Home / Tak Berkategori

Rabu, 24 Juli 2024 - 09:11 WIB

Kamala Harris Unggul Tipis dalam Jajak Pendapat Melawan Donald Trump Setelah Joe Biden Mengundurkan Diri

U.S. Vice President Kamala Harris delivers remarks during a campaign event, at West Allis Central High School, in West Allis, Wisconsin, U.S., July 23, 2024. REUTERS/Kevin Mohatt

U.S. Vice President Kamala Harris delivers remarks during a campaign event, at West Allis Central High School, in West Allis, Wisconsin, U.S., July 23, 2024. REUTERS/Kevin Mohatt

Washington , suararepubliknews.com – Wakil Presiden Kamala Harris mengungguli calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, dengan selisih dua poin persentase setelah Presiden Joe Biden mengakhiri pencalonannya kembali dan menyerahkan tongkat estafet kepadanya. Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan bahwa Harris, yang telah mengamankan nominasi Partai Demokrat, memiliki keunggulan kecil namun signifikan di tengah persaingan menuju pemilihan presiden AS 2024.
Biden Mengundurkan Diri, Harris Melangkah Maju

Jajak pendapat yang dilakukan pada hari Senin dan Selasa ini berlangsung setelah Konvensi Nasional Partai Republik, di mana Trump secara resmi menerima nominasi partainya. Pengumuman Biden pada hari Minggu (21/07), bahwa ia mengundurkan diri dari pencalonan dan mendukung Harris juga memberikan dampak besar. Dalam jajak pendapat nasional, Harris unggul dengan 44 persen dukungan, sementara Trump memperoleh 42 persen, dengan margin deviasi sebesar 3 persen.

Perubahan Dinamika Politik

Dalam survei yang dilakukan pada 15-16 Juli, Harris dan Trump berada di angka 44 persen, dan Trump memimpin dengan satu poin persentase pada survei 1-2 Juli, keduanya berada dalam margin of error yang sama. Meskipun survei nasional memberikan gambaran tentang dukungan rakyat Amerika, hanya beberapa negara bagian yang kompetitif biasanya menentukan keseimbangan di Electoral College, yang pada akhirnya menentukan pemenang pemilihan presiden.

Alasan Dibalik Pengunduran Diri Biden

Hasil jajak pendapat terbaru menggarisbawahi alasan bagi Biden untuk keluar dari persaingan dan Harris menggantikannya sebagai calon presiden. Sebanyak 56 persen pemilih yang terdaftar setuju bahwa Harris, 59 tahun, “memiliki mental yang tangguh dan mampu menghadapi tantangan,” dibandingkan dengan 49 persen yang mengatakan hal yang sama tentang Trump, 78 tahun. Hanya 22 persen pemilih yang menilai Biden demikian.

Dukungan Demokrat Terhadap Harris

Sekitar 80 persen pemilih Demokrat memandang Biden dengan pandangan positif, dibandingkan dengan 91 persen yang mengatakan hal yang sama terhadap Harris. Tiga perempat pemilih Demokrat setuju bahwa partai dan para pemilih harus mendukung Harris sekarang, dengan hanya seperempat yang mengatakan bahwa beberapa kandidat harus bersaing untuk mendapatkan nominasi partai.

Keunggulan Harris Dalam Survei Hipotetis

Dalam survei dengan surat suara hipotetis yang menyertakan kandidat presiden independen Robert F. Kennedy Jr, Harris memimpin Trump dengan 42 persen berbanding 38 persen, sebuah keunggulan di luar batas toleransi margin of error. Kennedy, yang difavoritkan oleh 8 persen pemilih dalam jajak pendapat tersebut, belum memenuhi syarat untuk mengikuti pemungutan suara di beberapa negara bagian menjelang pemilihan 5 November.

Kampanye di Wisconsin dan Tantangan ke Depan

Harris berkampanye di Wisconsin, medan pertempuran kritis, pada hari Selasa. Dia mendapatkan dukungan dari tokoh-tokoh partai besar dan perhatian pun beralih ke siapa yang akan menjadi pendampingnya. Banyak responden dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos mengatakan bahwa mereka tidak tahu menahu mengenai calon-calon dari Partai Demokrat yang dianggap potensial untuk mendampingi Harris.

Calon Pendamping Potensial

Sekitar satu dari empat pemilih yang terdaftar mengatakan bahwa mereka tidak pernah mendengar tentang Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg, mantan kandidat presiden dari Partai Demokrat yang memiliki rating elektabilitas tertinggi  37 persen dari calon pendamping Harris dalam jajak pendapat tersebut. Satu dari tiga orang belum pernah mendengar tentang Gubernur California Gavin Newsom, dengan jumlah yang hampir sama mengatakan bahwa mereka memandangnya dengan positif. Setengah dari pemilih yang terdaftar dalam jajak pendapat tersebut belum pernah mendengar tentang Senator Arizona Mark Kelly dan dua pertiga tidak mengetahui tentang Gubernur Kentucky Andy Beshear.

Jajak pendapat yang dilakukan secara online ini mensurvei 1241 orang dewasa AS di seluruh negeri, termasuk 1018 pemilih terdaftar. (Stg)

Sumber: Reuters “Harris leads Trump 44% to 42% in US presidential race, Reuters/Ipsos poll finds”

Share :

Baca Juga

Bakti Lubis Selama Menjabat Anggota Dewan Selalu Menunaikan Janjinya Kepada Masyarakat

Banten

Kapolres Lebak Berikan Bantuan Kepada Personel Polsek Gunung Kencana yang Terkena Musibah
Prediksi Laga Panas Arema FC vs Persita Tangerang: Adu Strategi di Gelora Soepriadi
Bupati Humbahas Sampaikan Nota Jawaban Atas Pemandangan Umum Fraksi.

Maluku

Seleksi Tamtama Polri 2026 di Maluku: 70 Peserta Lanjut ke Tahap Rikkes
Apel Gabungan Kesiapsiagaan Jelang Pemilu 2024: Fokus Keamanan dan Bencana
Pimpin Pakta Integritas Rekrutmen Polri, Kapolda : Coret Dan Proses Semua Pihak Yang Curang

Maluku

Perkuat Polri Presisi Berbasis Riset, Polda Maluku dan Universitas Pattimura Teken PKS dan Luncurkan Pusat Studi Kepolisian

Contact Us