbangan antara kesehatan mental dan fisiknya. “Saya harus lebih memperhatikan diri saya sendiri dan mendengarkan tubuh saya,” kata Biles.
Kembalinya Biles ke Kompetisi
Pada tahun 2023, Biles kembali ke kompetisi di U.S. Classic, di mana ia menunjukkan bahwa dirinya masih salah satu yang terbaik dengan memenangkan gelar all-around. Ini menandai kembalinya Biles ke kompetisi setelah absen karena “twisties”. Di tahun 2024, Biles memenangkan Core Hydration Classic dengan skor 59.500, hampir dua poin di depan pesaing terdekatnya.
Menatap Olimpiade Paris 2024
Pada bulan Juni 2024, Biles memastikan tempatnya di tim Olimpiade AS untuk ketiga kalinya setelah memenangkan Xfinity U.S. Championships dan U.S. Olympic Gymnastics Team Trials. Ia menjadi wanita Amerika tertua dalam 72 tahun yang masuk tim senam Olimpiade. Meskipun menghadapi beberapa tantangan di balok keseimbangan selama kualifikasi, Biles tetap berhasil meraih skor all-around tertinggi dengan 117.225 poin (UPI).

Biles mengatakan bahwa ia merasa berada di “tempat mental yang baik” dan berterima kasih kepada terapinya yang rutin dilakukan setiap Kamis. “Segalanya terasa seperti roller coaster,” katanya. “Saya sangat senang dan sangat bersyukur bahwa saya tidak pernah menyerah, karena ada begitu banyak saat di mana saya berpikir untuk berhenti dan meninggalkan olahraga ini”.
Dukungan dari Keluarga dan Suami
Dukungan dari keluarga dan suaminya, Jonathan Owens, pemain NFL yang baru-baru ini bergabung dengan Green Bay Packers, juga menjadi sumber kekuatan bagi Biles. Meskipun hubungan mereka kini jarak jauh, Biles mengatakan bahwa mereka lebih menghargai momen-momen yang mereka habiskan bersama.
Intisari
Simone Biles tidak hanya menjadi simbol kekuatan fisik, tetapi juga ketahanan mental. Kisahnya menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. Dengan semangat dan tekad yang luar biasa, kita semua menantikan aksinya di Olimpiade Paris 2024, di mana ia berharap untuk menambah koleksi medali emasnya dan terus menginspirasi generasi mendatang. (Red-Drs. Maripin Munthe)
Sumber: UPI “Simone Biles headlines Olympic team, says U.S. gymnasts stronger than Tokyo showing”









