Home / Tak Berkategori

Selasa, 11 Maret 2025 - 18:42 WIB

Polres Bursel Terus Lakukan Pencarian Anak Yang Diduga Diterkam Buaya

MALUKU, Suararepubliknews – Kepolisian Resort Buru Selatan (Bursel) terus melakukan pencarian terhadap Fiki Bantam yang hilang di perairan Air Tanani.

Anak berusia 11 tahun ini diduga diterkam buaya saat mencari ikan bersama ayah dan temannya di perairan Air Tanani, Desa Oki Baru, Kecamatan Namrole, Bursel, Sabtu malam (8/3/2025).

“Korban belum ditemukan hingga saat ini, dan pencarian masih terus dilakukan, termasuk dengan telah dilakukannya upacara adat,” kata Kapolres Bursel AKBP M. Agung Gumilar, Selasa (11/3/2025).

Kejadian naas ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIT. Korban bersama ayahnya, Sarfin Bantam, dan temannya Onyong Bone (11) pergi ke pantai mencari ikan. Saat itu air laut surut.

Setelah pencarian ikan, ayah korban meminta mereka agar langsung pulang ke rumah. Namun Fiki dan Onyong terlihat bergerak ke arah Air Tanani. Tak lama berselang, Onyong berteriak dan lari ketakutan. Sementara Fiki sempat berteriak, meminta tolong bapaknya sebelum ditarik ke dalam air.

Mendengar teriakan anaknya, Sarfin bergegas ke Air Tanani. Ia kemudian hanya menemukan senter kepala milik anaknya di atas pasir. Sarfin juga sempat melihat putranya itu masih muncul di permukaan air. Tak lama kemudian tubuh anaknya ini ditarik masuk oleh sesuatu yang diduga seekor buaya.

Kurang lebih 10 menit, Sarfin berusaha memanggil dan berdoa agar anaknya dilepaskan, namun hanya gelembung air yang terlihat hingga akhirnya menghilang di dekat pohon sagu. Sarfin selanjutnya pulang ke rumah memberitahukan, Siti Hajar Nurlatu, istrinya. Mereka lalu bersama warga kembali ke lokasi untuk melakukan pencarian.

Pada esok harinya, Minggu (9/3/2025) pukul 10.30 WIT, pihak Kepolisian turun ke lokasi, dipimpin oleh Kapolsek Namrole AKP Bobby Harta Setiadi bersama Bripka Gatot (Bhabinkamtibmas Desa Oki Baru) dan dua anggota lainnya.

Pihak keluarga bersama warga setempat juga melakukan upacara adat babeto. Prosesi dipimpin oleh Abu Latbual dan Arsad Latbual dengan harapan korban bisa ditemukan. Namun, hingga saat ini, hasilnya masih nihil.

“Pencarian akan terus dilanjutkan dengan melibatkan keluarga korban, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Saat ini, Bhabinkamtibmas, ayah korban, serta penjabat kepala desa dan beberapa staf masih berada di lokasi kejadian untuk memantau perkembangan,” katanya.

Kapolres menegaskan, kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar perairan Air Tanani dan daerah lainnya di Buru Selatan untuk lebih waspada saat beraktivitas di perairan, terutama di malam hari. “Keberadaan buaya di wilayah tersebut perlu diantisipasi demi keselamatan warga,” pinta Kapolres.( Dhet).

Share :

Baca Juga

LPKP2HI dan Raja Harapkan Peremajaan Pemerintahan Kabupaten Tulungagung

Maluku

Kapolda Maluku Hadiri Persidangan Ke-XII Jemaat GPM Kategorial Polri Bukit Kasih, Tegaskan Gereja–Polri Pilar Strategis Perdamaian Nasional

Maluku

Polda Maluku Gelar Forum Konsultasi Publik, Dorong Peningkatan Layanan Berbasis Digital
Sambut Lebaran, Pj Bupati Apriyadi Beri Bingkisan untuk RT RW dan Kadus di Sekayu
Warga Desa Kerta Gelar Muslub, Tuntut Pengunduran Diri Kepala Desa.

Maluku

Polda Maluku Gelar Acara Malam Pengantar Tugas Mantan Karo Logistik
Caleg DPR – RI Nomor Urut 6 dari Partai Gerinda Sosialisasi di Rorotan
Gudang Rokok Ilegal Bertopeng PT Tang Jaya Mandiri Tidak Terdaftar di Google, Beroperasi di Tengah Kompleks Perumahan

Contact Us