Pandeglang, Suararepubliknews – Forkopimcam Cikeusik menghadiri kegiatan Grand Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan Bakti Banyu Mili, Desa Sukawaris, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Camat Cikeusik Wahyu Awaludin, SE., MB, Danramil 0116/Cikeusik Kapten Inf. Purgiarto, Kapolsek Cikeusik Bripka Ahyudin, Kepala Desa Sukawaris Ihad Syuhada, Kepala Desa Tanjungan Sarmin, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan para kepala sekolah sebagai perwakilan murid penerima manfaat program, Sabtu (10/1/2026).
Dalam sambutannya, Ma’ad Awaludin, Mitra Yayasan Bakti Banyu Mili, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Forkopimcam Cikeusik atas dukungan dalam kegiatan ini.
Ia menegaskan bahwa yayasan siap mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengikuti prosedur yang ditetapkan.
“Kami tidak ingin terburu-buru karena seluruh prosedur harus ditempuh. Alhamdulillah, kami telah memenuhi standar yang ditentukan oleh Satgas MBG sehingga hari ini dapat melaksanakan launching,” ujarnya.
Agis, Ketua SPPG, menjelaskan bahwa Yayasan Bakti Banyu Mili akan melayani pemenuhan kebutuhan gizi bagi penerima manfaat di dua desa, yaitu Desa Sukawaris dan Desa Tanjungan. Menu makanan akan disesuaikan dengan cita rasa dan kebutuhan penerima manfaat.
“Kami tidak akan memaksakan jenis makanan yang tidak bermanfaat. Menu akan disesuaikan dengan lidah dan kebutuhan penerima manfaat agar program ini berjalan optimal,” jelasnya.
Camat Cikeusik, Wahyu Awaludin, menilai bahwa prosedur yang telah dilalui Yayasan Bakti Banyu Mili dapat menjadi contoh bagi SPPG lainnya.
Ia menekankan pentingnya menyediakan makanan sehat dan bernutrisi sesuai standar MBG.
“Setiap SPPG harus menyediakan makanan sehat, bernutrisi sesuai standar MBG, serta konsisten dalam pemenuhannya,” katanya.
Danramil Cikeusik, Kapten Inf. Purgiarto, menyatakan bahwa Koramil akan terus mendukung pelaksanaan program-program nasional, termasuk program pemenuhan gizi masyarakat.
“Kami akan terus bersinergi dan mendukung penuh pelaksanaan program-program nasional,” ujarnya.
Kepala Desa Sukawaris, Ihad Syuhada, dan Kepala Desa Tanjungan, Sarmin, berharap SPPG ini dapat terus bersinergi dengan pemerintah desa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat program.
“Kami sangat mendukung keberadaan dapur MBG di wilayah kami dan berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Ihad Syuhada.(*)
[18.05, 10/1/2026] Iwan Banten: Insiden Tidak Diinginkan: Oknum Wartawan Berusaha Mengambil Barang Berharga di Kantor BPP Kalanganyar
Lebak, Suararepubliknews – Baru-baru ini, sebuah insiden tidak diinginkan dan memalukan mengguncang Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, pada Jumat, 09 Januari 2026.
Seorang oknum wartawan masuk ke kantor tanpa izin dan berusaha mengambil barang berharga, namun aksinya berhasil digagalkan oleh petugas yang baru tiba ke kantor dari lokasi kegiatan.
Insiden ini menjadi sorotan dan menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat dan rekan-rekan wartawan.
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kalanganyar, mengungkapkan bahwa oknum tersebut masuk ke area kerja (kantor) sekitar pukul 15.00 WIB, saat para petugas sedang berada di lapangan.
Oknum wartawan tersebut juga mencoba mengakses ruangan yang berisi data penting serta dokumen administrasi pertanian.
“Kita menemukan orang tersebut sedang berada di ruangan yang seharusnya hanya dapat diakses oleh petugas yang memiliki wewenang. Saat ditanya, ia mengaku sebagai wartawan, kami juga merebut tas miliknya, dikhawatirkan orang tersebut mengambil laptop, kami juga menemukan surat tugas sebagai wartawan dan infocus milik kami (BPP),” ujarnya saat dihubungi, Sabtu 10/01/2026.
Petugas penyuluh segera menindaklanjuti dan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kantor juga menegaskan bahwa setiap kunjungan, termasuk oleh pihak media yang melakukan kontrol sosial, harus mengedepankan etika dan aturan.
“Kami sangat menghargai peran wartawan dalam menyebarkan informasi tentang pembangunan pertanian. Namun, kunjungan tanpa izin tidak hanya melanggar tata tertib kantor tetapi juga dapat mengganggu aktivitas kerja serta membahayakan keamanan data yang kami kelola,” tegas Korwil BPP Karanganyar.
Kejadian ini telah viral di media sosial dan group-group WhatsApp, dengan video yang memperlihatkan surat tugas dari 2 media online.
Mayoritas wartawan dan lembaga lainnya sangat mengecam keras dan meminta agar oknum wartawan tersebut diproses hukum.
“Kami tidak dapat mentolerir perilaku tidak profesional seperti ini. Kami berharap pihak kepolisian dapat mengambil tindakan tegas terhadap oknum tersebut untuk menjaga integritas dan kredibilitas profesi wartawan,” kata seorang wartawan senior.
Insiden ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk selalu mengedepankan etika dan aturan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.(Iwan H)










