Bandung, suararepubliknews.com – Dalam era digital ini, banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari menatap layar komputer atau ponsel. Kebiasaan ini dapat menyebabkan rasa sakit, kaku, dan bahkan cedera akibat terlalu lama menundukkan kepala untuk melihat perangkat elektronik. Fenomena ini dikenal dengan istilah “tech neck.”
Apa Itu Tech Neck?
Tech neck adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan atau rasa nyeri kronis pada leher yang disebabkan oleh penggunaan perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, laptop, atau komputer dalam jangka waktu yang lama dengan postur yang buruk. Dilansir dari media AIcare, masalah ini muncul karena kecenderungan tubuh membungkuk dan menundukkan kepala saat melihat layar gadget, yang memberikan tekanan berlebih pada leher dan tulang belakang bagian atas.
Gejala Tech Neck
Penggunaan perangkat teknologi secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gejala, antara lain:
- Nyeri pada leher, bahu, dan punggung: Rasa sakit yang tidak normal dan terus-menerus.
- Ketidakselarasan tulang belakang: Pada orang berusia 40-50an, tulang belakang di pangkal leher tampak melengkung.
- Sakit kepala: Diakibatkan ketegangan otot di leher.
- Ketegangan otot: Otot-otot di punggung atas menjadi tegang dan kaku.
- Nyeri rahang: Nyeri atau disfungsi pada sendi dan otot rahang.
- Kesemutan atau mati rasa: Tekanan di saraf leher menyebabkan sensasi ini di tangan.
- Kelemahan otot tangan: Akibat tekanan pada saraf.
- Peradangan tendon: Terjadi pada bahu, menyebabkan nyeri dan keterbatasan gerak.
Dampak Negatif Tech Neck
Tech neck dapat memiliki berbagai dampak negatif pada tubuh, terutama pada postur dan kesehatan tulang belakang, termasuk nyeri kronis, keterbatasan gerakan, postur tubuh yang buruk, masalah tulang belakang, komplikasi saraf, masalah bahu dan lengan, hingga masalah sendi temporomandibular. Jika tidak ditangani, masalah kesehatan yang serius dapat terjadi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Cara Mengurangi Ketegangan Tech Neck
Ada beberapa cara untuk mengurangi ketegangan tech neck saat menggunakan ponsel dan perangkat lainnya:
- Menggunakan Ponsel:
- Letakkan bantal di pangkuan untuk menopang lengan bawah.
- Pegang ponsel dalam posisi yang lebih tegak dan miring untuk kenyamanan visual.
- Hindari menunduk terlalu lama dengan ponsel di bawah garis pandangan mata.
- Mengatur Letak Laptop/Komputer:
- Posisikan layar 50-70 cm dari mata.
- Tinggi mata harus sekitar 1-3 cm lebih tinggi dari karakter teratas di layar.
- Gunakan monitor komputer atau dudukan laptop untuk menaikkan layar ke tingkat yang tepat.
- Duduk dengan kepala, pinggul, dan tulang belakang tegak dan tidak miring.
- Jaga agar pergelangan tangan tetap lurus dan siku ditekuk pada sudut sekitar 90 derajat.
- Jaga lutut sejajar dengan pinggul dan kaki rata di lantai.
- Menjaga Postur Tubuh yang Benar:
- Tetap dalam posisi netral, tertopang dan tegak saat menggunakan perangkat dengan layar apa pun.
- Jaga kepala tetap tegak dengan telinga di atas bahu dan bahu di atas pinggul.
- Sering-seringlah bergerak dan berganti posisi atau bangkit berjalan untuk menghindari ketegangan yang berkepanjangan.
- Lakukan peregangan leher dan punggung secara rutin.
- Latihan kekuatan untuk otot leher, bahu, dan punggung atas dapat membantu memperbaiki postur dan mengurangi nyeri.
- Istirahatkan mata dan otot-otot leher serta bahu secara berkala.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Apabila nyeri di leher semakin parah dan tidak membaik setelah melakukan peregangan, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dokter dapat membantu melakukan pemeriksaan dan merekomendasikan perawatan yang tepat. (Stg)










