MALUKU, SRN — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin langsung Giat Pembekalan Akhir Siswa Pendidikan Pembentukan (Diktuk) Bintara Polri Tahun Anggaran 2025 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku, Jumat (19/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Faisal Heluth SPN Polda Maluku tersebut menjadi momen strategis dan penuh makna, karena merupakan pembekalan terakhir sebelum para siswa resmi dilantik sebagai anggota Polri pada (24/12/2025) nanti dan terjun langsung mengabdi kepada masyarakat.

Pembekalan akhir ini dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polda Maluku, di antaranya Kepala SPN Polda Maluku, Dirintelkam Polda Maluku, Kabid Propam Polda Maluku, Dansat Brimob Polda Maluku, Kakorsis SPN beserta para pengasuh, serta seluruh siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2025. Kehadiran pimpinan tersebut menegaskan komitmen Polda Maluku dalam menyiapkan personel Polri yang profesional, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Dalam arahannya, Kapolda Maluku menegaskan bahwa para siswa kini berada pada titik krusial perjalanan hidup, dari seorang peserta didik menjadi anggota Polri yang mengemban amanah negara dan masyarakat.
“Lima bulan pendidikan di SPN adalah hasil perjuangan panjang, mulai dari seleksi rekrutmen, pembentukan fisik, mental, disiplin, hingga penanaman nilai-nilai kejuangan Bhayangkara. Jangan pernah mencederai perjuangan itu dengan perilaku menyimpang atau pelanggaran sekecil apa pun,” tegas Kapolda.
Kapolda Maluku juga menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan sebagai modal utama dalam organisasi Polri yang majemuk. Menurutnya, soliditas internal bukan sekadar simbol kebersamaan, melainkan kekuatan moral untuk menyelesaikan konflik, bersikap dewasa dalam perbedaan, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di wilayah Maluku yang plural.
“Polri yang solid adalah Polri yang mampu melayani masyarakat secara optimal dan menjaga kamtibmas secara berkelanjutan,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut, Kapolda Maluku menegaskan kembali jati diri Polri sebagai pelayan masyarakat. Ia mengingatkan seluruh calon Bintara Polri agar memahami karakter, budaya, serta kebutuhan masyarakat di tempat tugas masing-masing.
“Respons cepat atau response time adalah indikator utama kepercayaan publik. Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kehadiran Polri yang cepat, tepat, dan tulus akan membangun rasa aman serta kepercayaan,” jelasnya.
Dalam penekanan yang kuat, Kapolda mengingatkan agar anggota Polri tidak bersikap arogan, mengingat masyarakat yang meminta bantuan umumnya berada dalam kondisi tertekan dan membutuhkan solusi, bukan intimidasi.
Kapolda Maluku juga menegaskan bahwa seragam Polri merupakan simbol kehormatan dan tanggung jawab moral institusi. Setiap tindakan anggota Polri, kata dia, membawa nama baik lebih dari 450 ribu personel Polri di seluruh Indonesia.
“Ciptakan lingkungan yang aman dan kondusif, sehingga masyarakat terbebas dari rasa takut terhadap kejahatan (fear of crime) dan dapat menjalankan aktivitas sosial maupun ekonomi dengan tenang,” ujarnya.
Secara tegas, Kapolda mengingatkan para siswa untuk menjauhi berbagai perilaku menyimpang yang dapat merusak kepercayaan publik, seperti kekerasan dan arogansi dalam bertugas, penyalahgunaan kewenangan, praktik koruptif dan transaksional, gaya hidup hedonis, serta pelanggaran etika dan perbuatan asusila.
“Anggota Polri tidak kebal hukum. Justru harus menjadi teladan dalam kepatuhan terhadap hukum dan etika,” tegas Kapolda.
Kapolda Maluku juga mengingatkan bahwa Tri Brata dan Catur Prasetya bukan sekadar teks sumpah, melainkan janji suci yang harus terinternalisasi dalam setiap keputusan, pelaksanaan tugas, dan interaksi sosial dengan masyarakat.
Menutup arahannya, Kapolda Maluku memperkenalkan kembali filosofi Polisi HO2 yakni Hati, Otak, dan Otot, Menurutnya, anggota Polri harus unggul secara intelektual melalui pembelajaran dan analisis hukum, kuat secara fisik untuk menghadapi tantangan lapangan, serta memiliki hati nurani dan moralitas sebagai landasan pengabdian.
“Tantangan kamtibmas ke depan semakin kompleks. Karena itu, Polri harus unggul secara kompetensi, fisik, dan moral,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Kapolda Maluku menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh siswa Diktuk Bintara Polri T.A. 2025.
“Jadilah Prajurit Bhayangkara yang sejati, abdi negara yang mengabdi dengan hati bagi nusa dan bangsa. Masyarakat menanti pengabdian kalian. Jauhi pelanggaran, jaga integritas, dan terus berbuat kebaikan.”
Pembekalan akhir yang dipimpin langsung Kapolda Maluku ini menegaskan keseriusan Polri dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak tahap awal pengabdian. Penekanan pada integritas, pelayanan humanis, serta filosofi Polisi H2O menunjukkan arah transformasi Polri yang adaptif terhadap dinamika sosial dan tuntutan publik.
Pesan Kapolda Maluku tentang respons cepat, anti-arogansi, dan kepatuhan hukum menjadi refleksi kuat atas harapan masyarakat terhadap sosok Polri masa depan—profesional, beretika, dan hadir sebagai pelindung serta pelayan masyarakat. Dengan pembekalan ini, para Bintara Polri T.A. 2025 diharapkan mampu menjawab tantangan tugas dengan kinerja yang presisi dan berkeadilan. (Dhet ).










