Home / Tak Berkategori

Senin, 22 Juli 2024 - 09:15 WIB

Sat Brimob Polda Jabar Cegah Aksi Kriminalitas Geng Motor dengan Patroli Harkamtibmas

Anggota Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan patroli di daerah Desa Wanasaba Kidul, Kab Cirebon, pada Minggu (21/7/2024)

Anggota Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan patroli di daerah Desa Wanasaba Kidul, Kab Cirebon, pada Minggu (21/7/2024)

Cirebon, suararepubliknews.com – Keberadaan geng motor yang selalu membuat resah masyarakat perlu tindakan tegas dari pihak berwajib seperti kepolisian. Pasalnya, keberadaan mereka menjadi ancaman serius karena berbagai kasus yang muncul di permukaan kerap menimbulkan korban jiwa.

Upaya Patroli di Cirebon

Anarkisme yang selalu dilakukan oleh geng motor ini patut untuk segera diakhiri agar tidak semakin banyak korban jiwa atau kerugian materiil yang disebabkan oleh ulah mereka. Mengantisipasi hal itu, anggota Kompi 2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat melaksanakan patroli di daerah Desa Wanasaba Kidul, Kab Cirebon, pada Minggu (21/7/2024).

Dukungan Kebijakan Pemerintah

Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Donyar Kusumadji S.I.K. mengatakan bahwa untuk mendukung kebijakan pemerintah guna mencegah bertambahnya aksi kriminalitas yang disebabkan oleh aktivitas geng motor, pihaknya aktif mengingatkan warga agar selalu waspada terhadap ajakan dan bujukan dari beberapa oknum yang mengajak untuk bergabung ke geng motor.

Faktor Penyebab Perkembangan Geng Motor

Menurut Kombes Pol. Donyar Kusumadji, perkembangan geng motor di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor seperti lingkungan, budaya, pengangguran, perhatian orang tua yang minim, dan kemiskinan.

“Rata-rata geng motor terbentuk karena kebiasaan para remaja atau pemuda yang nongkrong, biasanya dilakukan di malam hari. Selanjutnya, mereka melakukan aksi balap liar dan hal-hal yang menantang untuk menunjukkan eksistensi diri terhadap kelompoknya atau kelompok lainnya,” ungkapnya.

Pentingnya Peran Semua Pihak

“Kondisi tidak ideal biasanya menimbulkan celah sosial, lemahnya disiplin lalu lintas menjadi peluang timbulnya geng motor. Lingkungan sosial yang tidak kondusif dan pendidikan karakter yang gagal menjadikan mereka mudah terombang-ambing sehingga menuju pergaulan yang salah,” tambahnya.

Untuk mengatasi munculnya geng-geng motor baru, diperlukan upaya bersama dari semua pemangku kepentingan, termasuk peran orang tua, sekolah, lingkungan, dan masyarakat. Kepolisian diakuinya tidak dapat bekerja sendiri untuk mengatasi teror geng motor yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kerjasama dengan Masyarakat

“Kita butuh kerjasama dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Mulai dari pendidikan di rumah, sekolah, hingga lingkungan masyarakat yang lebih peduli. Dengan demikian, kita bisa memutus mata rantai perkembangan geng motor dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman,” tutup Kombes Pol. Donyar Kusumadji. (Stg)

Sumber: Bid Humas Polda Jabar

Share :

Baca Juga

Kapolres Lebak AKBP Herfio Zaki, S.I.K., M.H. Pimpin Pembukaan Latpra Ops Pekat Maung 1 2025 Jelang Ramadhan
Massa Pendukung dari Salah Satu Caleg Dapil II Partai Nasdem Robi Nurlatu. Mengepung Kediaman Ketua PPK Waelata
Pemkab Muba Gelar Rapat Penyusunan Laporan Pertanggunjawaban Pj Bupati Muba

Bengkulu

Babak Baru Dugaan Pencemaran Nama Baik Rani Sibarani: Harga Diri Dipertaruhkan! Tuduhan Serius
Perayaan HUT TNI ke-79 di Buru: Jalan Santai dan Senam Bersama Perkuat Sinergi TNI-Polri-Masyarakat
Karo Ops Polda Jabar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Praja 2024, Dansat Brimob Dampingi Jalannya Apel

Banten

PT.Raputrajaya Group salurkan Hewan Qurban untuk warga Link.Babakanturi pulomerak Di Hari Idul Adha 1447 H./20 26.M
Hati- hati Modus Baru Perampokan,Mengaku Petugas Kesehatan,Uang dan Emas Lansia Raib Digondol.

Contact Us