Home / Tak Berkategori

Sabtu, 14 September 2024 - 21:22 WIB

Miris! Janda 60 Tahun di Desa Sangiang Dua Kali Jadi Korban Pencurian, Gas Elpiji Raib, Aparat Dianggap Tutup Mata

Untuk kedua kalinya, Eti menjadi korban pencurian di rumahnya, dengan barang curian berupa tabung gas elpiji sebanyak 15 buah yang raib

Untuk kedua kalinya, Eti menjadi korban pencurian di rumahnya, dengan barang curian berupa tabung gas elpiji sebanyak 15 buah yang raib

Warga Kampung Sangiang Merasa Tidak Aman: Aksi Pencurian Gas dan Barang Berharga Semakin Marak, Aparat Dinilai Tidak Memberikan Respon

Rancaekek, suararepubliknews.com Rabu, 11 September 2024, Kampung Sangiang, Desa Sangiang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, terlihat tenang dari luar, namun di balik suasana yang tampak damai, seorang janda tua berusia 60 tahun bernama Eti Rohaeti menanggung beban penderitaan mendalam. Untuk kedua kalinya, Eti menjadi korban pencurian di rumahnya, dengan barang curian berupa tabung gas elpiji sebanyak 15 buah yang raib. Ironisnya, meski sudah pernah melaporkan insiden serupa sebelumnya, belum ada tindakan nyata dari aparat setempat, membuat warga mulai merasa tidak aman di kampung mereka sendiri.

Dua Kali Jadi Korban Pencurian: Derita yang Ditahan Seorang Janda Tangguh

Eti Rohaeti, yang sehari-hari berjualan jajanan keliling untuk menghidupi dirinya, mengungkapkan betapa sulitnya menghadapi situasi ini. Pada Sabtu pagi, 7 September 2024, saat ia sedang berjualan, rumahnya dalam keadaan kosong. Putri bungsunya, Reza, juga sedang berada di bank untuk mengurus administrasi. Di tengah ketiadaan mereka, pencuri dengan leluasa masuk dan mengambil 15 tabung gas yang disimpan di rumahnya.

“Ini sudah kali kedua saya kemalingan. Pertama kali pencurian terjadi beberapa waktu lalu, dan sekarang terjadi lagi. Saya bingung harus lapor kemana, siapa yang mau mendengar. Saya merasa seperti tidak ada perlindungan, padahal kami sudah pernah melapor, tapi hingga kini tidak ada tindakan,” ujar Eti dengan wajah penuh kesedihan, ditemani oleh putri bungsunya, Reza, yang juga merasakan kekecewaan mendalam atas respons aparat setempat.

Keamanan Desa Sangiang yang Kian Meresahkan: Maling Gas hingga Motor, Tindakan Aparat Dinilai Nihil

Reza, putri bungsu Eti, menyuarakan rasa frustrasinya terhadap ketidakpedulian aparat desa. “Kami tidak tahu lagi mau lapor ke mana, mau ke RT, RW, atau Kepala Desa, semua percuma. Selama ini juga tidak pernah ditanggapi. Yang bikin sakit hati, kami beli gas langsung dari Bapak Kades, tapi tetap tidak ada perhatian dari beliau,” ungkap Reza dengan nada kecewa.

Reza menambahkan, “Saya yakin aparat tahu soal pencurian-pencurian ini, setidaknya mereka mendengar. Tapi mana tindakan mereka? Sudah dua kali mama saya kemalingan, kehilangan 15 tabung gas. Bukan hanya mama, tetangga kami juga sering jadi korban. Sampai kapan ini akan dibiarkan? Daerah ini tidak aman lagi, banyak maling berkeliaran tapi satupun belum ada yang tertangkap.”

Tidak hanya Eti, kasus pencurian juga dialami oleh Hj. Tintin, tetangga Eti. “Saya baru sebentar meninggalkan rumah untuk ke warung, cucu saya sedang di sekolah. Ketika kembali, saya temukan dompet saya sudah dibuang di pot bunga di depan rumah, uang di dalamnya sudah raib. Padahal saat itu ibu saya sedang sakit di rumah,” cerita Hj. Tintin dengan nada muram.

Warga Kampung Sangiang Menyuarakan Rasa Frustrasi: “Percuma Lapor, Tidak Ada Tindakan!”

Para warga, khususnya emak-emak di Kampung Sangiang, semakin merasa tidak aman dengan maraknya aksi pencurian yang terjadi. Guru Ros, seorang warga yang juga saudara dari Eti, mengalami pencurian dua kali, mulai dari uang tunai hingga motor yang dicuri dari depan rumahnya. Meski sudah melapor ke pihak berwajib, hasilnya nihil.

“Sudah lapor polisi, tapi mana buktinya? Tidak ada tindakan. Percuma lapor kalau akhirnya tetap saja tidak ada hasil, maling tetap bebas berkeliaran. Kami sudah sangat rugi, baik secara materi maupun mental. Rasa aman di kampung ini hilang,” jelas Reza dengan nada getir.

Harapan Warga: Aparat Segera Bertindak dan Kampung Kembali Aman

Tidak hanya warga yang jadi korban, warga yang lain pun mulai memasang alat keamanan seperti CCTV untuk melindungi diri dari ancaman pencuri. Namun, pencurian terus terjadi. “Tetangga kami, Pa Haji, sudah pasang CCTV di rumahnya karena sering kemalingan alat-alat besi. Tapi maling tetap saja beraksi, sekarang lewat pintu belakang,” ujar Hj. Tintin.

Walau demikian, emak-emak Kampung Sangiang tetap berharap agar ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum. “Kami berharap ada tindakan dari pihak berwenang, jangan tutup mata atas kejadian ini. Kami ingin kampung ini kembali aman dan nyaman. Semoga pelakunya segera tertangkap, biar kami bisa tidur nyenyak lagi,” ujar para emak-emak dengan nada penuh harap. (Tera)

Share :

Baca Juga

Buru

Pembagian Takjil Kapolres Buru dan Wakapolres Buru, Wujud Kepedulian di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Buru

Kapolres Buru Pimpin Sertijab Tiga Pejabat Utama di Polres Buru
Polisi Ciduk Dua Pemuda Pemilik Narkoba
Satgas Ops Damai Cartenz 2025 Amankan Barang Bukti Pakaian Milik Nikson Matuan
Anggota DPRD Fraksi Gerindra H.Gufron Dapil 4, Reses dan Serap Aspirasi Masyarakat

Daerah

Personel Satgas Ops Damai Cartenz Bagikan Momen Keharmonisan Bersama Anak-Anak di Pegunungan Bintang
Pemkab dan DPRD Muba Setujui Rancangan KUPA dan PPAS-P RAPBD TA 2022
KPUD Kabupaten Humbahas Tetapkan DPT Pemilu 2024

Contact Us