Home / Tak Berkategori

Rabu, 17 Juli 2024 - 11:06 WIB

Imam Ortodoks di Kazakhstan Diberhentikan karena Menentang Invasi Rusia ke Ukraina

Hieromonk Lakov dan Presiden Rusia, Putin

Hieromonk Lakov dan Presiden Rusia, Putin

Moskow, suararepubliknews.com – Gereja Katolik Ortodoks Rusia di Kazakhstan telah memberhentikan seorang imam yang secara terbuka menentang invasi Rusia ke Ukraina. Hieromonk Iakov, yang nama aslinya adalah Vladimir Vorontsov, telah mengusulkan pembentukan Gereja Ortodoks yang independen dari pengaruh Moskow. Keputusan pemberhentian ini dikeluarkan oleh Patriark Kirill, pemimpin tertinggi Gereja Ortodoks Rusia pada Rabu, 18 Juli 2024.

Gereja Ortodoks Rusia dan Dukungan Terhadap Putin

Di bawah kepemimpinan Patriark Kirill, Gereja Ortodoks Rusia telah menjadi pendukung utama Presiden Rusia Vladimir Putin dan peperangannya melawan Ukraina. Dukungan ini meluas hingga ke seluruh cabang Gereja Ortodoks di luar negeri, termasuk di Kazakhstan. Sikap ini memicu kontroversi di kalangan imam dan jemaat yang menentang perang tersebut.

Kritik terhadap Invasi Rusia ke Ukraina

Hieromonk Iakov telah beberapa kali mengkritik invasi Rusia ke Ukraina. Dalam salah satu unggahan di Facebook, Iakov menyatakan, “Saya tidak ingin berhubungan dengan Gereja Ortodoks Rusia, yang kepemimpinannya telah meninggalkan Kristus, mengkhianati kepentingan Gereja, dan memberikan restu untuk membunuh warga Ukraina.” Pernyataan ini menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap sikap Gereja yang mendukung perang.

Etnis Rusia dan Gereja Ortodoks di Kazakhstan

Sekitar 15 persen dari 20 juta penduduk Kazakhstan adalah etnis Rusia, yang sebagian besar adalah penganut Katolik Ortodoks. Kazakhstan, sebagai negara bekas Soviet di Asia Tengah, merupakan sekutu strategis dan mitra historis Moskow. Namun, negara ini juga mengupayakan hubungan yang lebih baik dengan negara-negara Barat. Pemberhentian Hieromonk Iakov menambah kompleksitas dinamika sosial dan keagamaan di Kazakhstan.

Langkah Selanjutnya bagi Hieromonk Iakov

Hieromonk Iakov terus mengulangi kecamannya terhadap Gereja Ortodoks Rusia. Setelah pemberhentiannya, dia menyerukan pembentukan Gereja Ortodoks yang independen di Kazakhstan. Langkah ini bisa menjadi tonggak sejarah baru bagi umat Ortodoks di Kazakhstan, terutama bagi mereka yang tidak setuju dengan campur tangan Moskow dalam urusan gereja. (Stg)

Sumber: Anews “Russian Orthodox Church dismisses anti-war priest in Kazakhstan”

Share :

Baca Juga

Jawa Barat

Geng Motor Berulah di Weru, Polresta Cirebon Tangkap 9 Pelaku, Sita Sajam dan Bom Molotov

Jawa Barat

Festival Serabi Merah Putih Kesambi Jadi Ruang Kebersamaan Warga Rayakan Kemerdekaan

Banten

Pengungkapan Kasus Narkoba di Lebak: Sat Narkoba Polres Lebak Berhasil Amankan Tersangka

Maluku

Pimpin Upacara 17-an, Pangdam XV/Pattimura Tekankan Peningkatan Kinerja dan Jauhi Pelanggaran

Maluku

Teguran dan Edukasi bagi Pelanggar Warnai Hari Pertama Pelaksanaan Operasi Simpatik Salawaku 2025
Cek Kesiapan Pengamanan Tahapan Pemilu, Kapolres Lebak Lakukan Pengecekan Sarpras Kendaraan Dinas Personil
Kemeriahan HUT RI Ke- 77 Tahun Gereja POUK Maranatha, Didiklah Anakmu, Maka ia Akan Memberikan Ketenteraman Kepadamu, Dan Mendatangkan Sukacita Kepadamu
Wakil Bupati Humbahas Buka Seminar Seni Bertajuk ‘Musik Pop Gereja Dalam Ibadah Kristiani’

Contact Us